Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
26.Aku Sudah Mempunyai Pacar


__ADS_3

"Tapi bos, bukankah sebaiknya kita bertanya langsung?" tanya assisten itu sembari memberikan saran pada bosnya.


"Benar juga, baiklah coba kamu tanya sana" dia mempersilahkan assisten nya untuk bertanya.


"Apa bos tidak ikut?" tanya assisten nya kembali.


Bos sombong itu menyentil kening si assisten dengan perasaan geram"Bukankah kamu yang menawarkan diri ingin bertanya, kalau begitu sana coba tanya!"tegasnya.


"Tapi kan saya bilang, kita tidak bertanya bukan aku akan bertanya" kilah assisten nya tidak ingin di salahkan oleh bosnya.


"Iya terserah tapi aku tidak mau, jadi kamu saja yang bertanya!" bosnya nenepuk dahinya karena assisten nya ini benar-benar tidak peka dengan keinginannya, dia hanya malu untuk bertanya jadi menyuruh sang assisten bertanya pada mereka berdua.


Assisten itu mengangguk faham dan segera pergi dari hadapan bosnya, berjalan menuju Marie dan juga sistem yang masih asyik mengobrol. Entah topik apa yang sedang mereka berdua bicarakan hingga keasyikan seperti itu.


"Maaf nona dan tuan mengganggu ke asyikan kalian, saya ingin bertanya tuan ini apakah pacarnya nona?" tanya assisten bos sombong pada Marie.


"Iyah tuan, hm.. kenapa ya?" tanya ku bingung kenapa assisten bos sombong ini tiba-tiba bertanya hal seperti ini.


"Tidak apa-apa nona saya hanya bertanya, maaf telah mengganggu Terima kasih atas waktu anda" assisten tersebut sedikit menunduk dan berlalu pergi dari hadapan Marie dan sistem.


"Sepertinya ada sesuatu yang aneh" ucap sistem membuat Marie mengerutkan alisnya.


"Maksud mu aneh gimana?"tanyaku dengan penasaran.


" Yaa__ aneh aja gitu seorang pria muda menghampiri kita lalu bertanya ada hubungan apa antara kita berdua, pasti dia menyukaimu"ucap sistem dengan menampakkan wajah tidak suka pada pria muda tersebut.


Aku melihat wajah sistem yang sedang cemburu cukup menggemaskan, aku tersenyum memandangi nya. "Hehe__kamu gemesin banget kalo lagi cemburu" ucapku jujur.


Sistem tersipu malu saat Marie bilang demikian, sistem langsung menetralkan ekspresinya seperti biasa.


"Intinya aku tidak suka cowok manapun berusaha mendekatimu"sistem membuang mukanya ke arah samping.

__ADS_1


Aku mengusap kepala sistem" Iya-iya__tidak perlu khawatir hatiku sepenuhnya milikmu"ucapku meyakinkan sistem.


Sistem kembali menoleh ke arah wajah Marie dia tersenyum lalu mencium bibir Marie sekilas, walau ini sedang di tempat umum tetapi sistem sama sekali tidak malu melakukannya.


"Kamu__ini di tempat umum tauu!" Aku tersipu malu saat melihat beberapa orang di sekitar menatapku, itu benar-benar memalukan.


Terutama bos sombong dengan Assisten nya, bos itu terbakar api cemburu saat melihat adegan panas tersebut.


"Ini tidak boleh terjadi, aku harus merebutnya dari tangan pria itu bagaimanapun caranya! "ucap bos sombong dengan semangat yang membara, kali ini dia harus bersaing dengan orang yang tidak jauh lebih kaya darinya tetapi hanya saja pria itu sedikit lebih tampan dari dirinya.


Assisten itu menepuk pundak bosnya yang sepertinya sangat bersemangat untuk mengejar wanita, sebelumnya dia tidak pernah bertingkah seperti ini.


"Kenapa bos masih ingin memilikinya, dia sudah mempunyai pasangan bos!" peringat assisten pada bosnya agar tidak merusak hubungan orang lain.


