Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
9.Sistem Bodoh


__ADS_3

Aku menaruh kotak itu di atas meja slalu mencari tutup kotak untuk membukanya, aku bingung dengan kotak di dunia ini kenapa tidak ada tutupnya.


"SISTEM! "teriakku memanggil sistem agar memberitahu cara membuka kotak eskrim ku.


Sistem segera datang ke dapur melihat muka Marie yang cemberut"Ada apa?kenapa teriak-teriak memanggilku?"tanya sistem.


Aku menunjuk kardus yang ada di atas meja" Aneh banget kenapa kardus di dunia ini gak ada tutupnya?"tanya ku lalu kembali memperhatikan kardus di atas meja.


Sistem tersenyum dan berusaha menahan tawa dengan ke tidaktahuan Marie, itu sangat lucu tetapi sistem tidak ingin membuat Marie marah karena menertawakannya.


"Marie, tidak beda kok kotak di dunia ini dan duniamu sama cuma kotak ini di perketat oleh lakban supaya barang di dalam tetap aman dan tidak terjatuh saat di jalan" sistem menunjukkan garis bening yang ada di atas tutup kotak.


"Lalu bagaimana cara membukanya?" tanya ku masih cukup bingung, ternyata kardus di dunia ini sama dan hanya di perketat oleh lakban, benar-benar merepotkan untuk memahami dunia Baru ini. Apalagi kehidupan aku akan cukup lama di dunia ini.


Sistem segera mengambil pisau yang terletak di lemari tempat penyimpanan makanan, lalu kembali ketempat semula untuk membuka kardus.


"Pakai ini" ucap sistem sambil memperlihatkan benda yang ada di tangannya.


"Apa ini?" aku mengambil barang di atas tangan sistem dan melihatnya bolak balik.


"Ini adalah pisau untuk memotong segala macam daging dan juga benda-benda yang tidak cukup keras" jelas sistem pada Marie.


"Coba kamu potong lurus mengikuti lakban ini, taruh pisau di atasnya lalu kamu geser ke bawah" jelasnya lagi sambil mengajarkan Marie menggunakan benda pisau.


Aku mengangguk dan mencoba kata-kata sistem, benar saja saat aku mempraktekan nya kardus itu mulai menampakkan tutupnya dan terbuka.


Dengan cepat aku melihat isi di dalamnya, banyak eskrim yang sudah di tempatkan dan ada tulisan di atasnya mengenai rasa eskrim Mixue tersebut.


"Taruh saja semuanya di dalam kulkas agar eskrimnya tetap terjaga dan padat" saran sistem membantu membereskan semua eskrim dari dalam kardus.


Aku mengambil 1 tempat eskrim untuk aku buka dan memakannya di depan.


"Aku sarankan kamu tidak memakan eskrim terus, nanti gigi kamu sakit" sistem memberi nasihat pada Marie saat sudah mengeluarkan 1 eskrim siap untuk di makan.


"Tapi aku mau eskrim! " ucap Marie dengan ngeyel langsung membuka dan memakan eskrim dengan sendok eskrim yang sudah di sediakan di kardus.

__ADS_1


Sistem hanya melihat Marie tidak ingin memarahinya, biarlah nanti dia merasakannya sendiri dan pasti tidak akan pernah mengulanginya lagi.


"Terserah kamu saja, anak kecil pun akan menurut jika aku bilang begitu" peringat sistem sekali lagi.


Sistem hanya menggelengkan kepala saat melihat Marie benar-benar tidak peduli dengan peringatannya, malah Marie pindah posisi untuk membawa eskrimnya ke depan.


Aku duduk di atas sofa dengan santai sambil melanjutkan makan eskrim yang ada di tanganku, benar-benar sangat enak aku sangat menikmati sensasi makan eskrim.


Padahal tadi aku cukup banyak makan eskrim di tempat penjualannya langsung, tapi aku merasa belum puas sekarang dan memutuskan untuk makan eskrim lagi.


"Sistem bodoh, eskrim se enak ini dia benar-benar tidak ketagihan" gumam ku dengan suara kecil dan melihat sistem yang tidak mempedulikanku makan, dia asyik membaca buku yang ada di atas meja ruang tamu.


