Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
49.Menyewa Villa


__ADS_3

Setelah selesai memperhatikan lumba-lumba aku dan sistem kembali ke tempat sebelumnya, aku duduk dan ingin rasanya tidur karena sudah merasa ngantuk.


"Jika kamu mengantuk tidur lah saja Marie"


ucap sistem.


Aku mengangguk memang itulah niatku sekarang, aku memejamkan mata hingga terlelap ke alam mimpi begitu saja.


Sistem yang melihat Marie sudah tertidur pulas ikut memejamkan matanya untuk menyusul Marie ke alam mimpi.


*****


"Marie bangun!" sistem menggoyangkan tubuh Marie.


Aku merasakan adanya tangan yang menggoyang-goyangkan tubuhku, aku membuka mataku dan melihat sistem mengucapkan sesuatu.


"Marie bangun kita sudah sampai di pulau Tahiti" ucap sistem pada Marie yang sudah duduk untuk mengumpulkan nyawanya.


"Sampai di pulau apa?" aku masih mengerjap-ngerjapkan mata agar tersadar sepenuhnya, aku tidak mendengar jelas ucapan sistem.


"Pulau Tahiti" sistem kembali memperjelas ucapannya.


Aku mengangguk dan langsung berdiri"Yasudah ayok kita turun"aku menggandeng tangan sistem lalu berjalan menuju bawah menuruni kapal pesiar.


Aku sudah menuruni kapal pesiar dan melihat sekitar pulau yang begitu indah, ternyata ini yang di sebut pulau Tahiti.


"Pulaunya indah sekali"ucapku masih melihat ke sekeliling pulau, pemandangan sore dan pulau yang indah banyak burung berterbangan juga ada beberapa tempat tinggal di sekitar pulau Tahiti ini. Airnya berwarna hijau cerah membuatnya semakin enak dipandang.



"Benar tetapi kita harus menyewa tempat tinggal dulu untuk bermalam disini" ucap sistem laku menggandeng tangan Marie, dia ingin Marie mengikutinya terlebih dahulu mencari tempat yang bisa di sewa.


Aku ikut melangkah dengan sistem hingga sampai di salah satu rumah dan juga wanita paruh baya yang menghampiri kami berdua.


"Apakan tuan dan nona ingin menyewa tempat tinggal?" tanya wanita yang terlihat sudah sedikit keriput sepertinya usianya menuju 45 tahun.


"Iyah nyonya apa ada tempat yang masih kosong kami berdua ingin bermalam di pulau ini" njawab sistem antusias.

__ADS_1


"Tentu saja silahkan lewat sini" wanita paruh baya berjalan untuk menemukan tempat tinggal kosong yang masih bisa di sewa oleh sistem dan juga Marie.


Aku dan sistem berjalan mengikuti wanita tersebut hingga sampai di suatu villa yang ada di pulau ini.



Ternyata di pulau ini terdapat villa yang bisa di sewakan"Baiklah aku mah menyewa villa ini harganya berapa nyonya?"tanya sistem sambil membuka dompet dari saku celananya.


"Untuk satu malam harganya 150 euro tuan" jawab wanita paruh baya tersebut.


Sistem tidak mempermasalahkan karena harganya yang terjangkau dan lumayan juga ukuran villa yang akan di tempatinya serta fasilitas nya juga lumayan bagus tidak rugi jika sistem harus mengeluarkan 150 euro(Rp.2.500.000)untuk 1 malam.


"Tunggu nyonya apa tidak bisa lebih murah?" tanyaku karena tidak menyangka harga yang dikeluarkan akan semahal itu.


"Tidak bisa nona harga untuk satu malam sudah di tetapkan" jawab wanita paruh baya menolak yang namanya penawaran harga untuk menginap di villa nya.


"Sudahlah Marie tidak apa-apa lagi juga 150 euro sudah sepadan dengan fasilitas yang kita dapatkan di villa ini" sistem tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Marie.


