
Aku mengangguk, aku tidak bisa langsung mengerti. Tetapi pada intinya aku mengetahui jika Allah adalah Tuhan yang harus di sembah oleh umat muslim seperti bu Hartati.
"Terima kasih atas penjelasan nya walaupun aku hanya sedikit mengerti tetapi makasih sudah berbagi ilmu denganku" ucapku tersenyum.
"Sama-sama semoga nona bisa mengetahui kebenaran dunia yang sebenarnya walaupun aku tidak berharap nona menjadi kaum muslimin seperti saya setidaknya nona bisa mengerti betapa indahnya agama islam kelak di kemudian hari"ucap ibu Hartati untuk terakhir kalinya, dia tidak menjelaskan apapun lagi terkait dengan agamanya.
"Baiklah seperti nya aku dan sistem akan lanjut ke suatu tempat, maaf aku hanya bisa menemani kalian sebentar" aku tidak bisa berlama-lama menemani mereka semua, aku harus mencari orang miskin lagi sebelum sore.
"Tidak apa-apa nona Terima kasih anda sudah mentraktir kami"ibu Hartati tersenyum kepada Marie.
"Oh ya ini ada sedikit uang buat ibu "aku memberikan 2 lembar uang senilai 50 euro.
Ibu Hartati terbelalak tidak percaya, kenapa Marie sangat mudah memberikannya banyak uang. Hari ini dia sudah banyak merepotkan Marie dengan mentraktir dirinya beserta kedua anaknya makan sekarang Marie sampai memberikan dia uang 100 euro.
"Nona ini tidak perlu ya Allah"
"Tidak apa-apa Terima saja saya harus segera pergi" Aku menarik tangan ibu Hartati lalu langsung menaruh 2 lembar uang senilai 50 euro di telapak tangannya.
Aku langsung melambaikan tangan pergi meninggalkan mereka, begitupula juga dengan sistem mengikutiku pergi.
"Bu kk itu sudah cantik baik banget ya" ucap salah seorang anak laki-laki nya yang ping tua.
"Iyah nak besok kita bisa makan berkat kk itu" ibu Hartati tersenyum senang.
"Yasudah ayok kita lanjut cari botol, semangat ya nak" ibu Hartati menyemangati kedua anaknya.
"Siap bu kita berdua semangat kok soalnya tadi kan udah makan kenyang" ucap anak laki-laki tertuanya.
Ibu Hartati mengelus kepala anaknya dengan lembut lalu kembali mencari botol bekas di jalan. Walaupun sudah diberikan banyak uang oleh Marie ibu Hartati harus tetap mencari uang dan tidak boleh bermalas-malasan karena uang pemberian Marie bisa habis suatu hari nanti jika dia tidak ada simpanan bagaimana dengan ekonomi kedepannya.
*****
__ADS_1
Aku dan sistem kembali mencari orang miskin yang ada di jalan, aku tersenyum senang Membanmyangkan senyuman ibu Hartati saat mendapatkan uang dariku.
"Setidaknya aku bisa berguna untuk masyarakan, benarkan sayang" aku menoleh kearah sistem uang masih sibuk menyetir mobil.
"Iyah benar sayang, kamu sangat baik untuk orang-orang yang membutuhkan" sistem tersenyum tetapi tidak menoleh untuk melihat wajah Marie.
Aku kembali fokus melihat ke sekeliling jalan aku sama sekali tidak ingin seorangpun terlewatkan.
"Sistem lihat ada anak kecil perempuan dengan baju lusuh sedang mengumpulkan kardus" Aku menunjuk ke arah gadis kecil yang menuju ke arah minimarket untuk mengambil kardus bekas yang di taruh di depan pintu.
Sistem kembali memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, aku keluar dari dalam mobil lalu menghampiri gadis kecil tersebut.
"Nak kamu sedang apa?" tanyaku pada anak tersebut, beberapa orang melewati gadis kecil ini tetapi tidak ada yang peduli. Benar-benar tidak berperikemanusiaan.
Mereka semua tega melihat gadis sekitar umur 8 tahunan memunguti kardus bekas.
"Kk berbicara denganku?" tanya gadis kecil tersebut menoleh kearah Marie karena memang di rasa tidak ada anak kecil lain selain dirinya.
