
"Nona kamu kenapa?" tanya sistem saat sudah menghampiri perempuan yang duduk di jalan.
"Tuan tolong saya, sepertinya saya sudah hampir tiba waktu melahirkan" jawab perempuan tersebut sambil memegang perutnya yang sudah terasa sedikit sakit. Sepertinya cepat atau lambat akan bereaksi.
Sistem tidak habis pikir baru saja ingin pulang tetapi menemukan perempuan yang ingin melahirkan seorang anak, mau tidak mau sistem harus menolongnya.
"Baiklah nona sebaiknya anda cepat naik ke mobil saya, karena cuaca juga seperti ingin hujan" sistem melihat awan seperti ingin hujan.
Dengan segera wanita itu masuk ke dalam. mobil sistem atas izin pemiliknya. "Terima 0kasih tuan kebaikanmu aku akan membalas kebaikanmu nanti.
" Tidak perlu nona saya hanya membantu anda"tolak sistem dan berhasil membuat wanita itu agak kecewa.
Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di rumah sakit, perempuan itu sudah tidak tahan karena perutnya sudah sangat sakit.
Mau tidak mau sistem harus menggendongnya ke dalam rumah sakit. "Dokter tolong, dia ingin melahirkan!" ucap sistem pada dokter.
Dengan cepat para suster membawakan kasur jalan untuk meletakkan pasien. "Suami ibu mana, biarkan dia menemani persalinan ibu"
Perempuan itu menunjukkan sistem, mata sistem terbelalak tidak percaya bagaimana bisa wanita ini menunjuknya sebagai suami dia.
Untung saja sekarang tidak ada Marie jika ada dia mungkin saja Marie akan marah mendengar perkataan wanita ini.
"Tapi.. " ucapan sistem di hentikan oleh ucapan berserta erangan yang membuat hatinya tidak tega.
"Aku mohon suamiku, tolong temani aku argg__"
__ADS_1
Akhirnya sistem mengambil keputusan untuk menemaninya ke ruang persalinan.
Sistem tidak tau harus berbuat apa jadi dia hanya melihat dari pojokan dinding.
"Tuan kenapa di sana, temani istrimu di sini pegang tangan dia dan semangati dia!" ucap dokter sambil memberikan suplemen pengurang rasa sakit saat akan melahirkan.
Sistem dengan terpaksa menuruti perkataan sang dokter, Alana menunggu sistem di luar dengan perasaan bercampur aduk. "Ayah apakah selingkuh dari ibu, kenapa kakak tadi bilang Ayah suaminya"gumam Alana sambil menggigiti jarinya.
"Bagaimana kalau ibu tau, pasti ibu akan sedih dan hancur hatinya. Apa aku sembunyikan saja soal ini?" ucap Alana lagi sambil berfikir keras.
Tetapi sebelum itu dia ingin menanyakan hubungan Ayahnya dan juga wanita yang ingin melahirkan saat keluar dari ruang persalinan.
Sudah hampir setengah jam wanita yang sistem temui memperjuangkan bayinya yang sudah mengeluarkan setengah badan, sistem menatap wanita yang sedang kesakitan sedari tadi ternyata melahirkan seorang anak sangatlah sulit.
Sistem menghela nafas, sepertinya jika di lihat wanita ini tidak akan bisa membayar biaya persalinan. Ia tidak tahu apakah wanita ini di tinggal suaminya pergi atau kan suaminya terlalu sibuk.
"Selamat nyonya dan tuan anak kalian laki-laki" ucap suster memberikan selamat sambil menggendong bayi yang sudah bersih bahkan menangis mencari ibunya.
Suster menyerahkan bayi ke ibunya"Lucu sekali, Terima kasih dokter Terima kasih suster"wanita itu tersenyum senang walau dengan wajah yang pucat dan kelelahan.
"Baiklah nyonya, kami akan keluar dulu" dokter dan suster berjalan keluar, jangan salah paham jika dokter yang di pakai untuk melahirkan adalah dokter khusus perempuan.
Tidak di perbolehkan bagi dokter laki-laki untuk membantu wanita melahirkan, berbeda sekali dengan di Prancis mau dokter wanita maupun laki-laki yang membantu persalinan tidak ada orang yang memarahi. Karena memang peraturan negara Prancis terkesan agak bebas.
Wanita tersebut menatap sistem"Hei kamu kemari lah"bicara nya seperti tidak terjadi apapun antara mereka.
__ADS_1
Sistem menghampiri wanita itu"Ada apa? "tanya sistem.
"Terima kasih kamu sudah mau membantu aku bersandiwara, sebenarnya suamiku selalu sibuk dengan pekerjaannya jadi aku takut jika menghubunginya di saat bekerja dia akan marah padaku"wanita itu berbicara terus terang tanpa sadar air mata jatuh dari matanya padahal dia sedang tersenyum.
Dengan cepat wanita itu mengelap air matanya"Ahh__maaf aku malah tiba-tiba mengeluarkan air mata begini"ucapnya.
Sistem tidak habis pikir, bagaimana suami bisa marah jika ini menyangkut keselamatan istrinya. Tidakkah dia tega dengan istrinya sendiri, padahal wanita di depan nya lumayan tetapi masih saja ada laki-laki yang tidak adil pada seorang wanita.
" Aku mengerti perasaan mu, kalau begitu kamu jaga baik-baik bayimu masalah admistrasi aku akan membayarnya untukku. Anggap saja bentuk rasa kasihan ku padamu"setelah berbicara itu sistem langsung keluar dari ruangan persalinan itu.
"Tuan__" wanita itu tidak sempat menolak bahkan belum memperkenalkan nama, dia tidak membutuhkan uang sistem untuk membayar biaya persalinan karena masih memiliki uang untuk di bayar.
Wanita tersebut berharap bisa bertemu dengan tuan tampan yang menolongnya.
*****
"Ayah kenapa lama sekali? apa sudah selesai?" tanya Alana yang berlari memeluknya.
"Sudah kok sayang" sistem mengelus kepala Alana.
"Ayok kita pulang" ajak sistem dan di anggukk oleh Alana.
Sistem keluar dari rumah sakit dan memutuskan pulang bersama Alana.
πππππ
__ADS_1
Lanjut?? gasken..