Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
58.Pembohong


__ADS_3

"Ayok ikut anggap lahh akuu ibu muu, ibu angkat mu" anakku sambil menggandeng tangan gadis kecil.


"Namamu siapa?" tanyaku pada gadis kecil yang sedang aku gandeng.


"Alana" dia menundukkan kepalanya karena merasa malu, baru kali ini ada yang penasaran dengan nama gadis sepertinya.


"Oh namamu cantik sekali, seperti dirimu juga cantik"puji ku pada Alana.


Aku terus berjalan bersama sistem ke toko baju khusus anak-anak. Aku ingin membelikan Alana baju yang layak untuk dipakai.


Aku memasuki toko baju anak begitupuoa dengan sistem dan Alana. Mereka berdua melihat sekeliling toko baju anak yang cukup besar. Semua baju anak laki-laki maupun perempuan sudah terpajang ditoko tersebut.


"Halo nona dan tuan apa ada yang bisa kami bantu" dua pelayan toko baju menghampiri kami.


"Iyah tolong tunjukkan aku jalan ke tempat baju anak perempuan sepantaran nya" aku menunjuk ke bawah untuk memberitahukan kepada kedua pelayan toko.


Pelayan toko mereka jijik, pantas saja sedari tadi ada bau busuk ternyata itu dari gadis pemulung di depan mereka.


"Kenapa nona ingin menolong gadis ini?" tanya pelayan pmheran, orang kaya seperti wanita muda dan cantik di depannya kenapa sangat peduli dengan anak seperti ini. Bukankah orang kaya sangat membenci kotor tetapi kedua orang didepannya berbeda.


"Tidak perlu tahu, kamu hanya perlu mencarikan baju seumuran dengannya cepat" perintahku lagi menatap pelayan dengan tajam. Aku tau alasan dia menanyakan pertanyaan seperti itu, aku tidak ingin membuat gadis kecil merasa tersakiti dengan perkataan pelayan toko baju anak ini.


Pelayan tersebut mau tidak mau hanya menurut, karena posisi dia dan orang di depannya sangatlah berbeda jauh, statusnya yang sebagai pelayan tidak boleh mengecewakan pelanggan toko bosnya.


"Baik nona" pelayan tersebut mempersilahkan gadis kecil berjalan mengikutinya.


Alana hanya mengikuti langkah pelayan wanita, dia melihat sekeliling toko. Belum pernah terlintas di benaknya jika dia akan memakai baju sebagus di toko ini. Hidup yang serba kekurangan tidak mematahkan semangatnya hidup walau kehidupan tidak memihak nya, dia hidup sebatang kara tanpa ada yang membantu baju yang saat ini Alana pakai adalah hasil dari rajutannya sendiri dia pernah di ajarkan sedikit boleh ibunya walaupun hanya memperhatikannya tetapi Alana mengerti.


Memakai kain yang hanya sedikit sangat tidak cukup untuk membuat banyak baju jadi Alana hanya memiliki 2 stel baju lusuh untuk sehari-hari.


"Silahkan pilih sendiri" ucap pelayan wanita dengan wajah tidak senang.

__ADS_1


Alana tersenyum menghampiri pelayan lalu menyentuh tangan pelayan itu, refleks pelayan menghempaskan tangan dengan keras sehingga membuat Alana tersungkur ke tembok dengan keras.Dari hidung nya keluar sedikit darah dia terluka akibat hempasan pelayan wanita.


Mau bagaimanapun dia hanya seorang anak kecil pastinya akan terlempar keras ke tembok jika pelayan tersebut kasar.


"Jangan memegang ku benar-benar menjijikkan" pelayan itu melihat Alana yang terluka tapi hati nurani sebagai manusia benar-benar hilang. Bahkan di saat Alana terluka pelayan itu masih berkata yang menyakiti hati Alana.


Marie yang masih menunggu Alana memilih baju dengan pelayan tiba-tiba perasaannya tidak enak, dia memutuskan untuk menyusul Alana dan pelayan.


Sistem juga ikut mengikuti Marie yang tiba-tiba pergi dengan wajah gelisah.


Aku terkejut melihat Alana yang sudah terpuruk tidak sadarkan diri dan juga pelayan yang tidak peduli dengan Alana tidak tahu jika Marie melihatnya.


