Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
13.Biarkan Aku Memegang Tanganmu


__ADS_3

"Iyah enak, karena coklatnya di tambahkan Vanila itu menambah kesan manis yang berbeda" jelas sistem pada Marie.


"Oh pantas saja enak sekali, kapan-kapan aku ingin buat sendiri" ucap ku kembali meminum coklat panas yang tersisa setengah.


"Emangnya bisa?" tanya sistem dengan wajah tersenyum.


Aku melihat wajah sistem yang terlihat menyebalkan, dia tersenyum seperti meremehkanku aku benar-benar ingin memukulnya dan membuktikannya kalau aku bisa.


"Tentu saja apa kamu kira aku gak pernah bikin coklat panas?"aku menjauh dari sistem karena malas berdekatan dengannya, tetapi sistem kembali mendekatkan dirinya padaku.


"Jangan jauh-jauh dariku aku hanya ingin kamu selalu di sampingku" ucap sistem dengan ekspresi sedikit sedih.


Dadaku berdegup kencang saat sistem mengatakan hal di luar nalar.


"Apaan sih haha" aku tau sistem hanya bercanda kan dia pernah bilang sendiri kalau dirinya tidak akan jatuh cinta pada manusia, apa lagi jatuh cinta padaku yang terjebak di permainan pencipta dia.


Aku telah menghabiskan coklat panas dan aku menjadi ingin kembali berseluncur di atas es lagi.


"Ayok kita main skating lagi"ajak ku pada sistem.


"Eh tapi sampahnya di buang di mana?" tanyaku karena aku mesin memegang gelas bekas coklat panas.


Sistem melihat kesamping kedepan dan kebelakang untuk memastikan tidak ada seorangpun yang pandangannya berfokus pada nya dan juga Marie.


"Aku akan memusnahkan nya" sistem mengeluarkan laser dari jari telunjuknya sehingga sampah bekas mereka minum coklat panas musnah begitu saja terbakar menjadi abu.


"Eh! " aku melihat lihat ke arah orang-orang di sekitar, ternyata sama sekali tidak ada yang menyadari perbuatan sistem. Aku menghela nafas lega karena tidak ada seorangpun yang mengetahui aku sempat panik sebentar.


"Kenapa?"tanya sistem dengan wajah heran.


"Gak papa, yaudah ayok kita main skating lagi" aku menarik tangan sistem hingga kami berdua berdiri di atas es dan berseluncur bersama.


Hingga hari pun menjelang sore hari, kami berdua sangat menikmati hari ini seolah waktu tidak terasa berlalu begitu cepat.


"Ha.. sudah sore kita pulang ajah yuk, aku udah lelah juga" ajak ku karena aku juga sudah lelah dan puas bermain.

__ADS_1


Sistem hanya mengangguk dan mengiyahkan ajakan Marie untuk pulang ke rumah.


Sistem menggandeng tangan Marie hingga ke pintu keluar"Makasih Marie"ucap sistem tersenyum.


"Terimakasih untuk apa, seharusnya aku yang berterima kasih padamu sudah memperkenalkan ku dan membimbingku di dunia ini, sangat menyenangkan sekali" aku membalas perkataan sistem diiringi dengan senyuman, sekarang aku mulai terbiasa dengan dunia ini. Ya walau pun masih banyak misteri yang belum ku ketahui di dunia ini.


Sistem hanya mengangguk, karena dia juga merasa senang membimbing dan memperkenalkan dunia ini pada Marie dan perasaan asing di dalam dirinya sama sekali tidak di ketahui dia ikut merasa senang saat Marie juga senang, menikmati masa-masa yang menyenangkan bersama Marie.


"Kamu lapar gak, kamu mau coba gado-gado gak?" tanya sistem pada Marie dan kebetulan sekali tukang gado-gado hari ini dagang.


"Itu makanan apa lagi?" tanya ku tidak tahu menahu.


"Semacam sayuran yang di campurkan dengan bumbu kacang, kamu pasti akan menyukainya" sistem terkekeh kecil karena pastinya Marie yang penasaran akan menerima ajakannya.


