
Aku membuka pintu dan melihat Alana yang sudah bersaiap akan mandi karena di tubuhnya sudah mengenakan handuk.
"Baiklah silahkan sayang" aku membiarkan Alana masuk ke dalam kamar mandi.
Aku menggendong Alana ke dalam bathtub untuk ikut berendam bersama, pasti ini adalah pengalaman pertama Alana berendam di dalam air susu dan bunga mawar.
Sejak dulu Alana hidup apa adanya, hidup mandiri tanpa ada yang membantu saya kedua orangtuanya sudah meninggal.
"Ternyata berendam di air susu dan mawar sangat wangi ya bu" Alana menikmati suasana berendam bersama ibu kesayangannya.
"Iya dong sayang kamu pasti nya akan suka" aku mengelus kepala Alana dengan gemash.
Setelah berendam setengah jam aku dan Alana membasuh tubuh menggunakan shower agar tidak lengket lalu aku dan Alana keluar kamar mandi.
Sekarang adalah giliran sistem yang akan membersihkan diri"Aku dan Alana udah selesai kamu bisa pakai kamar mandinya"ucapku sambil tersenyum, lalu aku membuka koler dan mencari bajuku serta baju Alana yang masih aku gabungkan di dalam koper.
Setelah memakai baju aku langsung membereskan baju di dalam koper dengan memasukkannya kedalam lemari pakaian.
"Ibu mau aku bantu?" tanya Alana saat melihat ibunya sedang memasukkan baju ke dalam lemari pakaian.
"Tidak perlu biar ibu saja" tolak ku, aku tidak ingin menyuruh Alana membantuku karena aku bisa sendiri.Alana masih kecil seharusnya saat ini adalah masa-masa bahagianya bersama teman sepantaran dia.
Alana menghampiri Marie lalu mengangkat baju yang sudah di dusun oleh Marie untuk di taruh di lemari pakaian.
Aku menghalangi Alana agar tidak memasukkan pakaian ke dalam lemari"Kan ibu sudah bilang padamu, ibu bisa sendiri"aku menepuk dahiku karena Alana yang tidak mendengarkan ucapanku.
"Tapi Alana mau bantu ibu" Alana kekeh ingin tetap membantu Marie.
Aku hanya menghela nafas, jika Alama bersikeras ingin membantuku menyusun pakaian di lemari aku tidak bisa menghalangi nya lagi.
"Baiklah kalau gitu terserah padamu"ucapku laku mengambil pakaian sistem yang akan di taruh di dalam lemari.
Alana berjalan ke arah lemari pakaian dia menaruh pakaian di paling bawah karena tubuhnya yang masih kecil tidak akan sampai ke bagian lemari atas.
Sistem sudah selesai mandi dan mengambil baju dari dalam lemari pakaian.
__ADS_1
Aku melihat sistem bertubuh atletis, indah sekali aku tersadar dan menutup kedua mataku.
"Akhh.. ganti bajunya jangan di sini!" aku masih menutup mata karena tidak ingin melihat tubuh sistem.
"Hehe maaf Marie" sistem terkekeh, ekspresi Marie benar-benar menggemaskan tetapi masih ada anak di bawah umur jadi tidak boleh di perlihatkan di depan anak bawah umur.
Sistem berlalu pergi menuju kamar mandi, dia memakai baju di dalam kamar mandi. Setelah sistem pergi Marie kembali membuka tangan dari wajahnya.
Aku menghela nafas untungnya sistem sangat pengertian.
"Alana nanti kamu tidur di tengah-tengah ya" ucapku pada Alana, dia bisa menjadi pembatas tidur untukku dan sistem agar tidak terlalu dekat.
"Siap ibu" Alana membentuk tangan seperti hormat pada bendera sambi tersenyum, Alana mendekati Marie dan duduk di pangkuan Marie.
Sekarang Hati Alana telah seutuhnya di taklukkan oleh Marie, kasih sayang Marie untuknya membuat Alana juga ikut sayang pada Marie.