"Hei aku bisa mendengar itu!" sistem melirik dengan tajam ke arah Marie.


"Hah, memang apa yang aku katakan?" tanyaku pura-pura tak tau sambil melahap eskrim sampai tak bersisa.


Aku menaruh tempat eskrim yang sudah habis di atas meja ruang tamu, aku merasa ngantuk setelah memakan eskrim.


"Aku mengantuk.. " ucapku ingin kembali ke kamarku.


"Apa yang kamu inginkan, aku ingin tidur minggir!" aku menepis tangan sistem yang di depanku sedang menghalangi jalanku.


"Seenaknya ingin pergi dari hadapanku?" sistem mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Marie.


"Ka.. kamu?! apa yang kamu lakukan? " aku mendorong tubuh sistem hingga terdorong beberapa meter. Aku tersipu malu sambil memegang keningku.


Sistem menyadarinya dan langsung membuang muka ke kiri, dia tersipu malu tetapi dengan cepat ekspresi nya ia kembalikan seperti semula.


"Aku tadi.. refleks..maaf." ucap sistem berbohong, padahal sebelumnya tiba-tiba dia sangat ingin mencium Marie.


Aku dengan cepat berlari memasuki kamar agar tidak terjadi lagi hal yang tidak pernah di inginkan.


Dadaku berdegup dengan kencang ketika mendapatkan moment seperti barusan, wajahku sangat panas rasanya mungkin kah rasa maluku berlebihan.


Aku berjalan ke arah kaca panjang yang berdiri di samping lemari. "Wajahku merah sekali.. "ucapku pada diri sendiri.

__ADS_1


"Dia bilang refleks mungkin saja, kan dia pernah bilang tidak punya perasaan cinta pada manusia" ucapku lagi, cukup masuk akal jika di pikir kan kembali ucapan sistem.


Aku pun berjalan kembali menuju kasur untuk merebahkan tubuhku, rasanya sangat lelah dan mengantuk. Padahal seharian ini aku hanya menunggu nenek yang ingin menyebrang jalan.


"Aku jadi ingin bertarung lagi jika di Pikir-pikir" gumam ku sambil menutup mata berharap ketika tidur aku bisa memasuki mimpi indah.


Di dalam mimpi Marie:


"Kenapa kamu pergi meninggal kan ku" ucap James dengan ekspresi sedih di depan Marie.


Aku menatap kedepan bahwa yang berbicara di depanku benar-benar James dan tempat yang ku injak ini adalah dunia asli ku.


"Aku.. aku tidak meninggalkanmu James aku hanya bersenang-senang saja" ucap ku menenangkan James.


"Bersenang-senang bersama pria lain dan pergi dari kehidupanku selamanya?"Air mata James sudah luruh di pipinya.


Aku agak terkejut melihat James menangis, pria kuat yang ku kenal ternyata bisa menangis di depanku seperti ini.


"Aku... akan kembali ke dunia asli ku percayalah, aku akan memintanya untuk mengembalikanku.. "


James tidak berhenti menangis, dia terus menangis tanpa menjawab lagi.


Aku menghampirinya dengan perasaan sedih juga, sebagai seorang sahabat bertahun-tahun selalu bersamanya dan berpisah begitu saja memang sangat menyakitkan dan tentu saja berat di hati James.


"Sudahlah berhenti menangis" aku menepuk pundak James untuk menenangkannya.


James pun berhenti menangis dan kembali menatap wajahku, dia sama sekali tidak berbicara lagi sepatah kata pun, bebalik dan meninggalkanku.


"James berhentii kamu mau kemana?" aku berlari mengejar James, tetapi entah mengapa aku sama sekali tidak bisa menggapainya dia terlalu jauh padahal dia tadi hanya berjalan tetapi mengapa aku yang berlari tidak bisa mengejarnya.


"Tidak James jangan pergi, tunggu!"


seketika aku terbangun dari mimpiku bercucuran keringat yang deras membasahi tubuhku, apa mimpi yang aku alami kenyataan?


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


Lanjut gak nih?? gaskenn... 😁


__ADS_2