
Dokter Arditama memeriksa anak yang di bawa Marie. Ternyata setelah di teliti lagi tubuh anak ini terdapat Kanker nasofaring yang sudah cukup lama di deritanya. Jadi sudah agak parah dan harus segera di tangani di ruang ICCU.
Aku melihat dokter bersama suster keluar dari dalam kamar aku langsung menghampiri mereka untuk bertanya ke adaan Alana. "Bagaimana dok apa Alana baik-baik saja?"
"Saat ini Alana sudah lama menderita Kanker nasofaring, dan perlu menginap di rumah sakit untuk kami tindak lanjuti"jawab dokter dengan profesional.
"Sudah lama menderita kanker?baiklah dok lakukan yang terbaik ku mohon" aku memohon pada dokter untuk menyembuhkan Alana, berapapun biayanya aku akan selalu siap untuk mengeluarkan uangnya yang penting di pikiranku saat ini Alana harus baik-baik saja.
Dokter Arditama hanya mengangguk dan mempersilahkan Marie dan sistem masuk untuk melihat kondisi Alana selama 20 menit.
Aku melihat Alana yang masih tidak sadarkan diri merasa sedih, anak sekecil Alana sudah tidak ada yang merawatnya, tidak ada yang menyayanginya dan juga tidak ada yang peduli dengan anak itu terjangkit penyakit berbahaya.
Aku berjanji akan menjaga gadis kecil ini hingga tumbuh dewasa layaknya seorang ibu, aku juga tidak akan pernah kembali ke dunia asal ku jadi tidak ada salahnya untuk mengadopsi anak.
"Alana cepet sembuh ya nak" ucapku sambil memegang tangan Alana, terdapat selang infusan juga yang diberikan pada Alana.
Sistem menghampiri Marie lalu mengelus kepala Marie"Sudah pasti dia sembuh kok Marie kamu jangan terlalu sedih yaa"sistem juga memegang tangan Alana berharap perawatannya berjalan lancar dan Alana bisa kembali sehat.
"Aku hanya kasihan pada Alana sayang, aku janji aku akan merawatnya layak seorang ibu" ucapku dengan penuh tekad.
"Iyah aku tau niatmu itu baik" sistem tersenyum.
Aku dan sistem selama 20 menit hanya menatap wajah Alana yang tidak bangun sama sekali, hingga akhirnya sudah pada batas waktu kami keluar dari ruang rawat Alana.
Sistem menggandeng tangan Marie"Yasudah ayok kita pulang ajah kamu harus istirahat juga Marie"
Aku hanya mengangguk, ya aku memang sudah lelah dan aku ingin tidur bersama kasur yang empuk di rumah.
*****
"Akhirnya sampai rumah juga" aku ingin menuruni mobil tetapi pergerakan ku di cegah oleh sistem.
"Mau kemana? kamu jangan turun dulu" sistem tersenyum penuh arti kepada Marie.
"Apa yang mau kamu lakukan, aku capek mau tidur" ucapku mendorong dada sistem yang semakin mendekatiku, pipiku bersemu merah melihat waja sistem seperti ingin melahap ku hidup-hidup.
"Ini" sistem menunjuk bibirnya.
"Cium aku"sistem tersenyum, biasanya sistem yang akan mencium Marie sekarang sistem ingin Marie duluan yang menciumnya.
" Tidak mau"tolak ku mendorong tubuh sistem, tetapi sistem sama sekali tidak bergerak. Sekuat apapun Marie mendorongnya tetap saja sistem tidak bergerak tenaganya sangat besar walau sekarang Marie kuat tetapi sistem lebih kuat di bandingkan Marie.
Sistem memasang ekspresi tidak suka, dia langsung melahap bibir Marie memasukkan l*d*h kedalam mulut Marie.
Aku hanya menikmati apa yang dilakukan sistem, aku tidak ingin melawan lagi karena percuma saja tenaga ku tidak cukup kuat untuk melawan sistem.
Aku mengatur nafasku saat sistem sudah melepaskan lum*t*nnya.
"Bagaimana bukankah kamu suka jika kita seperti barusan" sistem tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat Marie terbawa suasana.
"Dasar mesumm.. " aku mengelap bibirku yang basah akibat l*mat*n sistem.
Sistem mengelus kepala Marie"sudah lah hehe, ayok kita istirahat"
Aku membuang muka lalu langsung menuruni mobil dengan cepat, aku langsung masuk kedalam kamar tanpa ingin berbicara dengan sistem. Jujur aku kesal dengannya, aku juga capek ingin cepat-cepat tidur dan bermimpi indah.
Aku melemparkan badanku keatas kasur laku menutup mata, suara handphone ku berbunyi pertanda ana notif yang masuk.
__ADS_1
"Notif dari ig?" aku membuka ig dan ternyata sudah banyak sekali yang mengikuti kuis dalam sehari, pengikut ku lebih dari 1000 orang dan juga yang like fotoku lebih dari 5 ribu.