"Tidak apa-apa aku sangat menantikan persaingan ini aku akan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hatinya kelak" ucap bos sombong dengan percaya diri.


Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang dan berteriak pada seluruh korban bencana yang masih memiliki kesadaran di haruskan mengunjungi posko bencana alam untuk di periksa takut korban terluka atau lain-lain.


Aku melihat semua orang sudah pergi ke posko bencana alam, aku berniat untuk pulang bersama sistem tetapi seorang pria paruh baya yang membantuku menggali tanah untuk menemukan korban bencana terakhir menghentikan langkahku.


"Sebaiknya bagi penyelamat korban juga harus ikut ke sana nona" semua orang yang sudah membantu barusan mengangguk mereka berniat pergi ke posko bencana alam bersama dengan Marie.


"Eh__ ternyata kita juga akan ikut kesana ya pak?" tanyaku masih ingin di berikan penjelasan oleh seseorang.


"Iyah benar nona" aku menoleh ke arah sistem, sistem hanya mengangguk mengizinkan aku pergi mengikuti para bapak-bapak yang sudah membantunya.


"Tenang saja, aku akan menunggumu di sini" sistem tersenyum pada Marie.


Aku membalas senyuman sistem dan berlalu pergi meninggalkannya.


Di posko bencana alam aku melihat banyak orang termasuk 5 korban yang terkena tanah longsor.

__ADS_1


Ada juga yang terkena banjir sehingga terpaksa mengungsi ketempat posko bencana alam di dataran yang lebih tinggi dari tempat mereka tinggali.


Semua orang di periksa oleh beberapa dokter khusus yang sudah ada di posko bencana alam, aku hanya melihat semua orang yang sedang di periksa.


"Sebelum itu saya mengucapkan terimakasih sudah menyelamatkan korban dari bencana alam, terutama perempuan itu yang sudah datang lebih awal membuat tidak ada korban berjatuhan" pria paruh baya dengan tulus mengucapkan Terima kasih dan aku hanya akan membalasnya dengan perkataan Sama-sama. Aku akan segera pulang dan menemani sistem jalan-jalan ke suatu tempat jika dia jadi, kalian masih ingat kan janji sistem?


Semua korban sudah di periksa tidak ada yang cedera satupun mereka semua hanya di kasih vitamin penguat tubuh saja.


"Baiklah jika begitu, kalian semua boleh pulang" semua orang bubar saat pemilik nya sudah berkehendak.


Aku dengan segera berjalan keluar posko bencana alam untuk melihat sistem yang sudah sedari tadi menunggu kedatanganku.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar menarikku, aku melihat kebelakang seorang pria yang aku tidak suka memegang tangan ku.


"Lepaskan tanganku kenapa kamu tidak membiarkanku pergi?"


"Bisakah kita bicara sebentar saja?" bos sombong itu memohon agar Marie meluangkan sedikit waktu untuk berbicara dengannya


"Baiklah tuan apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyaku tanpa senyuman, ekspresi ku sekarang sangat dingin.


"Aku menawarkan menjadi pacarku, apa kamu mau?" tanya bis sombing itu.


Tentu saja aku merasa terkejut saat mendengar ucapannya sendiri, apa aku tidak salah dengar? dia menawarkan aku ingin menjadi pacarnya atau tidak, bukankah ini benar-benar hal yang tidak seharusnya ditanya.


Bukankah sebelumnya assisten dia datang bertanya, seharusnya kamu sudah tahu kalau aku sudah mempunyai pacar.


"Iya aku tau tapi aku tetap akan mengejarnu karena aku benar-benar mencintaimu, Oh ya kita belum berkenalan dari pertama bertemu siapa namamu? " tanya bos sombong itu pada Marie


"Aku Marie Antoinette panggil saja aku Marie " ucapku masih tidak tersenyum, aku tidak sudi tersenyum padanya. Yang aku pikirkan sekarang harus cepat mengakhiri obrolan ini untuk pulang kerumah.


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


Lanjut?? gasken..


__ADS_2