"Alana! yaampun apaa yang terjadi inii?" Aku menghampiri Alana yang masih samar-sanar membuka matanya ternyata dia belum pingsan.


Aku menoleh ke arah pelayan yang akan memilihkan baju Alana barusan"Apa yang terjadi pada anakku?"aku sudah menganggap Alana sebagai anak angkat ku dan aku tidak rela Alana selalu diperlakukan tidak adik.


Aku tau pasti Alana seperti ini karena pelayan toko, dari awal gelagatnya memang kurang baik aku kira dia tidak akan berani melakukan hal tidak berperikemanusiaan pada anak ini.


Aku sama sekali bukan orang bodoh, jelas sekali semua yang dikatakan pelayan adalah sebuah kebohongan.


"Coba jujur saja maka saya tidak akan membuatmu menyesal" ucapku dengan ekspresi dingin, walau aku tidak terlihat seperti orang marah pada umumnya tetapi perkataan ku bukan main-main. Aku menekan perkataanku agar pelayan ingin jujur.


"Kamu jujur saja!" sistem juga ikut menimpali perkataan Marie.


"A_apa yang tuan dan nona katakan, saya sudah jujur dengan kalian" pelayan perempuan masih berusaha mengelak dari kesalahan.


"Baiklah masih tidak ingin jujur, aku akan melapor polisi atas tindak kriminal kepada anak kecil" ucapku dengan santai lalu menggendong Alana yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut.


Pelayan tersebut terkejut, kenapa Marie bisa tau apa yang ia lakukan padahal dia baru saja datang tetapi sudah tau dengan kebohongannya.


"No_nona maafkan saya__saya salah saya tidak sengaja nona ampuni saya" pekayan perempuan berlutut sambi menarik baju Marie agar tidak pergi untuk melapor polisi.

__ADS_1


"Sebelumnya aku meminta mu untuk jujur, tapi sayang sekali kamu memilih untuk berbohong.Maka terimalah konsekuensinya aku akan meminta bosmu untuk mengirim rekaman CCTV, sangat tidak di duga sekali kamu melakukan hal kejam walau ada CCTV memantau mu" aku menarik bajuku lalu langsung melenggang pergi.


Tetapi pelayan perempuan tidak ingin menyerah begitu saja dia bangun kamu langsung mengejar Marie kedepan toko.


"Nona, tuan saya benar-benar tidak sengaja saya minta maaf" mohon pelayan pada sistem dan Marie.


"Saya sudah memberi kesempatan jujur tetapi kamu tidak memakainua jadi Terima saja" aku melenggang pergi bersama sistem untuk mengobati Alana kerumah sakit terdekat.


Jika Alana sudah sembuh aku akan meminta pertanggung jawaban pelayan wanita tadi.


Aku tidak habis pikir dengan manusia sekarang, anak sekecil dan selucu Alana bagaimana bisa mereka tega menyakitinya.


Aku mengelus kepala Alana, berharap bisa cepat sampai di rumah sakit agar cepat di tangani.


Sesampainya di rumah sakit aku dan sistem langsung menuju ke administrasi untuk mendaftarkan nama Alana serta bertransaksi membayar pengobatan Alana.


Aku meletakkan Alana di atas kasur roda lalu di bawa oleh suster ke ruang rawat.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk Alana dok" ucapku khawatir.


"Baik saya akan mengobatinya dan akan melakukan yang terbaik, nona tenang saja" dokter tersebut menenangkan dia tersenyum ke arah Marie.


Dia adalah dokter sukses berusia 25 tahun, dokter paling muda dan juga jenius di Angkatan rumah sakit saat ini.


Dia bernama Arditama, sejak kecil keluarganya sudah kaya raya dan wajahnya juga tampan. Siapa saja pasti akan terpesona saat menatap dokter Arditama.


Dia lulusan kuliah kedokteran dengan sertifikat dan juga prestasi lainnya yang ia capai, di usia muda sudah sangat luar biasa membuat kedua orang tuanya sangat senang.


☺☺☺☺


Lanjut besok lagi ya😍

__ADS_1


jangan lupa dukung terus karya Author makasih banyakkk semuanyaaaaa


__ADS_2