Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
78.Marie Lebih Baik.


__ADS_3

Setelah pemeriksaan dokter dan Alana keluar dari laboratorium, Alana berlari ke arah sistem.


"Bagaimana apakah cocok dok golongan darah Alana dan Marie?" tanya sistem sambil mengelus kepala Alana.


"Selamat tuan, darah putri anda cocok dengan nona Marie" tidak lama lagi kita akan mengambil transfusi darahnya.


Alana menarik celana sistem dan berhasil membuat sistem menoleh ke arah gadis tersebut"Ada apa Alana?"tanya sistem.


"Ayah kenapa berbicara seperti mereka? Alana tidak mengerti" ucap Alana sambil menunjuk dokter dan Asistennya.


Sistem hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal"Alana sayang kita sedang berada di negara orang lain jadi bahasa yang digunakan juga berbeda"jawab sistem dengan bahasa Perancis dan itu membuat Alana mengangguk faham.


"Apa yang gadis itu bicarakan? kalian dari negara prancis memangnya?" tanya dokter penasaran karena terlihat aneh saja jika gadis itu tidak bisa berbahasa Indonesia sedangkan tuan muda tersebut bisa.


"Ah ya__kami memang asli orang prancis" jawab sistem sambil tersenyum.


Dokter tersebut hanya mengangguk faham, akhirnya mereka membawa Alana untuk di sample darah nya. Agar bisa di transfusi kan ke Marie.


Alana hanya menurut karena dia tahu semuanya adalah untuk menyelamatkan ibunya.


******


"Tuan sepertinya anda akan menunggu disini cukup lama, jika sudah selesai penanganan kalian berdua boleh masuk" ucap dokter memberi penjelasan.


"Baik dokter lakukan yang terbaik untuknya" pinta sistem dan hanya di angguki oleh sistem, Akan juga sudah selesai di ambil darahnya kini keluar.


Dokter membawa 2 kantong darah penuh untuk Marie ke dalam ruangannya, dia memasangkan selang yang mengarah ke dalam tangan untuk memperluas penyebaran darah dan kembali memperlancar sel-sel yang sudah tersumbat.


"Ayah apa menurutmu ibu akan baik-baik saja?" tanya Alana, walau dia sudah mentransfusi darahnya untuk Marie tetapi kemungkinan sembuh juga belum tentu bisa.

__ADS_1


"Tidak usah khawatir ibumu pasti sembuh ayah percaya itu" sistem mengelus kepala Alana untuk menenangkannya.


Alana tidak berkata apapun lagi mereka berdua dengan tenang menunggu hasil pemeriksaan.


Hanya menunggu selama 2 jam setengah sedikit membuat bdan sistem pegal-pegal karena lumayan lama menunggu, Alana yang sebelumnya tertidur juga tiba-tiba terbangun karena sistem bergerak-gerak untuk meregangkan tubuh.


"Tuan kami sudah selesai mentransfusi darah, kalian berdua boleh masuk kedalam. Untuk saat ini biarkan pasien beristirahat kalian jangan sekali-kali mengganggunya.


Sistem dan Alana hanya mengangguk, mereka berdua segera berdiri dan bergegas masuk kedalam ruang rawat Marie. Terdapat jelas Marie yang tergeletak tidak sadarkan diri dan juga infush yang berada di tangannya. Proses transfusi darah masih berjalan melihat darah Alana yang tinggal 1 kantong lagi habis di pakai oleh Marie.


"Ibu__" ucap Alana dengan lirih dia berusaha untuk tidak mengganggu istirahat Marie, dia hanya berdiri diam di samping ranjang Marie begitu pula dengan sistem.


Mereka hanya melihat keadaan Marie tanpa mau mengangganggu istirahat Marie.


Cukup lama mereka berdiam diri dan melihat ke adaan Marie tiba-tiba jari Marie bergerak dengan segera sistem membunyikan tombol untuk memeriksa kembali keadaan Marie.


Sistem dan Alana di persilahkan untuk keluar sebentar, ternyata yang datang adalah kabar baik jika keadaan Marie sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya.


"Tuan dan Adik kalian di panggil oleh nona Marie di suruh keruangan" ucap sang dokter menyampaikan pesan Marie pada sistem dan Alana yang masih setia menunggu.