Mataku kembali berbinar dan merasa senang, pastinya makanan yang dihidangkan akan terasa lezat seperti makanan lainnya.


Aku berjalan mengikuti sistem dan melihatnya memesan dia gado-gado. aku duduk di bangku yang sudah di sediakan, kami berdua memutuskan untuk makan disini tidak di bawa pulang.


10 menit kemudian pesanan sistem telah jadi dan dihidangkan di atas meja.


Aku mencium bau dari gado-gado, bau yang tidak pernah ku cium di dunia ku.


"Wahh, ternyataa enak sekali" ucapku memakan makanan dengan lahap.


Sistem hanya melihat Marie yang makan seperti takut di ambil orang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Makan pelan-pelan nanti keselek" sistem mengingatkan Marie agar makan dengan pelan.


"Uhuk.. uhuk.. " aku tersedak dan meminum air putih yang sudah di sediakan di atas meja.


"Kan aku sudah bilang ngeyel banget sih" sistem tertawa kecil melihat Marie yang sudah merasa lega setelah minum.


"Habis gado-gado nya enak"


Sistem mengambil selembar tissue lalu mengelap sekitar mulutku yang sudah cemong dengan bumbu dan basah dengan air.

__ADS_1


Aku tersipu malu melihat sistem yang memperhatikan hal sekecil ini.


"Ka.. kamu.. biar aku sendiri saja..!" aku merebut tissue dari tangan sistem dan mengelap sekitar mulutku sendiri.


Sistem hanya melihatku yang tersipu malu dengan senyumannya, aku tidak ingin melihat wajahnya dan melanjutkan makan gado-gado.


"Akhirnya kenyang juga.. yuk lah pulang aku jadi kangen sama eskrim Mixue" aku membayangkan betapa segarnya jika aku memakan eskrim Mixue di rumah nanti.


"Selalu saja eskrim, dasar penggila eskrim" umpat sistem pada Marie.


"Gak papa aku jadi penggila eskrim, kan enak banget dari pada aku jadi penggila kamu.. " aku tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan barusan dan melenggang pergi begitu saja.


Sistem mengejar pergerakan ku yang agak cepat saat melangkah kan kaki"Apa yang kamu maksud dengan penggila aku?"tanya sistem pada Marie.


Aku baru sadar dengan ucapanku yang asal ceplas-ceplos saja barusan, aku memikirkan untuk menjelaskan bagaimana. Bagaimana mungkin aku bilang jika aku bisa gila saat berada di sisinya.


"Eh itu.. maksudnya.. em ya masa aku harus gila saat bersama mu kan gak mungkin, soalnya.. kamu kan sistem yang di atur untukku" ucapku tersenyum sudah merasa benar dengan penjelasan barusan.


Sistem hanya mengangguk faham"Oh aku kira maksudnya apa"


"Memang kamu kira maksud ku apa?" tanyaku penasaran.


"Gak tau sih hehe" sistem terkekeh.


Aku hanya bisa memukul bahunya karena geram, aku kira dia mengetahui sesuatu tentang perkataan ku barusan, benar-benar membuat panik diriku saja.


"Iyah maaf, yaudah sini tangan kamu" pinta sistem pada Marie yang masih melipat kedua tangannya merasa kesal pada sistem.


"Ngapain? aku gak mau kamu pegang tanganku huhh.. " ucapku sambil membuang muka ke arah lain.


Sistem merasa tidak senang jika di tolak oleh Marie dia langsung menarik tangan Marie hingga berhasil ia genggam.


"Kamu..! " ucapanku terhenti saat sistem menyela.


"Biarkan aku terus memegang tanganmu jika aku tidak bisa bersama mu selamanya, maka memegang tanganmu akan membuatku tenang" ucap sistem dengan ekspresi yang susah di tebak, perasaannya bercampur aduk untuk saat ini tetapi sistem tidak tahu perasaan apa yang sedang di rasanya.

__ADS_1


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Lanjut??gaskenn..


__ADS_2