
"Ayok kita main ayunan" Isabella menarik kembali tangan Felicia.
Tidak terlihat oleh mereka batu yang cukup besar ada di depan, pada akhirnya Isabella dan Felicia tersandung tetapi Isabella masih bisa menyeimbangkan tubuhnya, tetapi Felicia terjatuh sehingga wajahnya mengenai gumpalan tanah basah yang seperti lumpur.
"Yaampun Felicia!" Isabella mencoba menghampiri Felicia untuk membantunya berdiri.
Felicia tidak berbicara apapun dia bangun sendiri tanpa bantuan Isabella wajahnya tiba-tiba berubah menjadi gelap seperti serigala yang akan memakan mangsa di depannya.
Felicia memcekik Isabella sehingga membuat kegaduhan dan mengundang perhatian orang-orang di sekitar.
CUT!
Marie melepaskan genggaman tangan dari leher seorang wanita, dia benar-benar terlihat seperti penjahat barusan.
"Bagus sekali Marie" ucap sutradara dengan bangga, barusan Marie seperti orang yang sudah ahli memerankan peran antagonis, wajahnya benar-benar sangat menghayati seperti kepribadiannya Marie menjadi Felicia sungguhan.
Ekspresinya menyeramkan dan pas sekali dengan pemeran Felicia yang berkepribadian gelap seperti psychopath.
Bos besar perusahaan juga tidak menyangka pemula yang tidak mempunyai pengalaman seperti Marie bisa memerankan akting dengan baik bahkan tidak kalah dari Gisella si ratu Akting terbaik.
"Aku tidak menyangka aktingmu sangat bagus Marie" puji Gisella sambil bertepuk tangan kecil.
Aku tersenyum malu saat mendapatkan pujian dari Gisella teman kerjaku.
"Haha itu biasa ajah senior, kamu lebih ahli aku akan menunggu akting bersamamu" ucapku dengan senang.
Gisella ikut tertawa bersama dengan Marie, sutradara memutar video sebelumnya ternyata akting Marie dan karakter pendukung sudah pas.
__ADS_1
"Bersiap-siap yang baru ingin memasuki peran, kita akan memulai adegan ke dua"sutradara mengingatkan pada tokoh-tokoh yang sudah di aturnya.
Mereka semua mengerti dan bersiap-siap keruang ganti untuk memakai pakaian sesuai dengan peranan di film.
Karena film ini bergenre thriller jadi tidak akan memakai pakaian terlalu mencolok. Film ini lebih mementingkan ketegangan dan ketakutan.
*Adegan Ke-Dua*
________________
Ready? Action!
"Hei kamu apa yang kamu lakukan! "pekik seorang pemuda tampan berumur sekitar 19 tahun yang bernama Ricard.
Ricard adalah tokoh utama pria dalam film Sadistic Killer.
" To__tolong"ucap Isabella yang sudah tidak berdaya, pandangannya menjadi buram seperti akan jatuh pingsan.
Tetapi Felicia langsung melepas cekikannya pada Isabella kerena dirinya sudah memancing banyak orang berkerumun dan berbisik tentangnya.
Ekspresi Felicia tiba-tiba berubah menjadi polos seperti anak pada umumnya"A__aku ti__tidak tahu apa yang terjadi padaku. Aku tidak tahu ke__kenapa aku mencekik Bella"Felicia memasang ekspresi sedih, dia sengaja berbohong untuk menghindari keramaian dan saksi mata yang sudah melihat perbuatannya pada Isabella.
Orang-orang yang sebelumnya berperasangka buruk pada Felicia menjadi berubah pikiran saat melihat Felicia kebingungan dan juga ekspresinya terlihat kaget karena perilakunya barusan.
"Apa anak itu benar-benar menangis? dia sepertinya benar-benar tidak tahu, mungkin saja ada makhluk yang merasuki tubuhnya?! " bisik salah seorang pada temannya.
"Sstt__itu kan cuma mitos kenapa kamu percaya?" tanya temannya juga dengan berbisik.
__ADS_1
Ricard yang sebelumnya ingin menghentikan Felicia melihat ekspresinya seperti itu perasaannya menjadi iba, apakah ada orang yang berbohong menangis?
Ricard menunduk lalu memeluk Felicia untuk menenangkannya"Sudahlah jangan menangis, aku akan membawa temanmu kerumah sakit aku tidak akan menyalahkanmu dalam hal ini! tetapi aku akan membawamu untuk pemeriksaan lebih lanjut"ucap Ricard mencoba menenangkan, sejujurnya Ricard tidak 100 persen percaya kalau Felicia tidak tahu apa yang di lakukannya.
Lagipula mana ada makhluk yang merasuki tubuh seorang anak untuk berbuat kriminal.
Felicia hanya terdiam terkesan seperti sudah berhenti menangis, tetapi dia melirik Ricard dengan tatapan yang mengerikan tanpa sepengetahuan orang-orang.
CUT!
"Sempurna!" sutradara berdiri dengan bangga pada Marie.
"Marie kamu sudah berusaha keras dan kalian semua juga yang dapat peran hari ini sudah bekerja keras, hari ini saya akan menteraktir kalian semua!" ucap sutradara sambil merangkul Marie seperti seorang teman.
Semua orang bersorak bahagia, karena mereka semua akan di traktir sutradara. Jarang-jarang mereka semua bisa makan enak bersama sutradara.
Bos perusahaan yang sedari tadi menyaksikan Marie memainkan peran ikut bergidik ngeri, bulu kuduk nya meremang dia mematung.
Sutradara menoleh kebelakang dan melihat bos perusahaan bengong seperti itu, dia menjadi panik karena bosnya seperti itu. Sutradara bisa menebak kalau fobia bosnya kambuh lagi.
"Astaga bos, aku hampir melupakanmu!" pekik sutradara langsung menghampiri bosnya yang masih belum menjawabnya.
"Tolong bantu bawa bos ke dokter psikologi!" ucap sutradara tersebut kepada orang yang ada di sekitar.
Dua orang pria mencoba membantu dan membawa bisnya ke arah mobil, untuk melakukan terapi psikologi. Sudah bertahun-tahun sering melakukan terapi tetapi tetap saja fobia nya belum kunjung sembuh.
Mereka semua akhirnya melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang, agar fobia bosnya tidak menambah parah harus secepatnya di tangani.
__ADS_1
πππππ
Lanjut?? gasken