
Keesokan harinya aku bersiap-siap untuk berlibur ke Indonesia, aku mempercayakan Awan untuk menjaga rumah.
Dia juga bisa setiap hari bekerja tanpa ku suruh. "Awan jika kamu lapar stok makanan ada di kulkas"ucapku pada Awan yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Tuan anda tidak perlu khawatir, awan tidak. terlalu butuh dengan makanan"
Aku hanya mengangguk sekarang aku akan mandi lalu bersiap-siap menyiapkan baju cadangan untuk di sana nanti, sepertinya aku akan menginap selama 1 minggu di Indonesia.
Selama Quest belum muncul aku bisa bersantai dulu.
Beberapa menit kemudian aku sudah selesai bersiap-siap, begitu juga Alana yang sudah cantik dengan pakaiannya. Aku juga sudah menyiapkan beberapa baju ganti untuk di sana selama 1 minggu.
"Sayang kita makan dulu yu, ayah sudah masak makanan untuk kita di dapur" ajakku pada Alana.
Alana mengangguk dan mengikuti ibunya menuju dapur, kebetulan setelah aku dan Alana sampai sistem sudah selesai memasak.
"Kalian sudah datang, silahkan duduk" ucap sistem pada Marie dan Alana yang masih berdiri.
Sistem tahu Alana tidak akan sampai duduk di atas kursi jadi dia menggendongnya ke atas kursi.
"Terima kasih Ayah" Alana tersenyum.
"Ayah masak apa? sepertinya enak sekali dari baunya" tanya Alana.
"Ayah masak sayur dan chicken " sistem mencubit pipi Alana karena gemas sebelum dia akhirnya duduk.
Mereka semua makan dengan tenang hingga jam 8 kami bertiga berangkat sesuai jadwal.
Jadwal keberangkatan Pesawat adalah jam 08.34 jadi aku, sistem dan Alana menaiki taxsi menuju bandara.
"Ini adalah pertama kalinya Alana akan menaiki pesawat terbang"Alana memeluk Marie, berkat Marie dia bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.
Aku mengelus kepala Marie" Iya sayang, jika kamu sekolah dan gurumu menyuruh menceritakan pengalaman kamu, ceritakan saja pengalamanmu keluar negri bersama ibu dan ayah"
"Memang nanti jika Alana sekolah Guru Alana akan bertanya tentang pengalaman Alana ya?" tanya Alana.
"Biasanya sih gitu sayang" jawabku tersenyum.
Alana hanya mengangguk, sekarang Alana mengantuk dia tidur di paha Marie dan badannya berselonjor hingga kakinya mengenai paha sistem.
Aku dan sistem hanya tersenyum, biarlah Alana tertidur beberapa menit. Hingga akhirnya kami bertiga sampai di bandara.
__ADS_1
"Sayang bangun kita sudah sampai" aku menggoyangkan tubuh Alana pelan.
Alana membuka matanya karena merasakan tubuhnya bergoyang, doa melihat Marie yang sedang membangunkannya.
"Udah nyampe ya bu, cepat sekali" ucap Alana sambil mengucek matanya yang masih terasa berat.
"Iyah, kalau kamu masih ngantuk nanti lanjut tidur di pesawat ajah sayang"
Alana hanya mengangguk dan mendengarkan ibunya, dia akhirnya turun bersama Marie dan sistem lalu menaiki pesawat yang sudah akan terbang 10 menit lagi.
Aku mencari tempat duduk yang kosong dan mendudukinya bersama sistem.
Sistem menggensong Alana hingga berada di pangkuan dia ingin melanjutkan kembali tidurnya.
"Ibu, Ayah aku tidur dulu ya" ucap Alana lalu menutup matanya.
"Iya sayang tidurlah" aku mengusap kepala Alana dengan lembut.
Hingga beberapa saat Alana akhirnya tertidur pulas dan aku juga mulai mengantuk sedikit. Ini adalah pertama kalinya aku menaiki pesawat walau sekarang pesawat sudha terlihat lebih modern dan canggih tetapi fungsinya tidak jauh berbeda dari pesawat zaman revolusi pertengahan prancis.
"Sistem apa kalau kita ke negara lain kita akan memakai bahasa lain?" tanyaku pada sistem.
