
"Nona mohon jangan buat keributan di tempat umum!" ucap penjaga restaurant menarik tangan wanita kaya yang sedang mencekik leher Marie.
Semua orang menatap keributan yang ada di depan mata tanpa ada yang ikut campur, karena banyak yang sudah mengenal wanita kaya dan cantik yang sedang mencekik wanita miskin itu.
Bernadette adalah nama seorang wanita kaya dan cantik yang sedang mencekik Marie, seorang ceo wanita di perusahaan terkenal bernama Hermes Paris. Perusahanaan Hermes bekerja di bidang barang-barang mewah dan cantik, banyak barang mahal dan cantik yang ada di perusahaan Hermes walau harga barang menjulang tinggi tetapi itu sangat sepadan dengan barang yang di dapatkan, Rata-rata pembelinya adalah perempuan, karena banyak barang brand yang sangat banyak di sukai hampir seluruh perempuan kaya menginginkan barang sebagus itu di perusahaan Hermes.
"Diam, aku tidak akan melespaskan dia!jangan ada yang ikut campur apa kamu tidak tahu aku adalah ceo dari perusahaan Hermes!" ucap Bernadette dengan marah pada penjaga restaurant yang menghalangi jalannya untuk mencelakai wanita miskin satu ini, sudah miskin begitu percaya diri ingin memiliki satu-satunya seseorang yang ia inginkan.
Aku hanya menatap wanita kaya dan cantik itu dengan santai tanpa ada perlawanan, karena hanya tenaga segini bukan lah apa-apa untukku. Aku bisa saja melepas tangan wanita ini hanya dengan mengangkatnya. Daya pertahanan ku juga tidak main-main tapi kenapa sistem sangat mencemaskan ku bukankah dia tau sendiri kemampuan ku seperti apa, atau dia lupa dengan semua itu?tetapi bisa saja dia hanya berakting agar orang-orang tidak curiga dengan kekuatanku.
Setelah Bernadette berteriak untuk tidak ikut campur semua orang menjadi diam termasuk penjaga restaurant terkenal tidak bisa membantu Marie lagi. Salahkan saja nasibnya yang jelek bisa-bisanya ada masalah pribadi dengan pemilik perusahaan terkenal di Prancis ini.
"Kenapa kalian semua diam dan tidak ada yang ingin menolongku? apa kalian takut dengan wanita ini?" tanyaku dengan senyuman sinis pada semua orang yang hanya menatapku.
"Salah kamu sendiri menyinggung Ceo dari perusahaan terkenal di Prancis, seharusnya jika kamu pintar tidak akan mengganggunya.. " ucap salah seorang pria yang sudah lama sangat mengagumi ceo perusahaan Hermes.
Semuanorang yang ada di restaurant hanya mengangguk dan membenarkan ucapan pria itu.
"Hahaha.. lihatlah tidak akan ada yang menolongmu walau kamu akan mati pun tidak akan ada yang peduli dengan mu!" ucap Bernadette meremehkan Marie dia menambahkan tenaganya untuk mencekik leher Marie.
Tetapi tetap saja bagi Marie tidak ada apa-apanya.
Aku sudah tidak tahan lagi untuk berekting terus menerus, aku mengangkat tangan perempuan kaya itu lalu menghempaskan nya.
"Kamu?! bagaimana bisa melepaskan tanganku dengan mudah?" Bernadette bergidik ngeri saat mengetahui tenaga Marie yang lebih dsar darinya.
"Memangnya apa yang gak bisa? tentu saja bisa" ucap ku dengan santai pada wanita kaya di depanku.
__ADS_1
"Ya,kalian benar-benar sangat tidak tahu malu, dia adalah pacarku sudah berapa kali aku bilang sampai kapanpun aku tidak akan mau dengan mu" sistem menunjuk Bernadette dengan kesal.
Menatap dingin Bernadette"yasudah kau duduk sana aku dan Marie akan menikmati makanan dengan tenang"sistem mengusir Bernadette yang masih terbengong-bengong di hadapannya.
