
Sistem telah kembali sehabis membeli tiket"Ayok Marie kita langsung masuk ajah"ucap sistem di iringi dengan anggukan Marie.
Sistem menyerahkan dia tiket pada penjaga yang menjaga pintu masuk permainan salju buatan.
"Silahkan masuk tuan dan kakak cantik" penjaga tersebut mempersilahkan ku masuk dan juga sistem, mata mereka berdua tertuju padaku.
Yah, aku memang sudah cantik dari lahir jadi ya suasana seperti ini sudah sangat biasa di duniaku sebelumnya.
Aku merasakan hawa yang dingin menerobos ke kulitku, aku melihat banyak orang bermain sky memakai baju agak tebal.
"Dingin.. " aku agak menggigil karena tidak memakai baju tebal saat memasuki area bersalju ini.
Sistem melihat ke arahku dan dengan cepat langsung memberikanku baju agak tebal untuk mencegah aku kedinginan, begitupun dengan dia yang memakai baju musim dingin beserta syall.
"Terimakasih Ai" aku tersenyum pada sistem dan memeluknya.
Sistem sedikit tersipu malu mendapat perlakuan seperti itu dari Marie.Sistem membalas pelukan Marie sambil tersenyum, dia menatap wajah Marie yang sangat cantik dengan perasaan yang baru pertama kali di rasakan nya.
'Tidak mungkin aku jatuh cinta pada manusia kan?'batin sistem.
"Eh.. em maaf aku refleks memelukmu" aku menyadari hal yang ku lakukan, benar-benar di luar nalar. pipiku bersemu merah dengan cepat melepaskan pelukan dari sistem dan membuang muka ke arah lain.
Sistem hanya tersenyum saat melihat tingkah Marie yang menurutnya sangat lucu"Pfftt..Kamu.. lucu sekali Marie"sistem menahan tawanya agar tidak keluar dari mulutnya.
"Ihh dasar lucu darimana si? " aku dengan kesal mendorong sistem hingga terjatuh ke tumpukan salju buatan yang menggumpal.
Sistem tersenyum dan mengepalkan bola salju lalu di hadiahi untuk Marie, tepat sasaran mengenai wajahnya.
"Hahahahaha" akhirnya sitem tertawa lepas melihat wajah Marie yang penuh dengan salju hasil dari perbuatan nya.
Aku merasa kesal dengan perbuatan sistem, aku juga membuat bola salju ketika kewaspadaan sistem sedang lengah karena tertawa. "Ambil nihh! "Aku melempar bola salju dan berhasil di tabgkis oleh sistem.
"Hahah gak kena tuh"aku kembali melemparkan bola salju satunya yang sudah ku simpan di belakang, memang dari awal ini lah taktik milikku untuk memperdaya sistem. Tidak mungkin dia segampang itu kena lemparan ku.
__ADS_1
Saat sistem sedang menjulurkan lidah meledek Marie tiba-tiba rasa dingin di wajahnya dia rasakan, ternyata dia bisa terkena lemparan bola salju milik Marie.
"Hahahaha lihat wajah konyol mu itu, lucu sekali" aku tertawa melihat wajah sistem yang sambil menjulurkan lidah terkena bola salju.
Sistem membersihkan salju yang ada di wajahnya, dia tersenyum dan berdiri menghampiri Marie"Ayok katanya mau main sky, kita kesana yuk"
Aku mengangguk, dengan senang aku mengikuti langkah sistem. Sudah lama semenjak musim salju aku sama sekali hanya di sibukkan dengan tugas di Kerajaan aku tidak pernah lagi yang namanya bermain SKY saat musim salju datang.
Sekarang di dunia ini ada salju buatan dan juga es yang bisa di gunakan untuk bermain sky, dunia ini penuh dengan berbagai macam hal yang hebat aku sangat kagum dengan dunia ini.
"Wah banyak sekali orang bermain sky" ucapku yang sudah tidak sabar ingin berlayar di es yang sangat besar.
