
Aku tercengang dengan ucapan sistem, apakah sistem benar-benar bodoh mengucapkan hal itu tanpa perasaan.
Tapi entah kenapa aku ingin mengalah kepada sistem, akhirnya aku mengalah dan membiarkan sistem sepanjang jalan menggandeng tanganku hingga sampai ke rumah.
"Sudah sampai, lepaskan tanganku.. " aku melepaskan tangan ku dari genggaman sistem.
"Tidak usah cemberut juga kali ekspresinya" sistem tertawa kecil melihat ekspresi Marie yang lucu.
"Huh.. terserah aku mau gimana, kan wajahku bukan wajahmu" aku menjuljrkan lidah pada sistem seraya mengejeknya.
Aku masuk kedalam rumah yang sudah nyaman untuk diriku tinggal, aku berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas masih sangat banyak stok eskrim Mixue di dalamnya.
Tangan ku yang sudah gatal sedari tadi pun mengambil 1 eskrim Mixue dan mengambil sendok untuk ku bawa ke ruang tamu, aku ingin makan sambil menikmati nya di ruang tamu.
Sistem melihat Marie sedang menyantap eskrim di sofa ikut duduk di sampingnya.
"Ngapain kamu?" tanya ku ketus.
"Ngeliat kamu makan eskrim" sistem tersenyum pada Marie, tetapi Marie tidak membalas senyumannya malah bergeser untuk menjauh dari sistem.
Sistem ikut menggeser tubuhnya hingga berada di samping Marie lagi.
"Ngapain sih kamu deket-deket terus gak bisa apa ya aku tenang sehari ajah tanpa di ganggu oleh mu" aku dengan kesal mendorong tubuh sistem hingga terjerembab ke bawah lantai.
Sistem dengan sedih tidak ingin berdebat lagi dengan Marie. "Baiklah jika kamu merasa terganggu dengan adanya diriku di sisimu, lebih baik aku pulang saja.. " sistem menghilang di hadapan Marie kembali ke habitat aslinya yang berada di dalam layar sistem.
"Huh baguslah.. aku bisa bebas untuk sekarang" aku tersenyum karena sistem telah meninggalkannya sendiri di rumah.
Aku kembali memakan eskrim hingga habis tidak bersisa. Aku berjalan ke kamar tidur untuk mengistirahatkan tubuhku.
"Aku mengantuk sekali, hoammm.. " aku menguap dan tanpa sadar aku tertidur pulas.
*****
Pagi harinya aku membuka mata tanpa ada yang membangunkan ku, biasanya sistem akan membangunkan ku saat pagi.
__ADS_1
"Sistem ternyata belum kembali"
Aku akan berendam di bathtub dan menikmati air hangat di dalam kamar mandi. Hari ini tumben sekali mood ku sedang bagus dan ingin berendam hingga setengah jam.
"Segarnya" aku mengelap seluruh tubuhku yang basah lalu keluar dari kamar mandi.
'Aku sedikit merindukannya'ucap ku dalam hati namun aku segera sadar dengan apa yang aku ucapkan di dalam hati.
Aku menggeleng-geleng untuk menepis semua kata-kata ku di dalam hati.
Selesai memakai baju aku keluar kamar dan tidak ada siapapun kecuali diriku, aku ke dapur dan tidak ada sarapan yang seperti biasa sudah di siapkan oleh sistem sebelum aku bangun dari tidurku.
Perutku sudah menjerit agar segera di isi, aku membuka kulkas dan hanya ada buah-buahan sebagai makanan penutup. Aku tidak peduli karena aku juga sudah lapar, aku segera memakannya sampai habis 3 buah.
"Sistem kapan kembali nya ya, aku bosan sekali" gumam ku pada diri sendiri.
Karena aku terlalu bosan akhirnya aku memutuskan untuk jalan-jalan sendiri tanpa bimbingan dari sistem.
"Aku akan kemana ya, apa aku ke taman bunga saja ya" ucapku lalu berjalan ke arah taman bunga.
