Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
61.Mandi Bersama


__ADS_3

Aku sudah pulang dari kerjaan, seperti janjiku aku akan mengajak Giselle untuk berkenalan dengan pacarku.


Aku melihat mobil sistem yang sudah terparkir jelas di depan perusahaan hiburanku.


"Itu mobil pacarku" Aku menunjuk mobil sistem dari sebrang jalan.


"WTf! kamu serius? itu kan mobil Rolls-Royce yang melegenda di dunia!" Giselle tercengang melihat mobil Rolls-Royce yang ternyata pemiliknya adalah pacar Marie.


Ada perasaan asing yang mengganjal di hati Giselle, tetapi Giselle tidak terlalu mempedulikannya.


Aku dan Giselle menyebrang jalan, aku mengetuk jendela kaca sehingga sistem membuka jendela mobil.


"Marie kamu dah pulang?" tanya sistem lalu pandangannya beralih ke arah Giselle.


"Oh dia temanmu Marie?"


Giselle menatap sistem dengan tatapan tidak suka, ada perasaan asing yang merasuki nya.


Aku tersenyum lalu mengangguk"Iyah dia temanku perkenalkan dia Giselle senior syuting film di perusahaan, dia sangat jago berekting"puji ku yang membuat Giselle kembali tersenyum.


Giselle membusungkan dadanya, terlihat seperti seseorang yang bangga pada dirinya sendiri.


"Oh halo salam kenal, apa kamu ingin pulang bersama kami?" tawar sistem pada Giselle.


"Memangnya boleh?" tanya Giselle heran mengangkat sebelah alisnya. Karena biasanya orang kaya tidak akan sudi memberikan tumpangan pada orang lain.


Rata-rata mereka semua sangat sombong dan tidak merasa kasihan terhadap orang lain.


"Tentu saja boleh, kenapa harus tidak boleh?" sistem balik bertanya, Giselle hanya tersenyum lalu menggeleng pelan.


"Baiklah aku akan bareng bersama kalian" Giselle menaiki mobil di belakang.


Aku juga langsung naik mobil duduk di sebelah sistem, tetapi lagi-lagi perasaan asing Giselle kembali menyerang hatinya. Giselle tidak suka jika Marie duduk berdua dengan sistem.


"Marie temani aku duduk di belakang dong" ucap Giselle dengan ekspresi tidak senang.


"Tidak bisa Marie akan duduk di sebelahku" sistem mencegah Marie agar tidak menemani temannya.


"Tapi dia adalah sahabatku, aku akan menemaninya untuk sekali ini saja" ucapku lalu langsung menuruni mobil.


Aku kembali masuk kedalam mobil hanya saja sekarang aku duduk di sebelah Giselle.

__ADS_1


"Makasih sudha ingin duduk di sampingku" Giselle tersenyum lebar dia menyenderkan kepalanya di bahu Marie.


Sistem melihat Giselle yang terlihat aneh lewat kaca spion.


'Kenapa anak itu terlihat seperti sengaja ingin bermanja dengan Marie?'pikir sistem, dia tidak mengungkapkan pikirannya pada Giselle.


"Rumah mu di mana aku akan menjalankan mobilku" ucap sistem, Giselle mulai membuka mulut untuk memberitahu alamatnya.


Setelah jelas sistem langsung menancapkan gas agar cepat sampai ke tujuan.


"Marie apa kamu nanti minggu mau nobar?" tanya Giselle.


"Nobar? nobar itu apa maksudnya?" tanyaku tidak tahu apa-apa.


"Nobar itu nonton bareng, aku mau ajak kamu kebioskop buat nonton film horor apa kamu mau?" tanya Giselle lagi.


Aku hanya bisa mengangguk aku tidak ada niat untuk menolak karena dia hari lagi quest akan berakhir begitu juga dengan karirku.


Aku mengeluarkan ponsel lalu membuka instagram "Ayok kita berdua foto" ajakku yang hampir lupa kalau aku harus mencari orang sebanyak-banyaknya nya agar mengenaliku.


Giselle yang di ajak berfoto pun tidak menolak, malah dia sangat senang Marie mengajaknya berfoto.


Aku dan Giselle akhirnya selesai berfoto, tidak lupa sebelum keluar dari instagram aku memposting nya dengan hastag #Sahabatterbaik.


