
Aku menggaruk kepala yang tidak gatal, tidak mungkin aku mengaku jika sistem bukan pacarku.
"Ah.. iyaa dia memang pacarku" jawabku dengan jujur.
"Kenapa kamu tidak pernah bilang punya pacar" Giselle merangkul pundak Marie.
"Masa iya kalau pacaran harus bilang-bilang" ucapku.
Aku dan Giselle tidak berbicara lagi setelah bos perusahaan datang, aku dan rekan kerja lainnya seperti biasa berbaris dan memberi hormat kepada bos perusahaan.
Setelah itu kami semua bekerja seperti biasa membuat film.
*****
"Akh.. gerah sekali" aku membuka gaun yang ku kenakan sehabis syuting aku sangat tidak suka baju berbahan tidak menyerap keringat seperti ini. Karena akan terasa sangat panas dan gerah di tubuhku, juga bisa menumbuhkan biang keringat jika aku mengeluarkan keringat berlebihan.
Aku kembali memakai pakaian formalku semula, mumbung ini lagi istirahat aku ingin membeli minuman yang terjual di belakang perusahaan.
"Marie kamu ingin kemana?"Giselle dan juga dia orang teman laki-lakinya menghampiriku.
"Aku mau beli minuman di belakang perusahaan" jawabku sambil tersenyum.
"Oh jadi nama temanmu Marie ya Giselle, ternyata lebih cantik di bandingkan lihat di fotonya"seorang pria berpendapat tentang penampilan Marie.
"Tentu saja dia memang sangat cantik"Gisella berpindah tempat lalu langsung merangkul pundakku.
"Aku juga mengagumi kecantikanmu Marie, apa kamu ingin bertukar nomor WhatsApp"salah seorang pria tampan di sebelahnya mengeluarkan HPnya dan memberikannya pada ku.
__ADS_1
"Tuan-tuan maaf aku tidak membawa HP ku" ucapku berbohong.
Giselle mengangkat sebelah alisnya heran"Marie bukankah kamu.. "dengan cepat aku langsung menutup mulut Giselle dengan kedua tanganku.
Aku tersenyum kepada kedua pria di depanku, mereka berdua menatapku dengan heran.
"Maaf sepertinya aku akan membawa sahabatku pergi membeli minum dulu" ucapku sambil terkekeh lalu langsung menggendong Giselle layaknya seorang pria yang menggendong kekasihnya.
Giselle tersipu malu, dadanya berdegup kencang saat Marie memperlakukannya seperti ini.
Dengan cepat aku langsung berjalan keluar perusahaan walau banyak mata memandangku tetapi aku sama sekali tidak peduli, Giselle juga tidak menolak jika aku menggendongnya keluar perusahaan.
"Ma_marie, mau sampai kapan kamu menggendongku?" tanya Giselle masih tersipu malu.
Sesekali Gisella memukul dadanya dia tidak tahu apa yang terjadi kenapa dadanya berdegup saat Marie menggendongnya.
"Oh iya__hehe maaf Giselle" aku menurunkan Giselle saat sudah sampai di depan perusahaan.
"Iyah aku terpaksa abis kamu tidak bisakah peka dengan keadaan, aku sama sekali tidak ingin berurusan dengan mereka berdua jadi aku berusaha untuk menjauhi mereka" jelasku pada Giselle.
Giselle tersenyum"Maaf aku tidak tahu, aku kira kamu ingin mengenal mereka. Mereka adalah temanku, sudah cukup lama aku berteman dengan mereka"
"Aku tidak ingin mengenal mereka, bisa-bisa aku diomelin pacarku" aku menghela nafas kasar.
Entah mengapa hati Giselle sakit mendengar Marie menyebutkan kata-kata pacar.
"Aku ingin bertemu pacarmu, apa dia menjemputmu nanti pulang kerja? " Giselle mendekati Marie lalu menggenggam tangannya.
__ADS_1
Aku tidak berfikir apapun, Giselle menggenggam tanganku adalah hal yang wajar. Karena ini hanya sesama perempuan normal tidak akan jatuh cinta walau menerima perlakuan baik bagaimanapun.
"Iyah dia akan menjemputlu nanti pulang, sepertinya kamu tidak perlu bertemu dengannya" ucapku masih belum siap memperkenalkan pacarku secara langsung pada sahabatku.
Giselle malah makin kekeh untuk bertemu dengan pacar Marie. "Tidak pokoknya aku mau bertemu dengan pacarmu hari ini titik!"
Aku hanya bisa pasrah menerima permintaan Giselle aku merasa tidak enak jika menolak Giselle terus, menerus. Lagi pula apa salahnya memperkenalkan pacar dengan sahabat sendiri.
Aku mengangguk dan itu membuat Giselle tersenyum senang"Yaudah kamu kalau ingin kembali kedalam lagi silahkan, aku akan membeli minum dulu sebentar"
Giselle mencegah aku pergi"Aku mau ikut,tunggu"Giselle merogoh dompetnya untuk mencari uangnya. Dia mengeluarkan uang 20 euroeuro 2 lembar.
"Aku mau minum minuman juga soalnya hehe" kekeh Giselle dan langsung menarik Marie untuk membeli minuman ke belakang perusahaan.
Hampir saja aku lupa bertanya, aku sedari tadi ingin menanyakan nama kedua pria yang berteman dengan Giselle.
"Oh ya tadi nama kedua pria itu siapa? apa kamu sudah punya pacar juga?" tanyaku.
"Dia Kevin dan Gerry mereka berdua adalah tuan muda yang mewarisi harta keluarganya, tetapi mereka berdua memang masih bekerja di perusahaan hiburan seperti kita" jelas Giselle membuatku menganggukkan kepala faham.
"Aku sama sekali belum punya pacar, tidak ada pria yang kusukai sejak dulu" jawab Giselle jujur, memang benar dari dulu belum ada seorang pria yang membuat Giselle tertarik.
Aku mengangguk lalu memasukkan koin ke mesin minuman, ketika sudah keluar aku langsung mengambil minuman. Begitu juga secara bergantian bersama Giselle.
"Aku kira aktor secantik kamu sudah mempunyai pacar, aku tidak menuangka ternyata kamu tidak mempunyai kekasih" aku tersenyum lalu membuka minuman kaleng yang ada di tanganku.
Giselle menggeleng pelan "Aku juga tidak tahu, apa ada masalah di hatiku kenapa aku belum pernah merasakan jatuh cinta sama sekali"
__ADS_1
ππππ
Halo semuanya maaf ya aku baru update lagi, aku selalu sibuk guys lagipula aku gak ngestok episode ide ku makin lama makin tipis loh bingung mau mulai alur dari mana lagiπ