
Saat semua orang di rasa sudah tertidur pulas Felicia keluar dari kamarnya, pertama dia memasuki kamar ibunya Margaret.
Karena kepribadian ganda dia berubah menjadi anak yang tidak bisa di remehkan begitu saja.
Felicia tersenyum sebelum menusuk ibunya, ekspresi Felicia sangat mengerikan saat ini.
Jlebb!
Pisau yang di pegang Felicia sekarnag sudha di tabcapkan di perut Margaret.
Margaret terkejut karena tiba-tiba dari alam bawah sadarnya merasakan sakit seperti tusukkan, saat membuka mata dia berteriak kesakitan. Dia melihat Felicia yang diam-diam menusuknya dan tersenyum sangat menyeramkan.
Sebelum keluarga besar ini mendengar teriakan Margaret, Felicia kembali menusuk-nusuk Margaret yang tidak berhenti berteriak kesakitan hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Entah Margaret mati atau di ujung kematian semua itu belum tentu jadi sebagai tusukan terakhir Felicia menancapkannya di jantung Margaret sehingga ia kehilangan nyawa sepenuhnya.
Cut!
Sutradara mengelap keringat dingin yang bercucuran dia ikut menghayati peran Felicia, sehingga pikirannya seperti tertuju jika adegan yang Marie perankan adalah kenyataan.
Semua orang juga ikut terbawa suasana bahkan beberapa orang sekarang sedang gemetar ketakutan.
__ADS_1
Sutradara percaya bahwa Marie akan membawa pencapaian yang kuar biasa di film kali ini.
"Marie, barusan sangat menegangkan! " ucap Giselle menghampiri Marie, bahkan saat Marie sudah selesai berekting Giselle masih berkeringat dingin karena masih terbayang di dalam pikirannya. Bahkan sekarang dia merasa sedikit takut berada di sekitar Marie walaupun ia tahu ini hanyalah akting tidak mungkin Marie juga memiliki kepribadian ganda yang mengerikan.
"Aku rasa juga begitu, karena bukan hanya kamu yang merasakannya" aku menggaruk kepala yang tidak gatal, ada rasa bersalah aku terlalu serius untuk mendalami peran sehingga membuat orang-orang ketakutan.
"Maafkan aku semuanya jika aku terlalu mendalami peran ini, lain kali aku akan biasa saja dalam mendalami peran"ucapku.
"Eh.. Marie bukan seperti itu, sebagai sutradara aku merasa senang karena kamu punya kemampuan yang luar biasa. Tidak apa-apa kembangkan terus bakatmu, jangan hiraukan kami yang ketakutan" Sutradara tidak setuju jika Marie akan menampilkan peran biasa saja, malah bagus jika Marie mempunyai kemampuan itu akan membuat penonton makin menyukai film tailer dari perusahaan ini.
"Iyah benar jangan pedulikan ketakutan kami, akting mu sangat luar biasa Marie" sambung karyawan lain menghampiri Marie.
"Baiklah, sudah sebentar lagi kita semua akan pulang bagaimana jika kita merayakan hari ini?" tanya sutradsra yang akan mentraktir semua orang.
"Tapi aku sudah ditunggu oleh pacarku di depan perusahaan bu, dan aku juga akan mengunjungi seseorang di rumah sakit"aku menanggapi ajakan sutradara demi Alana aku akan menolak ajakan sutradara.
"Di rumah sakit? apa keluargamu ada yang sakit? kalau begitu lebih baik kita bersama-sama menjenguk keluargamu saja" sutradara tersenyum, dia adalah sosok yang peduli dengan pegawai nya. Terlebih menyangkut soal keluarga, semua orang mempunyai keluarga dan itu merupakan harta berharga, sangat berharga daripada emas.
Aku menggeleng pelan"Yang sakit adalah anakku"jawabku jujur membuat beberapa orang terkejut dan sutradara yang sedang minum akhirnya tersedak minumannya sendiri.
__ADS_1
"Hah? serius anak semuda kamu sudah menjadi janda dan mempunyai anak? " tanya sutradara masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Marie. Begitu juga semua orang yang menyukai Marie di perusahaan menjadi penasaran dengan sosok Marie dan juga status Marie saat ini.
Aku menggeleng dengan cepat, janda? bukankah itu terlalu cepat untukku. Aku saja masih ingin menikmati masa muda, aku masih berumur 21 tahun.
"Tidak, dia hanya anak angkat ku. Sudah sutradara tenang saja ini adalah urusanku kalian semua tidak perlu bertanya lagi. Aku masih murni dan belum menikah statusku lajang bukan janda" jelasku lagi membuat pegawai yang menyukai Marie bernafas lega.
"Ahh__kami akan ikut kamu untuk menjenguk anak angkat ku" ucap sutradara tersenyum, sekali lagi dia masih ingin menjenguk orang sakit walau itu adalah anak kecil.
"Tidak usah nanti jika Alana sudah melewati masa kritis kalian baru boleh menjenguknya" peringat ku dengan menekankan kondisi Alana yang kritis, pasti mereka semua tau orang kritis tidak akan bisa di ganggu oleh siapapun, hanya keluarga yang bersangkutan yang boleh melihatnya.
Akhirnya mereka semua setuju termasuk sutradara, rencana sutradara yang ingin mentraktir semua orang tidak akan pudar, mereka semua mengikuti sutradara dari belakang sedangkan aku berjalan keluar untuk melihat sistem.
Benar saja mobil sistem sidha terparkir di depan perusahaan.
"Halo sayang, lama gak nunggunya? " tanyaku sambil tersenyum sambil menatap Sistem.
"Gak kok, kalo soal menunggumu mau sampe kapanpun aku tidak akan capek" ucap Sistem sambil melihat orang perusahan yang sudah keluar dan ingin berlalu lalang mencari tukan makanan yang berada di dekat perusahaan.
Aku terkekeh mendengar perkataan sistem, Lama-lama perilaku sistem nambah lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Sistem menjalankan mobil menuju rumah sakit dimana tempat Alana di rawat inap.