"Sampai kapanpun aku juga tidak akan rela, lihat saja nanti aku tidak akan menyerah" akhirnya Bernadette berlalu untuk memesan makanan di restaurant terkenal ini.
Pesanan yang sudah mereka pesan sejak tadi akhirnya di antarkan kemeja se usai keributan selesai.
Aku melihat makanan lezat di depan ku benar-benar menghugah selera untuk menyantapnya.
"Hei lain kali kita tidak usah makan di sini lagi, kamu gak mungkin tidak tahu restaurant lainnya kan?" tanyaku pada sistem sambil memoting daging yang terhidang di depanku.
"Iyah-iyah aku tau restaurant yang lebih baik dari ini, aku memilih restaurant terkenal disini hanya karena tidak terlalu jauh dari jarak rumah kita" jawab sistem tersenyum lalu melanjutkan untuk menghabiskan makanan.
Aku hanya mengangguk dan menyantap makana dengan tenang hingga tidak bersisa lagi, aku mengikuti langkah sistem yang ingin pergi menghampiri mobil mahal miliknya.
Oh ya kalian ingin tahu Visual sistem kan?
Tampan sekali kann! ingetin ajah ya ini muka sistem<3.Oke kita lanjut ke ceritanya~
Bernadette tidak tinggal diam dia juga pergi untuk menghampiri sistem lagi.
"Tuan tampan bolehkah aku menumpang di mobilmu, tolong antarkan aku pulang.. " pinta Bernadette pada sistem yang masih berada di luar mobil.
Aku sudah berada di dalam mobil membuka kaca jendela untuk melihat Bernadette aku menjadi geram kembali di buatnya.
__ADS_1
"Heh wanita tidak tahu malu, masih berani untuk meminta tolong? bukankah kamu orang kaya seharusnya kamu juga punya mobil kan?" ucapku meremehkan Bernadette, aku sampai kapanpun tidak akan setuju dia menumpang di mobil sistem walau dia duduk di atas mobilnya pun aku tidak sudi.
"Seperti yang kamu dengar, pacarku tidak menginginkan mu menumpang.. bye" ucap sistem menaiki mobilnya laku mengunci pintu mobil agar Bernadette tidak bisa masuk ke dalam.
Wajah Bernadette sekarang menjadi merah padam, dia benar-benar marah sekarang.
"Hanya karena wanita s*alan ini! Lihat saja cepat atau lambat kamu akan tertarik denganku!" ucap Bernadette berteriak saya mobil sistem sudah mulai berjalan dan melaju dengan kecepatan sedang.
Aku dan sistem sama sekali tidak peduli dengan teruakannya, aku tersenyum. senang karena sistem sangat dingin terhadap wanita lain.
"Sayangku makasih kamu hanya mau mencintai ku saja" ucapku pada sistem laku menaruh kepalaku di pundaknya.
"Sama-sama Marie, aku sampai kapanpun akan selalu mencintaimu" ucao sistem masih fokus menyetir.
Hingga aku dan sistem sampai di kediaman rumahku tinggal, aku benar-benar cape ingin beristirahat di kamar tetapi sistem menghentikan ku.
"Apa kamu akan kekamar begitu saja?" tanya sistem dengan senyuman indahnya.
Sebelum Marie membalas ucapan sistem, dia telah mulai beraksi dengan mencium bibir Marie perlahan.
Aku yang mendapat ciuman dari sistem juga membalasnya, semakin lama ciuman hangat aku dan sistem berubah menjadi sebuah l*mat*n.
"Em.." aku masih mengikbangi ciuman sistem, sekarang aku sudah sedikit terbiasa dan tidak terasa sesak sama seperti saat pertama kali.
Tangan sistem mulai meraba-raba tubuhku, ciuman sistem juga turun ke leher ku, aku merasa geli juga sedikit sakit tetapi terasa nikmat. Sistem meninggalkan corak merah di leherku untuk memberitahu semua orang kalau aku hanyalah miliknya.
Sistem memainkan kedua gunung kembar milik Marie, sehingga tanpa sadar membuat Marie berdes*h pelan.
__ADS_1
πππππ
Lanjut?gaskenn..