
Itu adalah kedua kalinya robert mendengar perkataan Marie tentang dunia ini, Robert menganggap Marie hanya bercanda atau dia hanya refleks.
Aku menyadari perkataan ku yang tidak boleh di ungkapkan begitu saja, dengan cepat aku memperbaiki omonganku.
"Um.. maksudku ini adalah eskrim paling enak, dan aku baru pertama kali merasakannya" aku tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Ohh gitu ya" Robert hanya ber oh iya saja, saat melihat teman Marie sudah selesai memesan Robert segera membalikkan badan lagi takut membuat kesalahan kembali.
"Marie aku sudah selesai memesan semua eskrim dan berbagai jenis rasa, nanti akan di antarkan oleh mereka ke rumah mu" ucap Sistem sambil melihat ke arah Robert.
Aku berbalik ke arah sistem dengan mata berbinar dan perasaan senang di hatiku"Wahh benarkah? jadi kita tinggal pulang ajah dan nunggu eskrimnya jadi? "tanyaku dengan sangat senang.
"Iya kita bisa istirahat di rumah" sistem tersenyum dan mengelus kepala Marie.
Aku pun segera bangkit dari duduk"Baiklah ayo kita pulang"
Sistem menggandeng tangan Marie seperti biasa dan berlalu tanpa mempedulikan Robert lagi yang masih setia mendengar pembicaraan mereka sedari tadi.
Setelah Marie dan temannya pergi, ada perasaan yang tidak mengenakkan bagi Robert.
"Apa mereka tinggal bersama? bukankah mereka hanya teman" Robert memegang hatinya entah kenapa rasanya menyakitkan saat mengetahui kenyataan ini.
"Kenapa rasanya sakit, aku hanya bertemu dengan mu dua kali kenapa rasanya perasaan ini sangat akrab?" Robert menepuk-nepuk pipinya agar berhenti memikirkan gadis bernama Marie itu.
*****
Akhirnya aku dan sistem telah sampai di rumah, dengan cepat aku membuka pintu dan duduk di atas sofa.
"Ha... lelah sekali" gumamku sambil merebahkan kepalaku di atas bantal sofa.
Sistem duduk di pinggiran sofa di dekat kepala Marie"Apa kamu ingin aku pijat?"tawar sistem pada Marie.
Aku mendongak menatap wajah skstem, aku hanya menggeleng karena tidak ingin merepotkan sistem kalau di rasakan memang badanku pegel semua tapi aku tidak ingin merepotkannya.
__ADS_1
"Oh aku rasa kamu sangat memerlukan pijatan" sistem langsung berdiri dan berpindah tempat ke sekitar kaki Marie.
Sistem memegang lalu memencet-mencet kaki Marie agak kencang agar pijatan nya terasa enak.
"Hmm.. aku kan tidak ingin di pijat kamu, kenapa kamu malah memijat ku.. ukh.. " aku merasakan kenikmatan di sekitar kakiku saat di pijat oleh sistem jujur aku tidak ingin pijatan pada kakiku berakhir begitu saja.
Sistem tahu jika Marie sangat menikmati pijatan nya. "Diam lah atau aku tidak akan melanjutkan pijatan ini"ucap sistem sambil tersenyum.
Aku pun hanya diam dan tidak menanggapi ucapan sistem, karena aku sudah terlanjur menikmatinya.
Sistem pun memijat semua bagian tubuhku yang pegal.
" Sudah selesai bagaimana rasanya, apa kamu merasa lebih baik sekarang?"tanya sistem.
"Iyahh terimakasih sudah repot-repot memijat ku sistem" ucapku sambil tersenyum lalu aku kembali duduk.
Beberapa menit aku duduk bel rumah tiba-tiba berbunyi, aku pastikan yang datang adalah tukang antar eskrim yang sangat enak.
"Apakah ini dengan rumah pak AL?" tanya kurir tersebut.
"Iyah benar! " ucapku dengan senang langsung merebut kotak yang ada di tangan kurir itu.
Aku langsung berlari masuk untuk melihat eskrim di dalamnya.
"Hei nona tunggu kamu belom menandatangani pembeliannya!" teriak kurir tersebut tetapi tidak di gubris oleh Marie sangking terlalu senangnya jika eskrim Mixue telah di tangannya.
Sistem dengan cepat berjalan ke depan pintu untuk melayani kurir itu"Biar saya saja yang menandatangani"ucap sistem.
Dengan cepat sistem sudah selesai menandatanganinya.
"Kenapa dia seperti itu ya pak AL?" tanya kurir.
"Siapa? Marie?" tanya sistem.
__ADS_1
"Iya siapa lagi kalau bukan wanita itu"kurir memperjelas pertanyaannya.
" Ya, dia sangat menyukai eskrim Mixue dia hanya terlalu girang"sistem hanya berbicara sebisanya tanpa mengungkap Marie.
Kurir itu mengangguk dan menyenggol lengan sistem"ngomong-ngomong apa dia punya pasangan, aku cukup terpesona saat melihat dia"ucap kurir tersebut jujur.
Sistem mengangkat sebelah alisnya lalu mendekatkan wajah untuk melihat wajah kurir itu dengan jelas.
'Astaga, temannya Marie punya ekspresi semenyeramkan ini dari dekat'batin kurir tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Robert.
"Tuan aku hanya bertanya saja, apakah punya?" tanya Robert sebisa mungkin tidak memunculkan ekspresi tegang, dia menanggapi dengan biasa saja.
"Tentu saja, aku adalah pasangan Marie itu sudah jelas karena kami tinggal satu rumah" ucap sistem dengan santai, sebelumnya dia sempat curiga kalau kurir ini adalah orang yang di kenalnya.
"Tidak mungkin!"Robert tidak bisa menerima kenyataan pahit ini.
"Apa maksud kamu tidak mungkin?" tanya sistem kembali curiga dengan kurir di depannya.
"Ahh.. maksudku, tidak mungkin itu aku salah harusnya aku bilang tidak menyangka kalau dia sudah mempunyai pasangan." Robert memperjelas kata-kata yang tiba-tiba saja keluar dari dalam mulutnya.
Sekarang Robert sudah berkeringat dingin takut jika sistem tidak mempercayai penjelasannya. Karena perbedaan kata tidak mungkin dan tidak menyangka itu beda arti. Seharusnya Robert bilang salah ngomong.
"Oh gitu" sistem hanya mengangguk-abgguk faham.
"Yaudah kalau udah ngerti sana!" usir sistem pada kurir.
Robert hanya mengangguk lalu pergi dari rumah Marie tanpa berbicara lagi dengan sistem, entah kenapa hatinya kini sedang merasakan sakit. Ada yang aneh pada dirinya, padahal Robert baru bertemu Marie 2 hari tetapi sudah mempunyai perasaan ajah.
"Ayolah ada apa denganmu Robert, dia sudah ada pasangan kenapa masih memikirkannya" Robert memukul-mukul pelan dadanya sendiri agar hatinya tidak terasa sakit lagi.
πππππ
Lanjut??gaskenn...
__ADS_1