Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
30.Teringat


__ADS_3

Perhatian! Adegan di episode kali ini mengandung unsur dewasa, bila di novel ini terdapat anak di bawah umur 17 tahun untuk mensekip episode ini.


Author berharap kalian semua bisa bijak ya


dalam memilih bacaan, ini hanya sebuah peringatan untuk anak di bawah umur tidak boleh membaca adegan dewasa, kalian boleh membaca novel dewasa tetapi jika ada unsur dewasa harap menskippnya🙏.


Timakacii, oh ya yang mau tau IG aku nih:


rahmaaulia_ft_ihsan


Oke semuanya selamat melanjutkan<3


🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧🫧__


__________________________________________


❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷


Marie masih terbuai dengan sentuhan yang di berikan oleh sistem. "Ja.. jangan.. jangan di situ.. em" aku berusaha untuk menahan d*sah*n agar tidak keluar dari mulutmu.


Sistem menatap Marie dengan senyuman, sistem tahu mulut Marie bisa berbohong tetapi tubuhnya tidak.


Sistem meraba paha Marie hingga menghasilkan d*sah*n kecil dari Marie.


"Kamu benar-benar menggoda sayang" ucap sistem lalu kembali ******* bibir Marie.


Aku benar-benar sudah terbuai oleh semua sentuhannya, apa jika aku menyuruhnya berhenti maka sistem akan berhenti?


Sistem kembali menatap Marie dia langsung menggendong tubuh Marie untuk melanjutkannya di dalam kamar Marie.


Aku yang sudah berada di gendongan sistem sampai dalam kamar di lempar ke atas kasur.


Aku melihat sistem membuka baju atasnya dan memperlihatkan bentuk perutnya yang sixpack.


Lalu berlanjut membuka celananya, aku baru pertama kali melihat miliknya ternyata persis sekali seperti milik manusia, nampak berdiri sempurna seperti tiang terlebih lagi bentuknya besar dan panjang.


Sistem berlanjut membukakan pakaian Marie hingga tidak ada sehelai kain pun yang menutupi tubuh indah Marie.

__ADS_1


Tangan sistem kembali beraksi dari atas lalu berlanjut ke bawah, sistem memasukkan jari tengah ke dalam lubang yang masih terasa s*mpit, menggesekkan jarinya pelan sehingga Marie menikmati itu semua.


"Ah.." aku berd*s*h menikmatinya, tanganku meremas seprai kasur sehingga membuatnya kusut.


"Gikiranmu sekarang" sistem mengeluarkan jarinya dan membiarkan Marie memainkan milik nyanya dengan tangan.


Sistem merasakan sensasi nikmat walau pun Marie tidak ahli dalam bidang ini.


Aku baru pertama kali melakukan hal seperti ini, tentu saja ini pengalaman pertamaku. Aku sangat tidak ahli dalam melakukannya.


Aku yang sudah di selimuti nafsu tidak bisa berfikir jernih aku tetap melanjutkannya hingga sistem sudah siap di posisinya untuk merenggut keperawananku.


"Sistem.. ini bukanlah hal yang benar..! " ucapku merasa agak takut.


Tiba-tiba sistem teringat jika dirinya bukanlah manusia, jika dia melakukan hal seperti ini bukan kah akan melanggar semua peraturan yang telah di tetap kan oleh penciptanya.


Sistem tidak melanjutkan aksinya dia berhenti saat nafsunya sudah memuncak"Kamu benar hampir saja aku terjerat oleh nafsuku sendiri, maafkan aku sayang"sistem berlalu ke kamar mandi untuk menghilangkan nafsunya.


Aku beranjak dari tidurku lalu kembali memakai pakaian ku, benar apa yang di katakan sistem kami berdua tidak boleh terjerat. Dia adalah sistem pemandu ku, bahkan sistem pernah bilang jika tuannya melarang dia untuk jatuh cinta pada pemain ataupun manusia lain.


Sistem keluar dari kamar mandi berbalut handuk putih, dia melihat Marie yang duduk sudah memakai bajunya.