"Tunggu sebentar sepertinya aku harus membeli sepatunya dulu" ucap sistem melihat seseorang yang berdagang sepatu seluncur es, dengan cepat sistem menghampiri dan membeli 2 pasang.
"Nih pakai" sistem memberikan sepatu berwarna merah pada Marie dan dia memakai sepatu berwarna biru.
Aku dengan cepat memakai sepatu untuk berselancar di atas es.
"Aku dah selesai pakai, aku duluan yaa" aku melangkah menuju es yang licin sekali, dengan senang hati aku berselancar dengan berbagai macam gaya. Ternyata aku masih sangat ahli dalam bidang berselancar di atas es walau hampir tidak pernah lagi bermain seperti ini.
"Bagaimana aku juga bisa kan mengimbangi kehebatanmu" sistem mengedipkan sebelah matanya pada Marie saat mereka Bersamping-sampingan.
"Lumayan" aku tidak peduli jika sistem sedang meledek ku, yang aku peduli sekarang hatiku sangat senang bisa bermain seperti dulu lagi.
****
"Aku sudah lelah.. kita istirahat dulu yuk.. " ajakku pada sistem yang masih mengiringi gerakan berselancar ku.
"Baiklah" sistem tersenyum dan menghentikan pergeraka nya.
Marie dan sistem kembali ke daerah bersalju, mereka berdua duduk di atas salju.
"Kamu mau coklat panas?" tanya sistem pada Marie yang sedang melihat orang-orang bermain skating.
__ADS_1
"Memang ada?" tanyaku tidak tahu jika di dalam sini juga ada yang menjual minuman hangat.
"Ada di sana, kalau kamu mau aku akan membelikannya untukmu" tawar sistem pada Marie.
Aku mengangguk karena aku ingin merasakan coklat panas di dunia ini, apakah sama atau ada yang berbeda seperti ice cream mixue bertransform dari susu menjadi eskrim.
"Dua coklat panas ya pak, oh ya campur vanila nya juga ya pak" sistem memesan pada pria paruh baya yang akan membuat coklat panas tersebut.
"Iyah di tunggu sebentar ya tuan" ucap pria itu langsung membuat coklat panas.
10 menit kemudian..
"Ini tuan, Terima kasih"
Sistem mengambil dua gelas plastik coklat panas lalu berjalan kembali untuk memberikannya pada Marie.
"Ini coklatnya" sistem memberikan segelas coklat pada Marie.
"Makasih Ai" aku tersenyum dan melihat ke dalam gelas coklat, wanginya sudah tercium sangat enak dan jika di teliti dari bau nya ada yang berbeda dari coklat panas ini.
"Minum lah, enak loh" sistem meminun coklat panas sekali teguk langsung habis.
"Hah langsung abis? kamu memang gak merasa panas gitu?"tanyaku pada sistem.
"Tidak sama sekali, aku soalnya punya pengontrol panas dalam diriku jadi aku tidak akan kenapa-napa" jawab sistem dengan santai.
Aku hanya mengangguk-angguk mengerti, aku kira sistem manusia akan sama dengan manusia pada umumnya aku jadi penasaran sebenernya siapa yang telah menciptakan sistem AI pasti orang jenius yang identitasnya sangat di rahasiakan bahkan kejeniusannya melebihi rata-rata manusia, atau dia ada di dunia yang berbeda dengan aku dan sistem saat ini pastinya tidak akan mudah untuk mencari tahu tetapi kemungkinan untuk mengetahuinya hanya 1 persen.
Aku meniup coklat panas lalu meminumnya pelan-pelan, ternyata rasanya jauh lebih enak dari yang ku pikirkan barusan. Rasanya agak berbeda, manisnya juga berbeda ini sangat enak.
"Sistem, coklatnya enak sekali kenapa bisa seenak ini?" tanyaku dengan mata berbinar, siapa tau aku bisa membuatnya sendiri di rumah saat sedang dingin seperti di sini.
πππππ
__ADS_1
Lanjut? gaskenn...