
Sistem melepaskan Marie dan kembali membaringkan badan di samping Marie.
"Maaf Marie" Sistem kembali mengecup bibir Marie dan memeluknya sebelum tertidur.
Aku merasakan kehangatan saat di peluk oleh sistem, aku juga memeluk sistem seperti layaknya guling di kasur kamarku.
Keesokan paginya aku terbangun dan melihat wajah tampan sistem yang masih terlelap.
"Baru kali ini aku melihat wajahnya sedekat ini" gumamku tersenyum lalu mengelus kepala sistem layaknya anak kecil.
Sistem membuka matanya saat merasakan tangan yang menyentuh kepalanya. "Apakah kamu mulai berani menyentuh ku Marie" sistem tersenyum pada Marie.
Aku tersipu malu saat ketahuan apa yang aku lakukan pada sistem di ketahui oleh dia.
"Aku hanya iseng saja tuh!" ucapku tidak ingin mengakui bahwa aku merasakan kenyamanan hingga ingin mengelus kepala sistem.
Aku beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Marie wanita yang imut" gumam sistem tersenyum.
Selesai mandi aku melangkah keluar kamar mandi dan baru menyadari jika tidak ada baju ganti.
"Si.. sistem bagaimana ini aku tidak ada baju ganti!"ucapku panik.
Sistem melangkah maju mendekati Marie, menyempitkan jarak di antara keduanya. " Biarkan saja kamu tidak memakai baju"ucap sistem tersenyum.
"Sistem cabull!" pekikku.
Sistem makin ingin melancarkan aksinya, dia mendekati wajah Marie hingga bibir keduanya bersatu, dari hanya mencium dengan lembut beralih ke l*mat*n.
Aku mengatur nafasku saat sistem melepaskan l*mat*nnya, aku mendoromg tubuh sistem dan berhasil menjauhkannya.
Dia benar-benar seperti ingin memakan ku hari ini. "Pliss.. aku mau makai baju, kalau kamu tidak ingin beri aku baju aku akan lari keluar dan di saksikan banyak orang!" ancam ku pada sistem saat tanganku sudah menyentuh gagang pintu. Tentu saja aku tidak akan benar-benar melakukannya, ini hanya trik supaya sistem bisa mengalah.
"Ha.. baiklah" sistem mengeluarkan baju khusus perempuan untuk di kenakan oleh Marie.
"Makasih Ai" ucapku tersenyum segera berlari kekamar mandi untuk mengenakannya. Akhirnya trik yang aku rencanakan bisa membuat sistem mengalah padaku.
Sistem menunggu Marie keluar dari kamar mandi dengan duduk menyilang di atas kasur.
__ADS_1
"Sudah selesai ayok pulang" ajak ku pada sistem.
"kamu cantik sekali" puji sistem sambil mengikuti langkah Marie keluar dari hotel.
"Makasihh" ucapku sambil tersenyum, seperti biasa kami berdua bergandengan tangan hingga keluar hotel.
Banyak orang di hotel menatap kami berdua mungkin mereka semua melihat kami seperti sepasang kekasih yang cantik dan tampan.
Seorang perempuan bertubuh lebih pendek dari ku menabrak sistem.
"Ah.. maaf aku tidak sengaja" ucap wanita tersebut menatap lekat wajah sistem, itu membuat hatiku sedikit tidak nyaman.
"Tidak apa-apa" jawab sistem singkat menanggapi permintaan maaf wanita di depannya.
Sistem dan aku berniat untuk langsung pergi meninggalkan wanita itu, tetapi aku tidak menyangka kalau wanita itu dengan tidak tahu malu menarik tangan sistem.
"Anu.. aku menyukai tuan muda sejak pandangan pertama, maukah tuan menjadi kekasihku?" tangan perempuan itu dengan santai di depanku.
Dia adalah putri dari pemilik hotel yang mereka singgahi kemarin untuk menginap, banyak orang menyaksikannya dan banyak pula yang mendukungnya.
"Aku sangat iri, andai saja dia adalah anakku akan sangat beruntung jika bersanding dengan putri pemilik hotel terkenal! " ucap salah seorang pria paruh baya di sekitar Marie dan sistem.
