
Aku melihat sekeliling yang belum terjadi apapun, jadi aku hanya bisa menunggu.
"Kamu saat tidur di rumah tadi terlihat seperti kelemahan apa kamu sibuk kemarin?" tanya ku pada sistem yang masih menatap jalan.
Sistem menoleh ke arahku"Ya aku memang agak sibuk kemarin"ucap sistem dengan jujur.
Sistem tidak menjelaskan detailnya tapi dia benar-benar sibuk menerima perintah dari tuannya yang harus mengerjakan ini dan itu.
"Oh memang kamu mengerjakan apa?"tanyaku lagi.
"Ada lah itu soal antara aku dan tuan kamu tidak perlu tahu" jawab sistem sambil tersenyum setelah itu sistem kembali mewaspadai daerah sekitar.Sistem sudah melihat tanah yang mulai rapuh seperti mau ambruk ke bawah, ini baru jam setengah 12 rasanya terlalu cepat dan apakah waktu yang di berikan tidak akurat.
"Sepertinya sudah mulai semakin jelas akan terjadi longsor, benar katamu kemungkinan waktu terjadi longsor tidak akurat.." sistem kenunjuk ke atas yang sudah terlihat jelas retakan pada tanah sepertinya tidak lama lagi akan terjatuh bisa jadi setengah jam lagi ataupun 1 jam lagi jika di lihat dari kondisi tanahnya.
Aku mengangguk karena aku juga melihatnya, sudah terlalu jelas sepertinya tidak akan lama lagi. Aku sudah siap sedia dengan cangkul ku yang aku pegang.
Tepat pukul 12 siang tanah longsor terjadi di daerah itu, benar saja 5 orang yang lewat tertimbun 2 orang terluka karena kaget tiba-tiba tanah jatuh di depan mereka.
5 orang tersebut jika di lihat tadi 4 orang membawa motor dan 1 orang membawa mobil.
Aku sudah berlari ke sekitar gumpalan tanah longsor, banyak orang menyaksikan aku menggali nya dengan cangkul. Galian ku sangat cepat sehingga membuat orang-orang sekitar yang menonton menganggapku hebat.
"Bertahanlah kalian semua, aku akan menyelamatkan kalian" ekspresiku berubah menjadi sedih aku tidak berharap akan ada korban nantinya aku berharap agar semua orang bisa selamat hari ini.
Aku terus menggali sehingga seorang pemuda tampan bisa keluar dari dalam tanah dan mengambil nafas lega, dia benar-benar sangat berterima kasih padaku. Aku terus menggali tanah hingga tidak lama kemudian 2 orang lainnya ikut terselamatkan tanpa merenggut nyawa mereka terselamatkan tepat waktu sebelum kehabisan nafas didalam tanah.
Aku tidak tahu sudah lebih dari 1p menit aku menggali aku belum menemukan mereka berdua aku sangat khawatir.
"Aku harus bagaimana, apakah akan tepat waktu" gumamku dengan perasaan yang bercampur aduk dari sedih, khawatir, marah semuanya ada di dalam diriku.
Setelah aku mengatakan itu, aku menemukan seseorang di dalam tanah. Dia sudah tidak sadarkan diri aku berusaha mengangkatnya hingga sampai ke permukaan tanah.
Tersisa satu orang, dan pastinya ada satu mobil yang tertimbun tanah longsor.
Para pria yang sampai ke daerah tanah longsor dengan cepat langsung menghampiri dan membantu Marie, tidak memperbolehkan Marie sendiri yang menggalinya.
Kami semua bekerja bersama-sama mencari korban bencana longsor, aku merasa senang dengan kepedulian mereka terhadap sesama.
Salah seorang dari pria yang membantu menghali tanah menemukan sebuah mobil yang tertimbun, itu pun masih perlu di bali lebih dalam agar lebih mudah mengevakuasi korban.
Aku dan semua orang dengan semangat menggali tanah longsor hingga akhirnya kami berhasil menyelamatkan korban bencana.
__ADS_1
Aku mengetuk kaca mobil siapa tau orang yang ada di dalam masih sadarkan diri.