Aku tersipu malu ternyata di depan wanita yang sudah berumur dia pun berani mengelusku dengan lembut.


"Apa yang kamu lakukan" aku menepis tangan sistem yang masih saja mengelus kepalaku.


"Nona tenang saja hal seperti ini sudah biasa di kalangan anak muda jadi saya tidak akan mengganggu kalian"ucap wanita paruh baya masih menunggu uang yang akan di berikan sistem.


Sistem mengerti lalu langsung memberikan uang senilai 150 euro kepada wanita itu, setelah memberikannya dia langsung berlalu pergi meninggalkan sistem dan Marie berdua saja.


Tidak ingin menganggu masa muda yang akan di nikmati oleh mereka berdua.


"Kita taruh barang-barang kita di dalam dulu, setelah itu baru kita akan bermain keluar jika kamu mau" ucap sistem sambil memasuki villa untuk menaruh barangnya di dalam.Begitu juga dengan Marie yang menaruh barang ke dalam villa.


Aku mengganti bajuu untuk menikmati pemandangan, baju yang lebih simpel.


"Ayok sistem kita nikmati pemandangan di luar" ajakku pada sistem.


Sistem hanya mengangguk, ternyata Marie sudah mengganti pakaiannya. Lebih simple dan mungkin akan cocok dipakai saat di pulau seperti ini.


Aku dan sistem keluar dari Villa menuju lautan yang terbentang luas, sembari menikmati pemandangan matahari terbenam.

__ADS_1


Di pulau Tahiti matahari terbenam bisa terlihat jelas dibandingkan di kota tempat yang aku dan sistem tinggal, matahari terbenam tertutup oleh gedung pencakar langit.



Sistem tertegun sebentar melihat wajahnya Marie yang di terpa angin. Dia benar-benar sangat mempesona dan cantik.


"Marie kamu cantik sekali" puji sistem masih memandang wajah cantik Marie.


"Bukankah kamu selalu bilang aku cantik? aku menghapus makeup ku loh menurutmu masih cantik?" tanya ku sambil tersenyum.


Mau dengan Make Up ataupun tanpa make up Marie sangat cantik. Sama saja memang Marie adalah wanita yang sudah cantik dari lahir. Mau tanpa make up pun dia sudah sangat mempesona.


Sistem mengangguk"Iyah kamu tetap cantik walaupun tanpa Make Up. Aku menyukai versi apapun dari mu sayang"sistem tersenyum lalu langsung mencium bibir Marie sekilas.


Aku yang mendapat ciuman tiba-tiba merasa terkejut, aku melihat sekitar tidak ada siapapun yang melihat kami berdua berciuman. Aku bisa bernafas lega jika ada yang melihat aku akan sangat malu.


"Kamu! untung saja tidak ada yang melihat kitaa" aku mencubit lengan sistem sehingga sistem meringis sakit.


"Iyahh_maaf habis bibirmu menggoda" ucap sistem sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Tiba-tiba sebuah kejadian muncul di tengah laut, kejadian tersebut sontak membuat beberapa orang penasaran dan akhirnya melihat ada apa di laut.


Mereka semua mendengar suara misterius, yamg tidak tahu hewan apa yang bisa bersuara se misterius itu.


Sebuah kapal pesiar lewat tetapi ada banyak tentakel yang keluar dari dalam laut laku menenggelamkan kapal pesiar begitu saja.



Semua orang termasuk Marie dan sistem juga sangat terkejut kejadian ini sangat tidak terduga, semua orang menjadi takut dengan kemunculan tentakel raksasa ke permukaan.


Aku tidak tahu apa yang terjadi, dan tentakel yang muncul saat ini mirip seperti tentakel gurita hanya saja tentakel gurita tidak mungkin sebesar yang saat ini aku lihat.


Sekarang tubuhku sedikit bergetar, jika nanti kami pulang menggunakan kapal lagi apakah akan bernasib sama seperti kapal barusan yang tenggelam di tengah laut?


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Lanjutt?? gasken..

__ADS_1


__ADS_2