Sistem tersenyum dan menghampiri Marie, dia menggenggam tangan Marie dengan penuh kasih sayang"Maafkan aku ya sayang..aku gak bisa Melakukannya"ucap sistem berharap Marie tidak marah saat nafsu mereka berada di tengah-tengah sistem malah berhenti karena mengingat peraturan.


"Aku tidak memikirkannya" ucapku memukul pundak sistem karena aku masih malu dengan apa yang sudah di lakukan oleh ku dan juga sistem.


Aku mendorong tubuh sistem dan menyuruhnya untuk memakai bajunya dulu.


"Baiklah" sistem memakai bajunya sambil melihat Marie yang cukup menggemaskan, dia membalikkan badannya agar tidak melihat tubuh sistem yang polos.


Selesai memakai baju sistem kembali ke kamar mandi untuk menggantungkan handuk yang di kenakannya barusan.


Aku kembali tiduran karena badanku cukup lelah, sistem keluar dari kamar mandi dan ikut tidur di sampingku dia menghadap ke arahku. Aku melihat wajahnya yang tampan begitupun juga dengan dia yang terus menatapku dengan penuh kasih sayang.


"Marie, makasih ya aku akan terus menjagamu sampai maut memisahkan" sistem tersenyum lalu mengecup bibir Marie sekilas.


"Apa? memangnya kamu bisa meninggal juga, bukankah sistem itu bisa hidup selamanya?" tanyaku bingung.

__ADS_1


Sistem menggeleng dia mengelus rambut Marie"Aku masih bisa mati kok, semua tergantung kehendak tuan yang menciptakan ku"jawab sistem tersenyum. Cepat atau lambat dia akan ketahuan jatuh cinta dengan Marie entah bagaimana nasib kedepannya jika tuannya itu tahu.


Aku mengangguk bertanda aku mengerti dengan jawaban dari sistem, aku kira sistem adalah makhluk ciptaan manusia yang abadi.


"Baiklah kalau gitu, ayok kita tidur sistem" anakku pada sistem aku menaruh guling di tengah-tengah tempat tidur untuk memberi batas pada sistem.


"Kenapa menaruh guling di sini?" tanya sistem heran.


"Tidak apa, ini hanya untuk batas tempat tidur kita masing-masing" ucapku lalu mulai menutup mata.


Sistem tidak merasa senang akan hal itu dia melempar guling ke lantai.


"Aku tidak ingin ada pembatas di antara kita"sistem langsung memeluk Marie yang sudah kembali membuka matanya.


"Kamu..?" sistem menutup mulut Marie dengan bibirnya.


"Sayang, aku benar-benar tidak ingin di batasi aku akan selalu memelukmu dalam tidurku hingga esok hari" ucap sistem dengan begitu menggoda.


Aku yang mendengar ucapan sistem cukup tersentuh dan akhirnya kami berdua tidur dengan berpelukan hingga ke esok anda harinya.


Pagi sudah menyinari bumi, aku terbangun dan melihat sistem yang masih tertidur pulas di depanku, biasanya dia akan terbangun lebih dulu untuk menyiapkan makanan.


Aku tidak ingin membangunkannya karena aku menyukai wajahnya yang terlihat sejuk waktu tidur.


Aku melepaskan pelukan sistem dengan hati-hati tetapi sia-sia saja sistem terbangun dari tidurnya dengan wajah yang kebingungan.


"Marie kamu sudah bangun? memang ini jam berapa?" tanya sistem penasaran.


"Aku tidak tahu, aku saja baru bangun dan ingin ke kamar mandi" ucapku karena memang aku belum melihat jam, sedangkan jam dinding saja ada di depan kamar.


Sistem hanya mengangguk dia mengucek matanya agar mengurangi rasa kantuk nya yang masih mengendalikan kesadarannya.


Aku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lebih tepatnya aku ingin berendam setengah badan di bathtub.


😆😆😆😆😆


Lanjut?? gasken..

__ADS_1


__ADS_2