
Aku merasakan adanya dekapan hangat dari seseorang, aku merasakan pelukan seseorang yang begitu hangat hingga aku membuka mataku.
"Tangan?" gumamku lalu melihat ke samping kebetulan lampunya tidak di matikan jadi aku bisa melihat wajah seseorang yang mempunyai tangan ini.
Aku terkejut saat melihat sistem yang tiba-tiba tertidur sambil memelukku dari samping.
"Sistem!" aku mengingat kejadian sebelumnya yang membuat kepalaku pusing, ternyata Robert adalah orang jahat yang ingin memaksaku menikah dengannya.
Sebenarnya Robert tidaklah jahat dia hanya ingin mewujudkan keinginannya, hanya saja cara yang di gunakannya lah yang salah.
Sistem yang merasakan adanya gerakan dari samping akhirnya membuka matanya, dia melihat Marie yang sudah sadar.
"Marie? kamu sudah sadar?" tanya sistem dengan raut wajah sedih.
Aku memegang wajah sistem lalu mencium bibirnya dengan hangat.
"Tentu saja aku sudah sadar, ini semua berkat kamu yang sudah menolongku. Makasih ya" ucapku lalu kembali memeluk tubuh sistem.
Sistem membalas pelukan Marie"Yasudah ayok kita tidur kamu juga harus istirahat"ucap sistem sambil mengekus kepala Marie dengan penuh kasih sayang.
Dia benar-benar takut kehilangan Marie andai saja ritual itu berhasil, mungkin Marie tidak akan mengingat sistem lagi.
Dan juga tidak tahu apakah game ini akan bisa mendeteksi Marie yang hilang ingatan tentang sistem, karena permainan yang akan Marie perankan masih panjang jadi tidak akan sistem biarkan siapapun melukai Marie.
Aku hanya menuruti sistem untuk kembali beristirahat. Aku memeluk sistem dan akhirnya tertidur pulas di pelukannya.
*****
Aku meraba atas kasur saat aku mulai tersadar, tidak ada satu orang pun dan aku menyadari jika sistem tidak ada di kasur.
Aku langsung membuka mata dan bangun dari tidur ku aku menuju kamar mandi untuk mandi karena aku seperti biasa akan berangkat kerja, sebelum 1 minggu aku tidak boleh berhenti dari dunia hiburan.
Selesai mandi dan juga ber siap-siap memakai pakaian formal, aku keluar dari kamar.
Aku mencium bau masakan, sepertinya sistem sedang mempersiapkan sarapan untukku. Tetapi sebelum ke arah dapur aku melihat jam yang masih menunjukkan pukul 7 pagi sedangkan jadwal kerjaku hari ini adalah jam 8.
__ADS_1
Setelah memastikan aku langsung berjalan ke arah dapur dan melihat ada 3 menu sarapan yaitu, nasi goreng, Sandwich, dan satu lagi aku tidak pernah melihatnya.
"Nah kamu sudah siap-siap rupanya, ayok duduk sarapan dulu" sistem mempersilahkan Marie untuk duduk.
Aku pun mengangguk dan duduk"Sistem ini namanya makanan apa?"tanyaku sambil menunjuk makanan berkuah kuning di atas meja.
Sistem melihat ke arah makanan yang di tunjukkan Marie"Oh itu namanya lontong sayur, cobain saja kamu pasti suka"jelas sistem sambil mempersilahkan Marie mencicipi nya.
Aku mengambil sendok dan mencoba lontong sayur yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian.
"Wah enak sekali" aku memakan lontong tersebut dengan lahap hingga habis tak tersisa.
Sistem menghampiri Marie yang sudah selesai makan"Oh ya Marie aku ingin berbicara sesuatu dengan mu"sistem mengambil piring kotor bekas Marie makan lalu mencucinya.
"Kamu mau berbicara apa sistem?" tanyaku bingung.
"Kamu ke ruang tamu saja, tunggu aku selesai mencuci piring"jawab sistem tanpa menoleh ke arah Marie
Akhirnya aku pun berlalu keruang tamu, aku duduk di sofa sambil menunggu sistem selesai mencuci piring di dapur.
"Aku mau bilang, ini adalah HP untuk mu" sistem memberikan benda pipih keliaran terbaru di dunia ini pada Marie.