"Oh iya aku lupa memberitahumu tentang hal ini, apa kamu bisa berbahasa Indonesia?"
"Kamu beli saja item di sistem shop dari hasil koin sistem yang kamu dapatkan saat menyelesaikan quest" sistem memberitahukan item mana yang harus di beli pada layar sistem yang selalu muncul di depan Marie.
Ternyata harganya lumayan mahal, tapi mau bagaimana lagi Marie sangat membutuhkannya.
"Tidak bisakah harganya di kurangi ini hampir menghabiskan koin ku, yang aku dapatkan dari quest dengan susah payah" aku tidak ingin boros dengan koin sistem suatu saat aku akan membutuhkan koin sistem untuk menyelesaikan quest berikutnya.
"Tenang saja Marie kamu tidak akan rugi, kamu pasti akan membutuhkan ini untuk mengerti semua bahasa, jika tiba-tiba ada quest di sana dan kamu tidak mengerti orang-orang berbicara apa bagaimana?" tanya sistem pada Marie.
Benar juga apa. yang di katakan sistem, jika aku ingin menetap di suatu negara manapun aku akan membutuhkan item ini terlebih lagi quest suka datang tiba-tiba.
Aku hanya menghela nafas dengan kasar dan merelakan koin sistem yang akan di gunakan untuk membeli item ini.
"Medichine Smart? apa hanya bisa mengetahui semua bahasa saja kegunaanya?" tanyanku pada sistem.
"Ya walaupun hanya itu tapi sangat berguna untukmu" jawab sistem lalu menekan item Medicine Smart yang ada di layar sistem.
"Membeli mahal hanya dapat 1 butir saja, bukankah ini rugi namanya?"aku melihat obat berwarna coklat yang sudah berada di tanganku.
__ADS_1
" Tidak akan rugi, karena setelah kamu memakan pil obat itu maka kamu akan bisa semua bahasa tanpa batas waktu"jawab sistem sambil tersenyum.
Akhirnya aku mengerti kenapa pil ini sangat mahal, karena efek yang di hasilkan selamanya akan menjadi milikku.
Setelah membelinya aku langsung memakannya tanpa air ternyata rasanya agak manis seperti permen, aku kira rasanya akan seperti obat.
1Jam, 2 Jam, 3 Jam telah berlalu, kami sampai di kota jakarta pada pukul 12.00 Wib(Waktu Indonesia Barat).
"Wah bu ini di luar negri ya, ini di negara mana bu?" tanya Alana yang sangat senang.
"Ini di negara Indonesia nak"jawab ku.
Aku melihat kesana dan kemari ternyata sedang banyak orang berkumpul di bandara Ir. Soekarno-hatta.
"Sistem di sana kenapa ramai sekali ya?"tanyaku sambil menunjuk ke arah jerumunan orang.
"Aku juga tidak tahu, coba kita lihat kesana" ajak sistem dan di angguki oleh Marie.
Marie, sistem dan Alana akhirnya memutuskan untuk menghampiri kerumunan yang ada di bandara Ir. Soekarno-hatta.
Sangking banyaknya orang aku tidak bisa menyela untuk melihat yang ada di depan, karena sudah di kelilingi oleh orang bahkan tertutup tanpa ada celah.
"Permisi, ini sebenarnya kenapa ya orang-orang berkumpul?" tanyaku pada lelaki paruh baya yang sepertinya sudah melihat sesuatu di sana.
"Oh itu, mereka berkerumun hanya untuk melihat burung yang hampir punah di negara ini" jawab pria paruh baya tersebut.
"Burung yang hampir punah?" tanyaku bingung.
"Iyah burung yang hampir punah namanya bangau tongtong" jawabnya lagi.
Aku mengangguk mengerti, ternyata semua orang berkerumun karena penasaran dengan burung yang hampir punah di Indonesia. Karena perkataan pria paruh baya itu aku juga jadi ikut penasaran.
"Aku juga mau lihat burung langka itu, aku akan menyelamatkan mereka" ucapku pada sistem.
"Jangan nanti orang-orang marah karena di selak kamu"
"Abis aku ikut penasaran karena perkataan bapak tadi" ucapku memasang mimik wajah cemberut.
πππππ
Lanjut?? gasken..
__ADS_1
Makasih sudah membaca jangan lupa dukung aku terus ya, terimakasih π€