
"Kenapa bos kita bisa seperti itu?" tanyaku pada Gisella.
"Biasa, fobia bos akan sensasi menakutkan kumat lagi"jawab Gisella sambil menghela nafas.
"Menakutkan, apakah aku semenakutkan itu?" tanyaku pada Gisella berharap dia ingin berbicara jujur.
"Tentu saja kamu sangat menakutkan, kamu memainkan peran sangat sempurna seperti karakter asli Felicia, aku pun merinding melihat mu berakting! "ucap Gisella dengan jujur.
Aku hanya memegang pelipis sedikit merasa pusing, ternyata hanya karena akting ku bisa menyebabkan sseseorang seperti itu.
"Baiklah mungkin untuk akting kali ini berakhir sampai sini saja, kalian semua boleh pulang" ucap sutradara perusahaan membubarkan semua orang.
Aku mulai mengikuti orang yang sudah melangkah meninggalkan perusahaan hiburan.
"Baiklah aku pulang duluan ya dadahh" Gisella melambaikan tangan ke arahku, aku membalas lambaian tangannya juga.
Aku melihat ke sekeliling, tidak ada mobil sistem yang sebelumnya bilang ingin menungguku di luar perusahaan.
"Apa dia pulang? bukankah dia bilang ingin menungguku pulang?" aku merasa bingung pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari jalan pulang sendiri, berharap aku tidak tersesat di jalan lagi.
Lumayan sekalian liat pemandangan sama jajanan di pinggir jalan, siapa tau ada yang aku inginkan akan aku beli.
Aku berjalan kaki, melihat ke sekeliling lumayan banyak jajanan di pinggir jalan. Aku rasa aku akan membeli semuanya karena semua jajanan itu aku menginginkan nya dan juga kelihatannya enak kebetulan juga aku sedang lapar aku tidak akan menyia-nyiakan makanan yang menggugah seleraku.
"Bang aku mau 1 harganya berapa?" tanyaku pada abang tukang makanan yang di gerobaknya sudah bertuliskan siomay.
"Cuma 2 euro ajah(Rp.34.000) "ucap tukang siomay.
Kau mengangguk lalu mengeluarkan uang didalam kantung baju sebesar 5 euro laku di berikan pada abang tukang siomay.
"Ini semuanya buat abang ajah" ucap ku dan mengambil siomay yang sudah jadi.
"Terima kasih banyak ya" abang tersebut tersenyum senang karena Marie sangat baik memberikan uang lebih, karena untuk saat ini sangat susah mencari uang.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk dan berlalu pergi ke tukang jajanan yang ingin aku beli selanjutnya hingga hari menjelang sore aku berencana untuk menyimpan makanan yang aku beli di rumah.
"Hari sudah sore dan aku masih belum pulang" aku melihat perubahan langit yang sebelumnya biru menjadi orange.
Aku berjalan untuk menelusuri jalan pulang, jujur aku tidak terlalu hapal hanya sedikit saja terlebih aku sering melihat sistem mengantar dan pulang bersama jalanan yang di lewati berkelak kelok, tidak lah mudah untuk menemukan jalan pulang.
"Ini belok kemana lagi ya" aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal saat menemukan pertigaan jalan. Aku tidak tahu harus belok kemana, sistem tidak bisakah dia muncul di sini. Aku hanya bisa menghela nafas dengan kasar.
Aku berniat ingin menghubungi sistem di dari layar sistem tetapi percuma juga jika sistem sedang berwujud manusia. Tidak kan bisa di akses pesanku.
Tiba-tiba seseorang membunyikan kelakuan mobil lalu membuka jendela mobil, aku melihat orang yang memberhentikan mobil di dekat diriku berdiri.
"Marie benarkah itu kamu?" tanya seorang pria lalu membuka kacamatanya.
"Robert? sedang apa kamu disini?"aku tidak membalas pertanyaannya tetapi aku malah bertanya balik padanya.
"Aku habis membeli barang di sana, kamu ingin kemana Marie?" tanya Robert tanya Marie, dia melihat ekspresi Marie yang kebingungan.