Dengan cepat mereka berdua melenggang masuk, melihat Marie yang sudah tersadar sistem dan Alana menghampiri Marie.


Alana memeluk Marie sambil menangis"Ibu syukurlah ibu bangun, aku sangat khawatir pada ibu"ucap Alana.


Aku hanya tersenyum sambil mengelus kepala Alana, Aku sangat bersyukur mempunyai mereka yang selalu ada menemaniku di saat aku sedang tidak baik-baik saja.


"Marie, syukurlah kamu baik-baik saja aku juga sangat mengkhawatirkan dirimu" ungkap sistem, dia adalah seorang pria yang pastinya lebih tegar hatinya. Dia tidak akan menangis di depan perempuannya hanya karena rasa khawatir tetapi hatinya menjerit ingin menangis bahagia.


Sistem juga ikut memeluk Marie dengan rasa sayang yang memggebu-gebu.

__ADS_1


Kedepannya pasti Quest akan sangat sulit, lebih tepatnya nyawa Marie benar-benar terancam. Sistem tidak bisa berbuat banyak selain mengasih arahan pada Marie tentu saja di dalam peraturan sistem di larang terlalu membantu pemain dalam menyelesaikan quest.


Sistem boleh membantu pemain hanya saja tidak boleh mengeluarkan bantuan terlalu besar ataupun membuat pemain berhasil menyelesaikan quest dengan bantuannya.


Semua itu hanya bisa bergantung pada usaha Marie, ia bagaikan burung yang terkurung dalam sangkar. Tidak bisa bebas tanpa di atur seperti manusia pada umumnya.


Jujur saja walau bisa meningkatkan kekuatan dan pengalaman hidup, tetapi nyawa bisa melayang kapan saja jika tidak kuat menyelesaikan quest yang di berikan oleh tuannya.


Sistem hanya bisa menghela nafas, berharap Marie selalu sehat kedepannya dan baik-baik saja.


"Tenang saja aku akan segera sembuh kalian tidak perlu khawatir lagi, dan Alana makasih banyak sudah menyelamatkan ibu ya nak" ucapku dengan lembut kini aku semakin menyayangi Alana. Bahkan Alana rela berkorban mentransfusi 2 kantong darah untukku.


"Ibu tidak perlu berterima kasih, seharusnya Alana yang berterima kasih denganmu bu. Tanpa ibu Alana selamanya akan hidup sendiri dan mungkin lebih parahnya Alana akan mati kelaparan atau terserang oleh penyakit kanker ini karena tidak ada yang mengobati" Alana kembali memeluk Marie dengan penuh kasih sayang, Marie adalah cahaya hidupnya.


Jika bukan karena Marie mungkin sampai kapanpun dia tidak pernah merasakan kasih sayang lagi dan tidak akan tahu jika dirinya menderita penyakit kanker.


Setelah cukup lama mereka berbincang dengan Marie, akhirnya sistem dan Alana memutuskan untuk pulang. Membiarkan Marie kembali beristirahat di rumah sakit.


Walau rasanya berat bagi mereka meninggalkan Marie sendirian di rumah sakit, mau tidak mau mereka harus menunggu perkataan dokter besok. Jika Marie bisa pulang besok itu bagus jika lusa juga tidak masalah intinya Marie harus sembuh.


"Ibu aku dan ayah pulang dulu ya, ibu istirahat jangan lupa makan juga ya bu selamat tinggal" ucap Alana berpamitan dengan berat hati.


Sistem juga mendekati Marie dan mengecup keningnya"Selamat tinggal sayang, jaga dirimu baik-baik"sistem melambaikan tangan setelah mengucapkan kata tersebut.


Sistem dan Alana akhirnya keluar untuk pulang ke Apartemen yang sudah di sewanya untuk 1 minggu.


Saat di perjalanan sistem melihat di jalan ada orang yang terduduk, sepertinya jika di lihat dia adalah seorang wanita.


"Kenapa ada perempuan yang duduk di jalan raya?" gumam sistem dan akhirnya turun dari mobil untuk melihat keadaan wanita tersebut.

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰


Lanjut?? gaskenn..


__ADS_2