Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
83.Kebun Binatang


__ADS_3

Kami bertiga memutuskan untuk berangkat saat sudah sesuai waktu yang di tentukan, aku sudah cantik dengan dandanan yang natural ketika di lihat.


"Ayok kita berangkat" ajakku pada sistem yang masih setia menungguku di sofa bersama Alana.


Dengan segera sistem dan Alana bangun dari duduknya, dan membawa bekal persiapan nanti ketika di kebun binatang.


"Eh kita cuma bawa bekel doang, Alana mau beli snack gak?" tanyaku pada Alana, aku pikir anak-anak sangat suka ngemil snack dibandingkan makan nasi.


Alana menggelengkan kepala dengan cepat, Alana akan makan apapun dia tidak akan memilih-milih makanan.


"Aku akan memakan apapun, tidak perlu beli snack ibu" jawab Alana sambil tersenyum.


Aku hanya mengangguk ternyata Alana berbeda dari anak lainnya, aku agak senang Alana bukanlah anak terlalu manja. Tetapi tidak masalah bila Alana menginginkan snack karena selama ini Alana hidup sebatangkara mau makan pun rasanya pasti sangat sulit.


Sudah memikul beban sejak kecil sangatlah mengenaskan, aku akan membahagiakan Alana apapun yang terjadi dan melindunginga berharap bisa bersama dengan Alana selamanya aku sudah menganggap Alana seperti anak kandungku sendiri.


Mobil di jalankan sistem membelah jalan yang lumayan macet, seperti yang aku tahu Indonesia juga merupakan negara paling banyak penduduk di urutan nomor 4 seluruh dunia.


Sedangkan negara prancis sangat berbeda jauh penduduknya, tidak termasuk kedalam peringkat satu dua tiga ataupun empat dan lima. Bukan berarti jumlah penduduknya sedikit, walau memang berbeda jauh dengan Indonesia yang memiliki 277,7 juta jiwa saat ini.


"Kenapa di negara ini sering macet?" Alana bertanya pada ayahnya.

__ADS_1


"Karena penduduk di negara ini sangat banyak melebihi negara kita sayang" jawab sistem.


"Melebihi negara kita? benarkah? pantas saja negara kita jarang seramai ini walaupun itu di kota sekalipun"


Sistem hanya mengangguk dengan perkataan Alana itu semua benar, mengapa sistem bisa tahu? karena memang bosnya hidup di kota yang sangat maju melebihi tahun sekarang. Walau sistem tidak di rakit untuk mengetahui semua informasi mengenai duniadunia tetapi jika soal pengetahuan kecil seperti penduduk di negara hanyalah hal yang mudah.


Aku hanya menyimak perjalanan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya sampai juga di kebun binatang. Sangat ramai orang dari kalangan anak-anak bersama orang tuanya berada di tempat wisata kebun binatang.


"Wahh, banyak sekali hewan disini" Alana mengagumi banyak hewan di kebun binatang saat turun dari dalam mobil.


"Tentu saja, ayok" aku menggandeng tangan Alana menuntunnya untuk melihat berbagai macam hewan.


Hewan di kebun binatang ini semuanya adalah hewan yang terlindungi, aku juga tidak tahu nama sebagian besar hewan di sini, karena hewan yang berada di Prancis berbeda jauh dengan negara Indonesia.


Aku melihat hewan yang di tunjuk Alana, aku tahu betul karena pernah melihatnya"Oh itu jerapah namanya"jawabku sambil tersenyum.


Alana menghampiri jerapah, sepertinya jerapah juga menyukai Alana lehernya yang panjang langsung diturunkan untuk melihat Alana.


"Halo jerapah, kamu lucu banget deh ini buat kamu" Alana memberikan daun yang berjatuhan dari pohon dia mengambil beberapa untuk jerapah makan.


Dengan senang jerapah melahap daun yang berada di tangan Alana.

__ADS_1


Walau hewan tidak mengerti bahasa manusia tetapi dia mengerti pergerakan manusia atau bahasa tubuh manusia.


"Bu lihat jerapah mengerti bahasaku" ucap Alana dengan senang.


Aku hanya tersenyum tanpa berkata apapun, suatu saat dia pasti akan mendalami pengetahuan yang luas dengan dunia luar berdasarkan pengalamannya sendiri. Jika Alana memiliki jiwa petualangan kelak dia pasti tahu bagaimana menghadapi dunia luar tanpa pengawasan orangtua lagi.


Aku akan mengajarinya secara perlahan-lahan untuk memicu pengalaman dalam diri Alana.


Setelah puas bermain jerapah kami kembali berjalan menjelajahi kebun binatang lebih dalam, hingga sampai di kandang yang berisi orang utan.


"Ibu kok hewan itu seperti kita, dia bisa berdiri dengan kaki punya dua tangan juga" Alana menghampiri kandang orang utan.


"Itu namanya orang utan, memang tubuhnya agak mirip dengan manusia yang membedakan hanyalah bulu di sekujur tubuhnya" jelas ku pada Alana.


Alana melihat orang-orang memberikan buah pisang pada orang utan, tetapi Alana tidak mempunyai buah pisang untuk di berikan pada hewan.


Sebenarnya penjaga kebun binatang melarang keras wisataaan memberi makan hewan, karena hewan di dalam tidak akan kelaparan. Makanan sudah di atur dan di berikan sesuai porsi yang ditentukan.


Tetapi tetap saja para wisatawan diam-diam tetap memberikan hewan makanan, ya ini memang tidak baik karena melanggar aturan, tetapi bisa mengajarkan anak-anak bersimpati pada semua hewan jika suatu saat menemukan hewan yang membutuhkan makanan anak yang sudah memahami rasa simpati pasti akan memberikannya makanan.


😁😁😁😁😁

__ADS_1


Lanjut?? gasken..


__ADS_2