Ternyata Giselle tinggal sendiri di rumah yang sangat besar karena kedua orangtuanya bekerja di luar negri jadi Giselle tinggal sendiri.


"Eh tunggu bagaimana kalau kalian berdua menginap di rumahku, aku kesepian tidak ada teman" ajak Giselle sebelum Marie dan sistem pergi.


Aku menoleh kearah sistem bertanda meminta pendapatnya.


Sistem juga menoleh kearahku, dia tidak tahu harus memutuskan apa.


"Bagaimana menurutmu Marie?" tanya sistem.


"Aku sih terserah kamu saja"jawabku sambil mengendikkan bahu tidak tahu.


"Ha.. baiklah untuk sekali saja aku akan menginap di rumahmu" sistem menurunmenuruni mobil begitu pula dengan Marie.


Aku menggandeng tangan sistem saat memasuki rumah Giselle yang sangat besar.


"Oh ya tapi kan kita gak bawa baju ganti dan untuk ku besok kerja bagaimana?" tanyaku.

__ADS_1


Giselle tersenyum"Kamu tenang saja aku punya banyak baju bagus, dan kamu bisa memakainya"


"Lalu bagaimana denganku?" tanya sistem pada Giselle.


"Aku masih ada 2 stell baju ayahku, pasti kamu cocok kok tenang saja" jawab Giselle tanpa menoleh, pandangan matanya masih tertuju ke arah wajah Marie yang cantik.


Sistem menoleh melihat tingkah Giselle yang sepertinya agak berbeda ketika di dekat Marie.


Mengapa hatinya tidak suka saat Marie di tatap terus oleh Giselle? sistem menggeleng pelan dia menepis semua perasaan aneh yang menerjang dirinya begitu saja.


'Apa aku sedang cemburu dengan perempuan, astaga sistem sadarlah dia adalah sahabat Marie'pikiran dan perasaan sistem sekarang sedang bercampur aduk.


Aku menoleh melihat sistem dari tadi hanya terdiam hingga sampai ke depan pintu rumah Giselle.


"Silahkan kalian masuk dan membersihkan diri, aku akan menyiapkan makanan untuk kalian berdua"


"Oh ya kamar mandinya ada di sana" jari Giselle menunjuk ke arah kamar mandi yang berada di pojokan dekat sekali dengan dapur yang akan di pakai oleh Giselle memasak.


"Baiklah kami berdua akan membersihkan diri" ucapku dan langsung berlalu kekamar mandi, memang tubuhku sudah gatal untuk saat ini.


"Tunggu Marie aku akan mandi berdua denganmu biar sekalian, kita sama-sama perempuan ini kan" Giselle menghentikan pergerakan Marie.


Aku hanya mengangguk aku sama sekali tidak menolak, asal aku tidak mandi bersama sistem itu bukanlah masalah untukku.


Giselle tersenyum senang dan hatinya berbunga-bunga untuk saat ini.


Sistem hanya bisu menatap kepergian Marie dan juga Giselle saat ingin membersihkan diri bersama.


"Kenapa perasaan ku tidak enak, tidak mungkin kan Giselle jatuh cinta dengan Marie?" gumam sistem dengan suara kecil.


Sistem sudah mulai menyadari tingkah Giselle yang sedikit aneh saat bersama Marie.


Tetapi sistem masih tidak ingin berfikir yang tidak-tidak, pada akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan dapur dan membiarkan Marie mandi berdua bersama Giselle.


Aku membuka bajuku hingga tidak ada sehelai benang pun yang tersisa di tubuhku, Giselle terdiam menatap tubuhku yang begitu indah hidungnya sampai mimisan melihat bentuk tubuhku secara langsung.


"Giselle kenapa kamu mimisan?" tanyaku dengan heran.


"Ah__tidak tahu tiba-tiba keluar mimisan gini" Giselle mengelap darah memakai bajunya yang belum dibuka sama sekali.


Pipinya tersipu merah dan dadanya berdegup kencang, dia berusaha menetralkan perasaan yang bagaikan orang jatuh cinta di dalam dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia memberanikan diri membuka pakaian hingga tidak tersisa sehelai benang pun di sekitar tubuhnya.


__ADS_2