Sistem sudah selesai memakai baju dia keluar dari kamar mandi"Ayok kita tidur sudah malam, besok kita akan jalan-jalan ke Ancol"
"Ancol? itu di mana ayah?" tanya Alana penasaran.
"Oh, apa di ancol seru ayah?" tanya Alana lagi.
"Ya, besok kamu rasakan saja sendiri Alana" sistem mengelus kepala Alana dengan lembut.
Akhirnya aku, sistem dan Alana memutuskan untuk tidur sekarang.
*****
Keesokan harinya sistem meminta pelayan hotel menyiapkan sarapan untuk mereka makan, para pelayan sibuk memasak untuk para tamu termasuk pelayan khusus yang mengantarkan makanan ke ruang apartemen sesuai pesanan.
"Apa sarapan kita di bawa oleh pelayan nanti?" tanyaku karena memang sama sekali aku baru tahu jika di apartemen tidak perlu menyiapkan makanan sendiri, karena sudah ada pelayan yang siap melayani tamu maupun pemilik ruangan apartemen.
"Iyah, tidak apa-apa kalian pasti suka karena masakan di sini juga tidak kalah berkualitas" ucap sjstem dengan santai.
"Bagi Alana mau orang yang bisa masak kaya gimanapun, ras amasakan ayah tetap nomor 1 paling enak" Alana mengacungkan kedua jempolnya membuat sistem tersenyum malu.
__ADS_1
Tok tok..
Pintu kamar Apartemen di ketuk, sistem langsung membukakan pintu apartemen untuk melihat siapa yang mengetuknya.
"Saya mau mengantarkan makanan tuan" ucap pelayan dengan santai.
Sistem tidak mempermasalahkan pelayan masuk ke dalam kamarnya, dia meletakkan makanan di atas meja juga ada yang di letakkan di lantai.
Setelah selesai pelayan kembali keluar dari kamar Marie dan sistem, aku mengambil 1 piring yang sudah di sediakan semua lauknya sama jadi tidak perlu pilih-pilih.
"Ibu makanannya enak sekali" puji Alana pada makanan yang dia makan saat ini.
"Iyah nak makan yang banyak ya biar cepet besar" ucapku dan melanjutkan makan dengan lahap.
Begitu pula dengan sistem, dia menatap Marie dan Alana secara bergantian jujur hatinya sakit. Andai saja jika dirinya adalah manusia, mungkin bisa merasakan kebahagiaan tanpa ada yang mengekang hubungan antara mereka.
Sistem sudah melanggar perjanjian dan jika dia ketahuan mempunyai hubungan dengan manusia maka akan ada akibatnya.
Aku melihat wajah sistem seperti seseorang yang bersedih"Kamu kenapa sayang?"tanyaku.
Sistem menggelengkan kepalanya"Gak papa, kalian habiskan saja makanannya setengah jam lagi kita akan berangkat ke Ancol"
Aku merasa sistem menyembunyikan sesuatu dariku, aku tidak akan bertanya sepertinya percuma jika aku bertanya sistem tidak akan memberitahuku jika dilihat dari tindakannya.
Waktu sudah berlalu aku, sistem dan Alana akhirnya berangkat menuju Ancol.
Kami bersenang-senang melihat pemandangan kota jakarta, sangat indah walau sepertinya sudah jarang terlihat pepohonan di jakarta. Tidak seperti prancis yang masih banyak pohon, padahal ini masih jam 9 pagi tetapi sudah terasa panas saat tadi keluar dari Apartemen.
"Kita dari sini ke ancol apa akan lama sampainya Ayah? " tanya Alana.
"Tidak akan lama kok sayang, mungkin hanya setengah jam karena Ancol masih berada di daerah jakarta. "jawab sistem masih fokus menyetir mobil.
Tiba-tiba papan sistem memiliki notifikasi yang tidak boleh di abaikan. Aku melihat papan sistem ternyata memberikan sebuah quest untuk aku kerjakan.
πππππ
__ADS_1
Lanjut?? gaskenn..