"Astaga ini beneran bukan mimpi kan?" aku menepuk pipi tetapi masih terasa sakit berarti ini bukan mimpi.
Aku kembali mematikan HP lalu tiduran. Sudah sangat lelah aku benar-benar butuh istirahat, aku memejamkan mataku hingga akhirnya aku terlelap.
*****
Keesokan harinya dimana hari ini aku akan bekerja kembali, aku sudah selesai bersiap dan akan sarapan bersama sistem.
"Sistem?" aku tidak melihat keberadaan sistem di dapur dan hanya terdapat makanan saja yang sudah disiapkan.
Aku berjalan menuju meja makan lalu duduk, aku mencium aroma masakan sistem yang sangat lezat dan menggugah seleraku.
"Kemasa sistem nih, aku makan duluan ajah gak papa kali ya" gumamku langsung mengambil piring dan juga sendok.
Aku mengambil makanan di atas meja, aku mencicipi sedikit apa yang sebenarnya di masak sistem.
"Kok rasanya kaya danmging sapi ya" ucapku, dimataku daging sapi tidak seperti ini. Daging sapi yang di campur bumbu terasa lebih gurih.
Kalau orang zaman sekarang menyebutnya dengan rendang sapi.
__________________________________________
Bahan:
- 500 gr daging
- 1 batang serai geprek
- 3 lembar daun jeruk
- 1 ruas lengkuas geprek
- 2 cm kayu manis
- 1 sdt gula merah
- 1 sdt kaldu sapi dan garam
- 1/2 sdt jintan bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- Jeruk nipis
- 500 ml santan dari 1/2 kelapa
Bumbu halus:
- 4 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 2 butir kemiri
- 1/2 sdt ketumbar
__ADS_1
- 3 cabai merah besar (buang bijinya)
- 2 cm kunyit
- 3 cm jahe
Cara membuat:
Cuci bersih daging, potong sesuai selera, beri perasan jeruk nipis, lalu cuci lagi
Haluskan bumbu, lalu tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, daun salam, kayu manis dan lengkuas sampai matang
Masukkan daging, aduk rata, lalu masukkan santan. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk.
Kemudian masukkan garam, kaldu, jintan, merica dan gula merah, diamkan hingga bumbu meresap dan airnya menyusut.
Koreksi rasa, angkat dan hidangkan.
Jika ada yang minat bikin daging sapi kalian tinggal lihat resep disini😁
__________________________________________
Aku sudah menyelesaikan makan tetapi sistem sama sekali belum menunjukkan barang hidungnya sedikitpun.
Apa aku akan berjalan kaki ke perusahaan, soalnya sudah hampir waktunya aku berangkat.
Aku akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki, jarak dari rumah ke perusahaan memang lumayan jauh tapi untungnya aku masih mengingat jalan menuju kesana.
Jika aku menunggu sistem kapan aku akan berangkat sedangkan waktu quest tidak bisa ditunda aku membutuhkan 3 hari lagi untuk menjadi terkenal.Aku tidak yakin apakah aku bisa menyelesaikan quest ini.
Semoga saja semuanya berjalan sesuai dengan kemauan ku, dengan bantuan Instagram aku akan bisa cepat di kenal banyak orang. Bahkan di komenan instagramku terdapat komentar temanku sepertinya postinganku sampai ke beranda dia.
"Akhirnya sampai juga" aku mengelap keringat di dahulu menggunakan tisue yang aku bawa.
Aku berjalan cepat karena tidak ingin terlambat dan kena ocehan bosnya.
Aku memasuki perusahaan dan melihat sekeliling sudha ramai di penuhi orang.Gisella seperti biasa saat melihat Marie langsung menghampirimu.
"Oh sayangku kita ketemu lagi, aku sangat merindukanmu tau" Gisella memeluk Marie dengan erat.
Aku mendorong tubuh Gisella"Astaga sel kita kan baru ajah gak ketemu sehari kamu sudah kangen denganku?"
"Tentu saja mana ada sahabat yang tidak kangen walau hanya 1 hari tidak bertemu" gisella tersenyum.
"Hai apa kamu Marie?" tanya seorang priauda yang tiba-tiba berbicara denganku.
"Iyah kenapa ya?"
"Aku kemarin melihat postinganmu, nih lihat ini akunmu kan" pria tersebut mengeluarkan ponselnya lalalu memperlihatkan Marie berfoto dengan seorang pria yang sangat tampan bagaikan model.
Aku menganggukkan kepala, jika sudah ada yang tahu ini adalah akun instagramku bukankah bagus.
"Marie apa pria ini pacarmu?" tanya gisella penasaran, dia tidak pernah melihat Marie bersama seorang pria tetapi terlihat jelas dari foto ini. Kalau pria tampan yang berada di foto bukanlah teman biasa.
__ADS_1
☺☺☺☺
Lanjut?? gasken..