
"Baiklah kalau begitu, sekarang quest tambahan sudah di konfirmasi kamu bisa mengerjakannya" ucap sistem sambil menunjukkan layar proyektor system yang ada di depan Marie.
Sistem:
Quest tambahan:
1.) Lari 5 putaran lapangan sekolah yang ada di sekitar(0/1)
2.) Buat sang OSIS terpesona dengan mu(0/1)
3.) Sembuhkan pasien dengan gejala kecil jantung menggunakan bahan obat herbal(0/2)
Waktu yang di butuhkan 3 hari dimulai dari sekarang~
Aku tidak habis pikir quest yang diberikan sampai harus menyembuhkan penderita kecil penyakit jantung"Apakah ini yang kamu bilang quest mudah?"tanyaku sambil menepuk dahiku.
"Iyah ini sudah quest paling mudah dengan hadiah koin yang cukup tinggi"jawab sistem dengan santai.
Aku hanya menggelengkan kepala sambil menghela nafas dengan kasar, ini tidak lah mudah apalagi aku tidak tahu obat-onatan herbal yang ada di Indonesia.
Walaupun di negara prancis aku cukup ahli dengan skill obat tradisional pastinya berbeda dengan negara Indonesia, di karenakan bahan obat herbal yang digunakannya juga berbedaa pastinya tatacara pengobatan yang harus di lalui juga tidak sama.
"Baiklah aku akan memulai quest dengan kari 5 putaran di sekolah sekitar sini, apa kamu tahu di mana sistem?" tanyaku.
Sistem mengangguk dan menunjukkan sekolah sekitar yang harus dipakai untuk menyelesaikan quest pertama.
Aku melihat sekolah lumayan besar juga"Ini bukan sekolah tapi SMA"ucapku yang tidak tahu jika sekolah di Indonesia juga terdapat jenjang tingkatannya.
"Ini sekolah Marie sayang, sekolah di Indonesia terdapat tingkatannya yaitu SD, SMP, SMA/SMK, dan tingkat paling tingginya itu Kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana" jelas sistem pada Marie.
"Oh hehe, maaf aku tidak tahu apa-apa" aku menyengir kuda pada sistem sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, di zaman ku aku sekolah di Academy tanpa tingkatan, hanya saja pembagian kelas masih digunakan hingga sekarang, cukup jauh perbedaannya.
__ADS_1
Aku melangkahkan kaki untuk membuka gerbang sekolah yang ditutup, saat aku dorong ternyata gerbangnya dikunci dari dalam sekolah.
"Nona ada perlu apa datang kesekolah?" tanya penjaga gerbang yang melihat Marie dari lubang gerbang yang berada dekat kunci gerbang.
"Pak apakah saya boleh masuk sekolah, saya hanya ingin meminjam lapangan sekolah untuk berlari 5 putaran"jawabku dengan jujur.
Penjaga gerbang keheranan, kenapa Marie ingin berlari 5 putaran di lapangan sekolah sore-sore seperti ini? anak sekolah juga setengah jam lagi sudah akan pulangpulang sekolah.
"Hah? nona apa kamu ingin berolahraga?" tanya penjaga gerbang.
"Iyah pak aku mohon 5 putaran saja apa tidak boleh?" aku memohon agar penjaga gerbang membukakan gerbang untukku agar aku bisa menyelesaikan quest.
'Mungkin tidak akan masalah membiarkan nona ini berlari 5 putaran saja, lagipula sebentar lagi jam pulang sekolah'pikir penjaga terdiam sejenak.
"Pak bagaimana apa aku boleh masuk?"aku bersuara lagi sehingga menyadarkan lamunan penjaga tersebut.
"Baiklah, baiklah kamu boleh masuk" penjaga gerbang membukakan gerbang yang sebelumnya di kunci, membiarkan Marie masuk ke lingkungan sekolah.
Aku langsung memulai berlari mengelilingi lapangan sekolah yang cukup besar dan pastinya menguras banyak tenaga jika dilakukan oleh manusia biasa.
"Eh Den siapa ya cewek cantik itu, kok dia lari muterin lapangan sekolah kita ya?" tanya teman baiknya yang selalu setia menemani dia pergi ke toilet.