Aku mengambil benda pipih yang di berikan oleh sistem aku membolak balikkan benda pipih tersebut karena aku bingung bagaimana cara ku untuk menggunakannya.
"Ini.. aku harus gimana gunain nya?" tanyaku sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.
Sistem duduk di samping Marie dan mulai menjelaskan kegunaan benda pipih yang di berikan nya.
"Jadi kamu buka, lalu kamu ke arah whatsapp disini kamu cari tertera namaku jadi kamu chat disini nanti akan terkirim di HP milikku" sistem juga mengeluarkan HP miliknya dari saku celana.
Sistem menunjukkan pesan yang dia uji coba kirim ke nomornya sendiri pada Marie.
"Jadi aku memberikan mu HP untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu hal chat dan telepon aku saja" jelas sistem lagi.
"Cara nelfon kamu bagaimana sistem?" tanyaku bingung.
__ADS_1
Sistem memperlihatkan cara menelfonnya, cara bermain di hp ini dan juga fungsi lainnya yang tidak Marie ketahui meskipun sistem hanya sempat menjelaskan beberapa bagian karena sudah hampir waktunya Marie berangkat ke perusahaan hiburan.
"Yaudah nanti lagi aku jelasin lebih detail pas pulang, aku akan mengantarmu dulu" ucap sistem lalu menggandeng tangan Marie untuk keluar rumah.
Aku sudah cukup faham dengan penjelasan sistem walapun sistem hanya bisa menjelaskan beberapa bagian saja itu tidak menjadi masalah untukku.
Sistem melajukan kendaraannya menuju perusahaan hiburan. Sesampainya di depan perusahaan sistem mencium bibir Marie dengan lembut setelah itu baru Marie di persilahkan untuk keluar dari dalam mobil.
"Aku berangkat duku ya dadahh" aku melambaikan tangan ke arah sistem dan sistem membalas lambaian tangan Marie.
Sistem hanya tersenyum dan kembali ke rumah Marie, karena sistem sudah menjelaskan jika pulang suruh telfon atau Chat saja.
Aku melihat sekeliling kantor yang sudah cukup ramai, aku melihat Gisella berlari untuk menghampiri ku.
"Aaa.. bestie aku sangat merindukanmu" ucap Gisella sambil memeluk Marie.
"Merindukanku? kita kan setiap hari juga akan bertemu" ucapku terkekeh melihat tingkah Gisella yang teramat lucu dan juga menggemaskan.
"Setiap hari aku selalu merindukan mu" Gisella melepaskan pelukannya yang masih menempel di tubuh Marie.
Pandangan Gisella beralih pada benda pipih keluaran terbaru yang masih Marie pegang di tangannya.
Gisella terkejut dan melihat Handphone yanga da ditangan Marie.
"Ini... kamuu ternyata orang yang sangat kaya ya Marie.. " Gisella masih tidak percaya dengan HP keluaran terbaru yang Marie miliki.
"Apa maksudnya? "tanyaku tidak mengerti dengan maksud ucapan Gisella.
" Ini loh HP mu adalah keluaran terbaru dan jumlahnya sangat terbatas di sini, hanya orang kaya saja yang bisa membeli HP dengan harga ratusan euro"jelas Gisella dengan antusias, gisella ingin sekian mempunyai HP merek terbaru seperti Marie tapi uangnya masih kurang untuk membeli HP itu. Harganya sangat mahal terlebih lagi stoknya terbatas.
"O_oh aku hanya asal membeli saja aku tidak tahu, ji_jika ini adalah HP trend" ucapku berbohong agar bisa menyeimbangkan topik Gisella yang tertuju pada HP ku.
Gisella berfikir jika Marie hanyalah omong kosong, bagaimana bisa dia hanya asal membeli sembarangan HP. Apa dia tidak melihat berita akhir-akhir ini tentang HP yang di miliki nya. Berita tersebut menjadi topik terkini dan di bicarakan banyak orang, sekarang semua orang kaya sangat mengidam-ngidamkan memiliki HP seperti Marie.
☺☺☺☺
__ADS_1
Sudah ingin eps 50 tetapi masih banyak yang tidak menyukai alur ceritaku ya, maaf ya guys karena belum bisa memberikan cerita yang cukup seru nanti aku akan berusaha membuat alur yang cukup seru dan menegangkan tetapi kalian harus menunggu hingga ch 100 ke atas😌