"Aw.. " Aku meringis merasakan sakit di lututku yang sudah mengeluarkan darah karena terjatuh.
Orang tersebut merasa bersalah sudah menabrak ku dan segera menolongku"Maaf nona saya tidak sengaja karena sedang buru-buru. "pria itu menjulurkan tangan untuk membantuku berdiri.
" Iya gak papa kok"ucapku sambil menepuk-nepuk kakiku yang sudah kotor terkena tanah bercampur pasir.
Pria itu dengan Terima melihat Marie dari bawah hingga atas. "Kamu?! orang yang aku temui kemarin di Mall kan?" ucap pria tersebut pada Marie.
Aku melihat wajah pria itu karena dia mengenaliku.
"Lu.. lutut kamu berdarah karena aku biar aku bawa kamu untuk membalut luka mu. " pria itu khawatir karena sudah terlalu keras menabrak Marie.
"Gak papa ini cuma luka kecil kok, Oh ya katanya buru-buru?" tanya ku pada pria yang aku lupa namanya, tetapi aku mengenal wajahnya karena kemarin memang pernah bertemu dia bersama temannya.
Pria tersebut melihat jam di tangannya dan menupuk pelipisnya "Astagaa iya aku lupa kalau aku terlambat bekerja, aduh Marie maaf ya aku harus bekerja dulu" pria itu berlari meninggalkan Marie.
__ADS_1
"Iyah.. hati-hati.. " pria tersebut hanya memberikan jempol pada Marie pertanda kalau dia akan berhati-hati.
Aku melihat lututku yang masih keluar darah. "Aku harus lap pakai apa ya" aku melihat sekitar dan mendapat kain yang menggantung di atas pohon tidak jauh darinya, juga pohon itu tidak terlalu tinggi.
Aku naik ke atas pohon dengan lincah, karena aku sudah terbiasa untuk memanjat dan mengambil kain yang menggantung di rantingnya.
"Tidak terlalu kecil, baiklah ini cukup untuk membalut lukaku" lap nya juga bersih, sepertinya ada yang sengaja menaruhnya disini saat aku mencium kainnya masih wangi.
Aku tidak memikirkannya lagi, karena yang terpenting adalah membalut lukaku dulu sebelum terjadi infeksi karena terkena debu di luar.
Aku turun dari atas pohon dengan selamat, Orang-orang di sekitar menatapku dengan aneh aku tidak mempedulikan mereka.
"Apa aku pulang saja ya.. " ucapku karena bingung harus kemana lagi.
Terlebih lagi aku baru di dunia ini jika aku pergi terlalu jauh, aku takut tidak bisa pulang nanti. Sistem pun sedang tidak memandu ku kalau aku tersesat di jalan bagaimana nantinya.
"Tapii aku masih bosan sekali, aku lanjutkan perjalanan saja deh" aku melanjutkan perjalanan semakin jauh dari taman bunga.
Aku melihat sekeliling terdapat banyak gedung-gedung tinggi hingga menjulang kelangit, aku cukup mengagumi dunia ini.
"Ternyata ada ya bangunan yang lebih besar dan tinggi melebihi istanaku" gumamku pelan, dan melanjutkan perjalanan sambil menikmati pemandangan kota di sekelilingku.
"Benda yang berjalan itu, apa bisa ya aku merasakannya, aku tidak pernah menaiki benda yang bisa berjalan kecuali kereta kuda" ucapku pada diri sendiri sambil melihat banyak mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan raya yang amat besar.
Tiba-tiba mobil berhenti di dekatmu saat aku sedang asyik menikmati pemandangan jalan.
Seorang pria tampan menuruni mobil dan menatap Marie dengan tatapan yang angkuh dan sombong.
"Heh sedang apa nona miskin ini berada di depan perusahaan ku?" tanya pria itu pada sekretaris di sampingnya.
"Maaf tuan saya tidak kenal dengan nona ini" ucap sekretaris itu dengan sopan di depan pria angkuh dan sombong.
πππππ
Lanjutt?? gaskenn..
__ADS_1