Sistem menepis tangan perempuan itu dengan ekspresi dingin, lalu mengambil tisu di kantungnya untuk mengelap bekas dari genggaman tangan putri pemilik hotel.
Sistem dan aku pun melewati kerumunan yang sedang menyaksikan dengan tenang, tetapi sebelum aku dan sistem benar-benar keluar dari tempat ini putri tersebut mengatakan hal yang membuat aku agak kesal.
"Memang apa bagusnya dia aku lebih cantik dan lebih memiliki segalanya di bandingkan dia lihat saja pakaiannya saja berbeda jauh dengan harga pakaianku!" hina perempuan tersebut pada Marie.
"Aku tidak peduli, jika kamu menginginkan dia ambil saja.. " aku melepaskan genggaman tangan sistem berlalu pergi keluar begitu saja meninggalkan sistem.
Sistem menoleh kearah putri pemilik hotel lalu tersenyum smirk"Tidak tahu malu sekali anda nona"ucap sistem dengan sinis lalu mengejar Marie yang sudah agak jauh darinya.
"Marie!" panggil sistem sambil berlari mengejar Marie.
Dia langsung menarik tangan Marie agar berhenti.
"Ngapain kamu? udah Terima ajah wanita barusan aku memang tidak semenarik wanita tadi, dan aku juga tidak tahu apa-apa tentang dunia ini.. aku lebih baik kembali dan bertemu lagi dengan James!"ucapku dengan kesal menarik kembali tangan yang di pegang oleh sistem.
Sistem tidak ingin melepaskan Marie begitu saja, dia langsung menarik kembali tangan Marie.
__ADS_1
"Percuma saja, tuanku tidak akan menyuruhku untuk mengembalikanmu ke dunia asalmu! "
"Aku mencintaimu apa kamu masih memikirkan pria lain saat sedang bersamaku.." ucap sistem dengan perasaan sedih.
Aku melihat sistem yang merasa sedih karena ucapanku, akhirnya aku mengalah dan memeluknya walau banyak orang yang berlalu lalang memperhatikan tetapi aku sama sekali tidak peduli.
"Sudahlah aku tidak mungkin seperti itu, james hanya sahabatku saja aku hanya merindukannya sebagai seorang sahabat.." ucapku menatap wajah sistem menyudahi pelukan yang aku berikan untuknya.
Sistem hanya mengangguk dan perasaannya kini membaik kembali, sistem berjalan pulang dengan Marie dengan bergandengan tangan.
Saat di perjalanan aku melihat orang yang berjualan, telor di campur kulit apa itu aku sama sekali tidak tahu.
"Sistem itu makanan apa?" tanyaku sambil menunjuk orang yang berjualan di pinggiran jalan.
"Oh itu lumpia telor" jawab sistem.
"Apa enak? bolehkah aku membelinya? " tanyaku dengan mata berbinar pada sistem.
"Boleh jika kamu menginginkannya akan aku belikan" jawab sistem dengan santai.
Aku mengangguk dan sistem langsung berjalan menuju penjual untuk membeli lumpia telor.
Aku juga menghampiri sistem untuk melihat bagaimana abang-abang membuat makanan ini. "Kamu gak mau beli juga?" tanyaku pada sistem.
"Gak deh buat kamu ajah, aku belum lapar mungkin nanti siang aku akan membeli makanan" ucap sistem pada Marie.
"Baiklah kalau begitu"aku menunggu lumpia telor itu matang sambil melihat proses pembuatannya ternyata tidak terlalu rumit.
Hanya butuh tidak sampai 10 menit sudah matang, aku mengambil lumpia telor yang dibeli.
"Coba makan deh" ucap sistem.
Aku menggigit besar lumpia telor walau masih panas. "Enak" aku terus memakan lumpia telor hingga tidak bersisa.
Sistem hanya terkekeh kecil melihat Marie memakan lumpia yang tiba-tiba sudah habis saja.
"Ternyata kamu suka semua makanan yang ada di dunia ini ya?" tanya sistem pada Marie.
Aku mengangguk karena tidak bisa di pungkiri dari makanan paling sederhana hingga mahal pun semuanya sangat enak hanya saja berbeda rasa dan juga kualitas kebersihannya.
__ADS_1
πππππ
Lanjut? gaskenn..