"Aku sedang mengambil kardus ini kk" ucap gadis tersebut.
"Memang kardus ini kamu mau bawa kemana?" tanyaku pada gadis kecil itu, sebenarnya aku tahu kardus ini untuk di jual.
"Tentu saja aku akan menjualnya kk, aku juga ingin makan tidak mungkin aku tidak bekerja" jawab gadis tersebut tersenyum, gadis yang benar-benar sudah di dewasakan oleh keadaan sangat berbeda. Dia tangguh dan juga tegar dalam menghadapi kehidupan yang pahit ini.
"Kenapa hanya kamu saja yang mencari kardus? orangtuamu kemana?" tanyaku lagi.
"Orang tua ku sudah meninggal setahun yang lalu, dan aku hidup sendiri"
Tidka terasa air mataku menetes, anak gadis sekecil ini bagaimana bisa menghadapi kehidupan yang begitu pahit. Terlebih lagi dia sangat kekurangan kasih sayang orang tua aku tidak bisa membiarkan gadis kecil sepertinya terus hidup sendirian.
Aku memeluk gadis lusuh ini walaupun banyak orang yang memperhatikan aku sama sekali tidak peduli, aku rasa aku akan merawat gadis kecil ini.
__ADS_1
"Kakak kenapa memelukku? apa kk tidak malu di lihat banyak orang?" ucap gadis itu membuat hatiku bertambah sedih.
"Tentu saja tidak, gadis sekecil kamu sudah mengalami hal seperti ini kk turut prihatin" ucapku melepaskan pelukan lalu mengelus kepala gadis kecil tersebut dengan lembut.
Sistem hanya bisa melihat Marie yang sepertinya merasa sangat kasihan terhadap gadis satu ini. Sistem juga sebenarnya merasa kasihan saat mendengar ucapan gadis kecil yang malang ini.
"Kamu mau ikut kk?" tanyaku pada gadis kecil yang ingin aku bawa pulang saya ini.
"Kemana kakak?"
"Kerumah kakak, aku akan merawatmu"
"Tapi kak, aku tidak ingin merepotkan orang lain untuk merawatku" tolak gadis tersebut, dia sama sekali tidak meminta siapapun untuk merawatnya tetapi jujur saja dalam hatinya dia sangat ingin mempunyai seseorang yang menyayanginya setulus hati.
"Tidak, kakak mau merawatmu kk akan menjamin segala keperluan hidupmu jadi kamu tidak perlu memulung kardus lagi okey" aku menarik karung berisi kardus bekas di tangan gadis kecil itu laku membuangnya.
Aku menggeneong gadis kecil itu, walaupun dia sedikit memberontak tetapi keinginanku tetap ingin merawatnya.
"Tenang lah kk akan membawamu, mulai hari ini kamu adalah anak adopsi kakak" ucap ku dengan suara yang lembut membuat hati gadis kecil tersentuh. Dia menangis sejadi-jadinya meluapkan segala emosi yang sudah di tahan selama ini dia hanyalah manusia biasa tidak mungkin bisa terus kuat menghadapi segala keadaan.
Jujur saja ingin bilang tidak sanggup menjalaninya, tetapi harus sanggup untuk hidup sendiri. Semua orang selama ini memandang gadis kecil ini dengan jijik tidak ada yang merasa kasihan dengannya apalagi merasa sayang padanya.
Semua itu hanya bisa di Terima oleh gadis kecil dengan lapang dada. Menjalani hari-harinya dengan ikhlas tanpa membenci siapapun.
Kehidupan yang begitu keras sudah dia jalani. Sehari-harinya hanya bisa memakan roti dari hasil penjualan kardus yang dia ambil itupun sudah membuatnya sangat bersyukur masih bisa memakan sesuatu dari hasil keringatnya sendiri tanpa merepotkan orang lain. Walaupun harus meminta bantuan orang lain belum tentu orang itu akan membantunya.
Pada intinya gadis kecil saat ini sangat senang dan bahagia bisa bertemu dengan Marie yang ingin mengadopsinya.
☺☺☺☺☺
Lanjut?? gasken..
__ADS_1