
Kami bertiga menghabiskan waktu bersama hingga pukul 14.00 WIB(Waktu Indonesia Barat), sudah memasuki jam makan siang kami bertiga duduk di bawah pohon rindang yang ada di pojokan perbatasan kebun binatang agar tidak kepanasan.
Aku mengeluarkan bekal dari tas, dua bekal sekaligus aku letakkan di atas Alas untuk duduk yang di beli barusan sebelum makan siang.
Alana tidak sabar ingin menikmati makanan bersama ibunya, dia sudah membuka tutup tempat makan dan melihat hidangan yang begitu menggiurkan. Walau sudah tidak hangat lagi di mata Alana masih terlihat sangat enak dan wanginya juga masih bisa membuat Alana menggugah selera.
"Ini adalah sayur ayam kampung yang di racik dengan rempah seperti kunyit dari Indonesia"ucap sistem
Indonesia adalah negara yang kaya akan rempah-rempah serta kekayaan alam lainnya, ada sejarah yang mengatakan banyak penjajah datang ke Indonesia karena ingin merebut hasil kekayaan di negara ini.
Aku ikut memakan ayam dengan bumbu khas Indonesia, enak sekali rasanya. Dengan lahap aku menghabiskannya bahkan aku rasa saat ini aku ingin makan lagi.
"Enak sekali ya sayang?" tanyaku pada Alana.
"Iyah bu enak, karena ini masakan ayah juga. Ayah jago sekali memasak" puji Alana sambil memberikan kedua jempol pada sistem.
Sistem hanya tersenyum, bahagia sekali perasaan di hati. Seperti mempunyai keluarga sungguhan, sistem ingin tetap mempertahankan hal seperti ini tetapi dia tidak akan bisa selamanya menyembunyikan sesuatu dari tuannya.
Dia hanyalah seorang sistem yang di ciptakan tanpa perasaan, tapi kenapa dia bisa merasakan bahagia dan kasih sayang?
(Note:belum waktunya di ceritain)
"Yaudah ayok kita lanjut ajah liat hewannya, nanti sore kita pulang" ucapku sambil memasukkan kotak makan yang sudah kosong ke dalam tas.
Alana berjalan paling depan, dia sangat bersemangat untuk melihat semua hewan yang ada di negara Indonesia. Sangat banyak sekali hewan di negara ini bahkan sampai keburung juga bisa sangat langka populasinya.
"Ayah lihat ada burung yang bisa ngomong"Alana melihat banyak orang sedang mengajak bicara burung yang berada di sebrang sana.
"Alana mau lihat kesana? "tanyaku pada Alana dan ia hanya mengangguk dengan cepat.
Alana berlari ke arah sangkar burung kakak tua, menyelak orang-orang yang berkumpul di depan.
"Burung kakak tua sangat lucu bu" ucap salah seorang anak di samping Alana.
__ADS_1
"Lucu, lucu"burung kakak tua bersuara untuk menunjukkan kehebatannya.
"Hei kamu anak cantik yang di sana"seorang anak kecil laki-laki menghampiri Alana.
Alana tidak tahu bahasa Indonesia jadi dia tidak menggubris sama sekali.
Anak kecil tersebut terus mendekat dan menepuk pundak Alana"Hei kamu, sedari tadi aku memanggil mu kenapa kamu tidak menoleh"ucap anak laki sedikit kesal.
Alana hanya mengangkat sebelah alisnya karena tidak mengenal anak yang berada di depannya, terlebih lagi dia sama sekali tidak mengerti apa yang anak itu bicarakan.
"Kamu siapa?" tanya Alana menggunakan bahasa negara nya.
Anak laki itu menggaruk kepala yang tidak gatal, apa yang dibicarakan dia sama sekali tidak mengerti. Apakah anak perempuan ini sedang bercanda?
"Hei berhenti bercanda siapa namamu?" tanya anak laki itu kembali, dia masih mengira jika Alana hanya bercanda.
