
Ini lanjutan Pov Robert Kalian jangan skip-skip biar faham sama alur sebelumnya~
Bacanya perlahan ajah tapi santai, sambil ngopi juga enak baca novel xixi
__________________________________________
Sudah saatnya bagi Robert untuk pulang bekerja, tetapi Robert sebelum pulang ingin memastikan sesuatu di tempat pembuangan sampah.
Robert berfikir jika buku terbang hanya khayalannya semata, bukankah tidak ada yang namanya hantu di siang hari? ya Robert percaya jika tadi dia hanya terlalu banyak pikiran hingga mengkhayal melihat buku terbang dan pasti yang dia lihat hanyalah ilusi semata.
Sesampainya di tempat pembuangan Robert melihat kanan dan kiri tidak ada orang sama sekali, tidak ada buku seperti tadi yang di lihat siang hari. Sudah dapat di pastikan Robert hanya mengkhayal yang tidak-tidak. Robert menghela nafas lega jika ternyata buku terbang tidak benar-benar ada.
Tidak lama kemudian buku siang tadi keluar lagi di hadapan Robert.
Robert terkejut, dia kembali ketakutan ternyata bukan khayalan dan hantu di siang hari benar-benar ada tetapi sekarang sudah menjelang sore.
"To__tolong saya tidak berniat mengganggu tuan hantu maafkan saya!" Robert menunduk sambil memejamkan matanya tidak ingin melihat buku yang masih terbang di hadapannya.
"Hantu dari mana?! aku adalah buku pewujud keinginan!"buku tersebut mulai mengeluarkan suaranya dan malah membuat Robert semakin takut tetapi entah kenapa Robert tidak bisa lari seperti siang tadi, kakinya seperti di tahan oleh sesuatu yang tidak terlihat.
"Buku pewujud keinginan? saya ti__tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh tuan hantu mohon ampuni saya" Robert kembali memohon agar hantu yang ada di depannya memaafkan dia, karena merasa dirinya sudah mengganggu ketenangan dari buku itu.
"Aku bilang aku bukan hantu, tapi aku adalah buku pewujud keinginan. Karena kamu sudah melihatku aku bisa mewujudkan apapun keinginanmu.. " jelas buku itu kembali berbicara pada Robert.
Robert terdiam sambil memikirkan perkataan buku tersebut, apakah dia harus percaya ucapan buku itu?
__ADS_1
"Kamu adalah orang terpilih, jika kamu masih mengira aku hantu aku akan menunjukkan bentuk asli ku"
Buku pewujud keinginan berubah menjadi orang berjubah hitam dengan wajah yang tampan, tetapi bola mata pria itu berwarna merah menyala seperti iblis.
Robert tidak percaya, ternyata buku yang dikiranya adalah hantu bisa berwujud manusia. Jika hantu bukanlah itu hanya menakutinya saja dan tidak terlihat wujud aslinya!
"Aku akan menghilangkan tekanan yang ada pada kakimu" ucap pria berjubah hitam lalu menghilangkan kekuatan yang sudah membuat Robert tidak bisa kabur tadi.
Perlahan Robert melangkahkan kakinya menuju pria berjubah hitam itu, dia menekankan rasa takut yang masih terselubung di dirinya sendiri.
"Be__benarkah kamu bisa mewujudkan keinginanku tu_tuan?" tanya Robert memberanikan diri berbicara pada pria berjubah hitam di depannya.
"Tentu saja semua yang kamu ingin kan pastinya aku bisa mengabulkannya!" jawab pria berjubah menyeringai.
"Lalu selanjutnya aku harus melakukan apa padamu?" tanya Robert lagi.
"Bawa aku pulang dan baca tata caranya, jika sudah mengerti bawalah target kedalam rumahmu lalu lalukan seperti cara yang sudah tersedia" jelas pria berjubah lalu kembali menjadi buku terbang.
Robert mengambil buku tersebut seperti yang di sarankan oleh buku itu dia harus membawa buku tersebut ke dalam rumahnya.
Tetapi di satu sisi Robert bingung bagaimana cara dia membawa Marie kedalam rumahnya sedangkan dia saja tidak dekat dan juga tidak akrab dengan Marie. Robert menghela nafas dengan kasar, jika memang kesempatan bisa datang walau satu kali Robert tidak akan pernah melepaskan bahkan menyia-nyiakannya.
"Marie aku sangat mencintaimu maafkan aku.. " ucap Robert dengan lirih.
Sejak awal Robert tidak menyukai sistem yang selalu bisa mendampingi Marie. Bisa saja dia merebut Marie dari sisi sistem, Robert akan menikahi Marie sedangkan sistem tidak bisa menikahi Marie bukankah ini adalah kesempatan besar untuk mengikat Marie agar tidak lari dari hidupnya lagi.
__ADS_1
"Tidak usah merasa bersalah, bukankah ini keinginanmu?" Tiba-tiba buku itu bersuara kembali saat mendengar ucapan lirih Robert.
"Tapi aku tidak tahu apakah akan ada kesempatan untuk membawanya kerumahku!"Robert masih tidak habis pikir, walaupun ini adalah keinginannya sendiri tentu saja tidak semudah seperti yang di ucapkan, mewujudkannya tentu saja harus mempunyai usaha yang keras.
"Pasti ada kesempatannya aku akan menunggu" buku tersebut seperti menyemangati Robert.
Robert hanya mengangguk dia kembali menghela nafas kasar dan akhirnya berjalan pulang.
Tiba-tiba saat di jalan dia melihat seorang wanita seperti Marie sedang membawa banyak makanan, karena tidak percaya dengan apa yang di lihatnya dari jauh Robert berusaha menghampiri Marie.
Dia terkejut jika wanita yang di lihatnya adalah Marie, bukankah kesempatan datang secepat ini benar-benar keberuntungan baginya.
Robert mulai menjalankan siasat nya dari dia memberikan tumpangan untuk mengantarnya pulang, dari situ Robert sudah tidak percaya diri untuk membawa Marie kerumahnya.
Tetapi keberuntungan berpihak padanya, Marie lupa alamat rumahnya dan memutuskan tinggal di rumah Robert.
Marie mulai mencurigai gelagat aneh Robert saat sudah hampir tengah malam. setelah Robert memberikan saran untuk tidak mengunjungi kamarnya saat tengah malam Marie sudah tidak peduli lagi karena terlalu lelah.
Hingga sistem diam-diam datang dan membawa Marie keluar.
πππππ
Oke kita lanjut Alurnya di eps selanjutnya~
Lanjut?? gaskenn..
__ADS_1