Benar saja orang yang ada di dalam membuka pintu mobil.
Aku melihat orang yang keluar, sepertinya aku pernah bertemu di suatu tempat.
"Kamu__! " pekik kami berdua saat bertemu.
"Kamu adalah bos sombong yang waktu itu?! " Aku berusaha menetralkan ekspresi ku, kalau tahu itu adalah dia mending membiarkannya saja aku tidak sudi menyelamatkan orang sombong seperti dia.
"Kamu adalah wanita miskin yang waktu itu?! " bukannya menjawab dia malah bertanya kembali.
"Dasar tidak tahu diri, sudah di selamatkan bukankah harusnya kamu bilang Terima kasih?" Aku memasang raut wajah tidak senang, aku sangat tidak suka melihat dia lebih baik dia pergi dari hadapanku.
Pria sombong itu tetap saja angkuh dan merasa kalau dia terselamatkan adalah berkat keberuntungan yang selalu datang dalam hidupnya bukan karena wanita miskin di depan matanya ini.
"Huhh.." pria itu melambaikan tangan pada semua orang dan ikut menyingkir dari tempat bencana tanah longsor.
Aku hanya menggelengkan kepala karena perilaku pria itu benar-benar tidak tahu Terima kasih, apakah bilang Terima kasih saja sulit bagi dia?
Aku kembali menghampiri sistem karena misi telah selesai aku mendapatkan apa yang menjadi milikku, hadiah yang sudah di janjikan sistem.
"Status" ucapku lalu muncul lah layar yang menjelaskan tentang statusku.
Status Player:
Nama:Marie Antoinette
Level:5 (+1) up
Misi:Menyelamatkan Korban Bencana Longsor(5/5) Completed!
Tinggi:180cm
Berat:52kg
Umur:28tahun
Kekuatan:SSS
Fisik:****SSS****
__ADS_1
Ketahanan:SS
Penampilan:SSS
Status Kedudukan:Ratu Prancis Kuno
Daya Tarik:SS
Hobi:Bermain Pedang Legendaris
Tingkat Berbahaya Player:SSS
Kecerdasan:SSS
"Hebat sekali" gumamku merasa senang karena statusku meningkat drastis.
Sistem menghampiri Marie yang masih berdiri diam di tempat kejadian bencana longsor, dia tahu jika Marie sedang melihat statusnya untuk memastikan.
"Apa kamu senang?" tanya sistem pada Marie yang tersenyum-senyun sendiri.
"Tentu saja senang dengan kenaikan statusku maka aku akan lebih mudah kedepannya dalam mengerjakan misi, terlebih lagi semakin lama misi ini akan semakin sulit kan" ucapku pada sistem.
Sistem hanya mengangguk karena perkataan Marie benar. Disisi lain saya mereka berdua sedang asyik mengobrol, dua orang pria sedang memperhatikan mereka.
"Apa dia pacar dari perempuan itu? " tanya bos sombong itu pada assistent di sampingnya.
"Bisa jadi tuan, sepertinya mereka berdua sangat akrab" ucap assistem bos dengan memperkirakan nya, karena memang mereka berdua seperti bukan mempunyai hubungan yang biasa saja.
"Tidak mungkin, hanya aku yang boleh memilikinya" ucap bos sombong itu dengan percaya diri.
Assisten bos sombong itu terbelalak tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh bosnya sendiri, bukankah dia tidak menyukai wanita itu kenapa tiba-tiba sekarang dia seperti orang yang sedang jatuh cinta?
"A__apa bos menyukai wanita itu?" tanya assisten memberanikan diri kepada bosnya.
"Iyah sepertinya begitu, cari tau tentang cowok di sebelah dia jangan sampai dia merebut wanita itu dari ku" ucap bos sombong itu dengan tatapan seriusnya.
Sepertinya bos sombong telah benar-benar jatuh cinta pada Marie, masalahnya di sini nyonya besar tidak mengizinkan bos jatuh cinta pada sembarangan orang karena keluarganya merupakan orang terpandang jadi peraturan yang harus di patuhi pun sangatkah ketat.
πππππ
Lanjut?? gasken..
__ADS_1