"Kamu bicara apa aku sama sekali tidak mengerti!" ucapku agak kesal membuat orang yang berada di sekitar menoleh ke arah suara.
"Maaf nak, ini anakku jika dia membuat mu Kebingungan maaf ya karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia" ucapku sambil mengusap-usap kepala Alana.
"Hah bukankah dia orang Indonesia kenapa tidak bisa berbahasa Indonesia lalu bahasa apa yang dia pakai tadi?" tanya Anak laki tersebut penuh tanda tanya.
"Tidak anakku bukan orang dari negara Indonesia, begitu juga aku dan ayahnya kami semua dari negara prancis" jawabku.
Anak laki-laki mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Marie, dia tidak menyangka jika akan ada orang dari luar negeri berkunjung ke Indonesia.
"Oh jadi kalian orang prancis, tapi kok kakak bisa bahasa Indonesia?" tanya anak itu masih bingung, sebenarnya dia berniat memanggil Marrie dengan sebutan bu hanya saja dia melihat penampilan Marie dari atas sampai bawah masih sangat cantik dan muda. Panggilan Bu sangat tidak pantas dengan penampilan Marie saat ini.
Aku hanya menjelaskan jika aku belajar bahasa Indonesia sejak lama, tidak masalah kan berbohong sedikit pada anak kecil. Toh mereka akan percaya apapun yang orang dewasa katakan.
Sepertinya anak laki-laki ini ingin berteman dengan Alana"Apa kamu ingin berteman dengan anakku?"tanyaku.
"Iyah kak, namaku Rendi tapi aku sama sekali tidak mengerti bahasa prancis jadi mungkin aku tidak bisa menerus kan niatku yang ingin berteman dengannya" jawab Rendi sedikit sedih, baru kali ini ia tertarik berteman dengan seorang perempuan.
__ADS_1
"Tentu saja bisa Alana akan aku ajarkan bahasa Indonesia nanti, tetapi aku hanya tinggal di negara ini selama 1 minggu saja jadi kalian hanya bisa berteman selama 1 minggu apakah tidak masalah?" tanyaku pada anak bernama Rendi. Bisa saja mereka berteman lama jika Alana mempunyai HP untuk berkomunikasi jarak jauh, apa aku harus meminta sistem memberikan HP pada Alana.
Rendi mengeluarkan HP dari sakunya"Aku ingin nomor HP nya boleh?"
"Ibu sebenarnya kalian sedang berbicara apa? aku tidak mengerti aku sedari tadi hanya menyimak kalian berbicara"Alana kebingungan.
"Sayang dia ingin berteman padamu perkenalkan namamu" ucapku pada Alana.
Alana menoleh ke arah anak laki tersebut, dia mendekatkan dirinya lalu menjabat tangan anak laki yang berada di depannya.
"Halo namaku Alana salam kenal ya, namamu siapa?" tanya Alana.
Rendi menoleh kearahku dan aku tahu maksud dari tatapannya, dia memintaku memberi tahu arti dari pembicaraan Alana.
"Dia memperkenalkan diri namanya Alana, perkenalkan namamu juga" ucapku sambil tersenyum.
"Oh, Hai namaku Rendi" jawab Rendi sambil. tersenyum.
"Nama dia Rendi sayang, sekarang kalian sudah saking kenal" ucap ku memberi tahu Alana.
Alana hanya mengangguk dan melepaskan jabatan tangannya.
Alana mengeluarkan sesuatu dari kantung bajunya dia mengeluarkan sebuah permen susu lalu di berikan pada Rendi.
"Ini adalah tanda pertemanan kita, sekarang kita sudah berteman okey"
"Dia bilang permen itu sebagai tanda pertemanan kalian" aku memberitahukan arti dari bahasa Alana pada Rendi.
Rendi hanya mengangguk, memang sangat merepotkan jika dua orang yang berbeda negara saling berteman apa lagi tidak saling mengerti bahasa yang di gunakan.
ππππ
Lanjutt?? gasken..
__ADS_1