Deni Prasetyo adalah ketos sekolah yang saat ini Marie kunjungi, sikapnya yang dingin serta Acuh tak acuh membuat banyak perempuan menyerah mengejarnya. Tetapi itu semua bisa tertutupi dengan Kharisma yang terpancar, ketampanan, prestasinya sudha menyebar luas. Deni adalah murid terpintar nomor satu dalam studi matematika tingkat provinsi.
Juara satu saat mengikuti ajang lomba Matematika, membuat nama sekolah yang dikunjungi Marie dikenal banyak orang, membanggakan seluruh guru serta tidak sedikit pula murid yang menjadikannya panutan.
"Gak tau"ucapnya singkat.
"Ah_lu mah gak seru banget sih, masa sama cewek secantik dia saja masih acuh tak acuh"ledeknya sambil menyenggol bahu Deni.
"Apaan sih, udah lu diem ajah bar gua gak mau denger celotehan lu" Deni nenyentil dahi temannya yang sangat suka sekali meledekinya.
__ADS_1
Akbar adalah salah satu siswa yang menjadi teman baik Deni. Walaupun terlihat jauh berbeda dari watak sifatnya, tetapi hubungan mereka sangat hangat dan harmonis. Akbar dikenal memiliki sifat jahil dan suka menggoda wanita cantik yang berada di sekolah, wajahnya lumayan tampan tidak kalah menarik dengan Deni sang ketos sekolah.
Dari dulu Akbar sangat tidak menyukai pelajaran, bahkan juara dalam Olimpiade saja belum pernah tetapi dia sangat ahli dalam merakit sesuatu, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan skill rakitan miliknya.
Mau itu rakitan motor, mobil, sepeda, kipas angin, komputer, HP, laptop, pengisi daya listrik manual dan lain-lain masih banyak lagi yang bisa dia rakit.
Deni tidak ingin berdebat dengan temannya, dengan cepat dia menaiki tangga menuju kelasnya yang berada di atas, Akbar mengekori dari belakang seperti bawahan yang mengikuti majikannya kemanapun.
******
"Hah__akhirnya selesai juga" aku duduk di bawah pohon yang berada di sekolah lumayan besar untuk berteduh.
Aku mendengar suara bell sekolah sudah berbunyi semua anak-anak yang tadinya masih berada diatas secara berurutan menuruni tangga.
Mereka semua melihat ku dan sistem yang sedang berteduh tetapi tidak ada yang berani mendekati kami.
"Apa aku harus menaklukkan hati ketos yang ada di sekolah ini, tapi bagaimana aku akan memasuki sekolah ini selanjutnya?" aku menghela nafas dengan kasar, lelah dengan semua yang aku alami sekarang.
Sistem memberikan air untuk aku minum, kebetulan sekali aku sangat haus jadi aku mengambil botol air yang ada di tangan sistem. "Makasihh"tanpa memperhatikan sekeliling aku langsung meneguk air yang ada di botol pemberian sistem.
"Halo kakak, kamu yang barusan berlari di sekolah ini kan?" tanya seorang laki-laki yang sudah berada di sekitar Marie.
Aku yang mendengar suara laki-laki langsung berhenti meminum air dan menatap ke arah laki-laki tersebut.
Terdapat dua anak laki-laki tampan yang menghampiriku, banyak anak perempuan yang berhenti berjalan untuk keluar gerbang untuk memperhatikan sang Ketos dan teman baiknya menghampiri seorang perempuan yang tidak jelas asal usulnya.
"Iyah, kalian siapa ya? ada apa kalian memanggilku?" tanya ku dengan raut wajah dingin tanpa ekspresi.
Cukup membuat Akbar terpesona, ternyata perempuan yang ada di depannya cukup dingin terhadapnya. Sebelumnya tidak ada yang bisa menolak pesona Akbar mau itu perempuan di sekolah atau luar sekolah, jika melihat Akbar tersenyum mereka seperti terhipnotis akan pesona Akbar.
Jatuh terherumus kedalam pesonanya, tidak ada yang bisa menolong mereka jika sudah terjerumus.
__ADS_1
πππππ
Lanjut?? gasken..