"Bo__bolehkah aku meminta tolong padamu? aku tidak tau jalan pulang bisa di bilang aku tersesat"aku terus terang meminta tolong robert karena hanya Robert yang bisa menolongku, jika aku tidak bilang Robert akan pergi begitu saja.
Aku mengayunkan tanganku saat Robert hanya terdiam tanpa menjawab ku"Robert kenapa diam apa kamu mau membantuku?"tanyaku sedikit takut jika Robert akan menolak permintaan tolong ku.
"Iya aku akan membantumu naiklah" ajakin Robert.
"Apa kamu tau alamat rumahmu di mana?" tanya Robert berpura-lura tidak tau, sebenarnya dia tahu rumah Marie karena pas itu dia pernah menjadi kurir eskrim Mixue tanpa sepengetahuan Marie.
"Aku__tidak tahu, aku tidak pernah bertanya rumahku ada di daerah mana aku hanya asal membeli rumahnya saja tanpa bertanya apa-apa lagi" aku menggaruk kepala yang tidak gatal sambil terkekeh kecil, aku benar-benar tidak bisa berbohong. Tetapi berhubung Robert tidak kenal dengan sifatku jadi dia tidak tahu kalau aku berbohong atau tidak.
Robert tersenyum, hari ini adalah hari keberuntungan Robert untuk mendekati Marie. Dia berencana untuk membawa Marie menginal di rumahnya.
"Oh__aku juga tidak tau rumahmu, bagaimana kalau kamu menginap di rumahmu saja?" tanya Robert menawarkan untuk menginap.
Aku berfikir sebentar, apa salahnya menginap di rumah Robert. Karena Robert juga tidak pernah ke rumahku, tidak mungkin mobil Robert akan sampai ke depan rumahku.
__ADS_1
Aku hanya menghela nafas kasar mau tidak mau aku harus menerima tawaran Robert, daripada aku tidak ada tempat tidur untuk malam ini.
Jika saja sistem tidak pergi, mungkin tak seperti ini tidak akan pernah terjadi.
Di sisi lain...
"Astaga aku sudah mencarinya berkeliling tetapi tidak menemukannya" sistem menghela nafas kasar karena sudah tidak kuat untuk mencari keberadaan Marie lagi.
Sistem melihat awan yang semakin gelap, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke ruang Marie, siapa tau Marie juga ada di sana jika beruntung.
Jika tidak ada sistem akan mencari nya kembali besok pagi.
Sebelumnya sistem hanya pergi sebentar untuk menghiruo angin tetapi dia tidak menyangka saat kembali lagi ke kantor perusahaan, perusahan itu sudah sepi dan hanya ada satpam.
Saat satpam perusahaan mengapa klien perusahan pulang tidak sesuai jadwal, satpam. perusahaan itu menjawab karena ada kendala bos perusahaan fobia nya kumat dan di larikan ke dokter psikologi.
Pada akhirnya sistem memutuskan untuk pulang berharap Marie baik-baik saja.
****
Aku dan Robert sudah sampai di tempat tujuan, aku langsung keluar dari mobil dan melihat rumah besar dan megah yang ada di depan mataku.
Apa ini adalah rumah Robert aku sama sekali tidak menyangka kalau rumahnha sebesar ini.
"Kamu hanya tinggal sendiri di rumah sebesar ini?" tanyaku pada Robert, aku melangkah mengikuti Robert memasuki kediaman yang nampak sepi hanya terlihat penjaga gerbang besar rumah Robert.
"Iya aku sudah terbiasa tinggal sendiri, karena orang tuaku juga sudah meninggal sejak lama" jelas Robert membuat Marie terharu.
Orang yang hidup sebatang kara tetapi bisa sukses seperti Robert merupakan hal yang luar biasa, pastinya usahanya sangat berat di bandingkan seseorang yang masih bersama orang tuanya. Mereka bisa saja masih di bantu kehidupannya oleh orang tua mereka.
Marie jadi teringat dengan James di dunia sebelumnya, nasib orang ini persis dengan James.
πππππ
__ADS_1
Lanjut?? gasken..