
"Yasudah ayok kita pulang" ajak sistem pada Alana dan Marie yang masih saling berpelukan.
Aku dan Alana mengangguk secara bersamaan, akhirnya aku bisa pulang aku juga belum membuka kotak hadiah dari penyelesaian sistem.
Aku juga ingin berterima kasih pada pria ras duyung yang sudah menolongku saat di dalam laut, jika tidak ada dia mungkin saja aku sudah mati tenggelam karena efek obat hanya berlaku selama 3 jam. Entah kapan aku bisa berterima kasih lagi padanya aku berharap suatu saat aku bisa benar-benar menyampaikan rasa terimakasih ku.
Sistem menjalankan mobil setelah di pastikan semuanya sudah menaiki mobil.
"Hari ini kita akan mencoba makanan di Indonesia ini, kita akan membeli berbagai macam hidangan di negara ini" ucap sistem bermaksud untuk menyenangkan Alana dan juga Marie.
Marie dan Alana sangat suka sekali makan, jadi tidak salah jika sistem mengajak Marie dan Alana untuk mencicipi makanan di negara Indonesia, sistem juga cukup penasaran dengan rasa makanan di negara ini.
Hingga sampailah di sebuah restaurant yang cukup besar dan ramai, banyak orang yang berkunjung ke restaurant yang saat ini sedang kami kunjungi bersama.
"Lara Djonggrang" ucapku saat membaca tulisan di papan atas restaurant itu sendiri.
"Ini adalah restaurant yang bertampilkan khas adat Jawa dari hiasan makanannya juga sangat khas pulau Jawa, menurut review restaurant ini tidak begitu buruk dengan rating 4,7" sistem menjelaskan restaurant yang sedang mereka kunjungi saat ini, agar tidak ada rasa kebingungan saat melihatnya.
Aku memasuki restaurant lebih dulu dan melihat dalam restaurant yang sangat ramai, suasana di restaurant sangat terasa sekali aura mistis dan juga romantis.
Jika sepasang kekasih berkunjung ke restaurant Lara Djonggrang bukanlah sebuah pilihan yang buruk karena masih ada suasana romantis yang dihadirkan saat memasuki restaurant.
__ADS_1
Aku duduk di sebelah sistem dan Alana duduk di sebelahku. "Ibu apa makanan disini lebih enak dari masakan Ayah?" tanya Alana menatapku berharap aku memberikan pendapat.
"Ibu tidak tau sayang, kita coba saja dulu makanan di sini" aku mengelus kepala Alana.
Buku menu sudah tersedia di atas meja begitu pula dengan secarik kertas di dalamnya dan satu pulpen untuk menulis yang akan di pesan sebelum di serahkan ke pelayan.
Aku mengambil buku menu yang ada di atas meja tersebut aku melihat banyak menu yang belum pernah aku cicipi sebelumnya, sepertinya sangat enak aku tidak tahu apakah makanan di negara ini akan cocok dengan seleraku atau tidak.
(Maaf untuk menu yang ada di restaurant ini author tidak bisa menuliskan nya karena di larang oleh Noveltoonπ).
Aku mulai menuliskan menu yang aku inginkan satu persatu karena aku tidak tau hidangan yang akan datang seperti apa jadi aku memutuskan untuk memilih apapun yang ada di menu.
"Sayabg aku sudah menulis pesanan ku, kamu dan Alana ingin menu apa?" tanyaku
"Ibu aku tidak perlu memesan aku ingin makan bersama ibu saja" ucap Alana, karena Alana tidak mungkin mempunyai porsi makan sebanyak itu, Alana memutuskan untuk makan bersama ibunya.
"Kalau aku sepertinya tertarik pada makanan ini" sistem menunjuk makana yang ada di menu.
Aku mengangguk dan menuliskan pesanan mereka berdua, setelah selesai aku langsung berteriak memanggil pelayan.
"Pelayan!" teriakku memanggil pelayan sehingga seorang pelayan menghampiri meja ku.
__ADS_1
"Ya nona apa pesanan anda?" tanya pelayan perempuan yang sudah menghampiri meja Marie.
Aku memberikan secarik kertas yang sudah bertuliskan pesanan barusan.
"Baik nona mohon di tunggu" pelayan berlalu meninggalkan Marie saat sudah menerima kertas pesanan yang Marie berikan. Dia langsung memberikan pada koki restaurant Lara Djonggrang.
Beberapa menit berlalu, aku menunggu sekitar 30 menit makanan sudah siap di hidangkan di atas meja. Memang lumayan lama karena di restaurant ini lumayan banyak orang yang berkunjung jadi wajar saja.
"Silahkan di nikmati tuan dan nona" ucap pelayan.
Aku mengambil pesanan ku begitu pula dengan sistem. "Sayang mau ibu suapin atau makan sendiri?" tanyaku pada Alana.
"Mau di suapin ibu" jawab Alana manja.
Aku hanya mengangguk dan mengambil sendok untuk menyuapi Alana, sistem yang melihat Alana di suapi hanya menggeleng-geleng kepala. Betapa harmonis nya hubungan mereka berdua, Alana ketika bersama nya tida pernah sama sekali minta di suapi tetapi ketika sudah bersama Marie berbeda 180Β° sikap Alana.
Kami makan dengan tenang tanpa berbicara lagi, hingga makanan nya habis. "Ternyata makanan di negara Indonesia sangat enak juga ya" puji ku pada makana yang sudah habis di mana.
Makanan yang ku makan sangat enak walau memang mempunyai ciri khas yang berbeda dari makanan mahal di negara ku, ini sungguh sangat enak harga juga sangat terjangkau dan tidak terlalu mahal. Bisa saja makanan Indonesia ini menjadi saingan untuk makanan negara-negara lainnya termasuk negara tempat tinggal ku yaitu prancis, aku jadi semakin betah tinggal di negara Indonesia.
ππππππ
__ADS_1
Lanjut?? gaskenn..