
Tentu saja Prajurit tersebut terbelalak tidak percaya, bagaimana mungkin seorang raja peduli dengan manusia seperti Marie, terlebih lagi bukankah manusia bernafas lewat paru-paru kenapa dia bisa bertarung di dalam Air?
"Tapi habitat manusia bukankah di daratan kenapa dia bisa bertarung di dalam air?" tanya Prajurit tersebut sangat kebingungan.
"Aku juga tidak tahu, mungkin saat bertarung dia menahan nafasnya sangat lama sehingga membuatnya kehabisan oksigen bahkan terluka parah" jawab raja Delvano tidak tahu bagaimana Marie bisa bertarung di dalam air cukup lama.
"Yasudah aku akan membawanya ke kerajaan dan memberikannya gelembung oksigen" ucap raja Delvano langsung memerintahkan Prajurit setianya untuk kembali dan menyiapkan orang yang akan membalut luka Marie.
*****
Aku membuka mataku, dan melihat cahaya terang dari tempat yang asing.
"Ini aku sedang dimana?" aku juga melihat lukaku sudha di balut dan darah tidak keluar lagi dari pinggang ku.
Aku melihat ke sekitar dan memegang seperti ada yang menghalangiku"eh ini gelembung?"aku tidak bisa keluar dari ruang terbatas ini.Ternyata ini hanya gelembung oksigen.
Aku paling tidak menyangka lagi ternyata aku masih berada di dalam laut tepatnya di dalam istana laut yang sangat megah. Aku berfikir ini hanyalah mimpi tetapi sepertinya bukan mimpi.
"Dasar anak durhaka kenapa kamu membawa manusia ke kerajaan ini!"ibu Delvano menampar anaknya dengan keras di depan semua orang termasuk Marie yang melihatnya.
"Itu pria yang menyelamatkanku" gumamku, ternyata pria yang menyelamatkan ku adalah seorang pria duyung.
Aku tidak menyangka makhluk mitologi seperti ini masih ada di zaman modern.
Ibu Delvano melihat anaknya yang hanya terdiam tidak menyahut, dia beralih menatap Marie yang sudah sadar. "Oh jadi manusia lemah seperti ini yang kamu bawa, bahkan kamu rela memberikan gelembung oksigen koleksi terbatas kita untuk manusia itu! " teriak ibu Delvano lagi dengan murka.
Bukankah bagi seorang ibu terlalu memaharahi anaknya seperti itu sangat keterlaluan.
__ADS_1
"Ibu izinkan aku merawat nya hingga beberapa hari, dia terluka bu" ucap Delvano pada ibunya.
"Sekarang karena manusia itu kamu berani menjawab ibu ya Delvano?! lebih baik ibu musnahkan saja manusia itu di sini!"geram ibu Delvano, dia berjalan menghampiri Marie.
SistemAku dengan cepat langsung membuka shop dan kembali membeli 2 butir pil putri duyung untuk jaga-jaga dan sepertinya aku juga memerlukan kekuatan aku membeli tongkat sihir raja kegelapan. Tongkat ini berhasil membuat koin ku terkuras habis.
Sistem:
[Tongkat raja Kegelapan:Bisa membuat orang yang terkena sihirnya menganggap kedudukanmu lebih tinggi, bisa membuat orang tersebut memoerlakukanmu secara spesial, bahkan jika kamu marah dia akan ketakutan.]
"Tapi seharusnya hasil nya tidak akan mengecewakan" gumamku sambil tersenyum.
Ibu dari Raja Delvano langsung menghampiri gelembung oksigen dia berniat ingin meletuskan gelembung oksigen sekarang juga, tetapi Raja Delvano mencoba menghalangi ibunya untuk kedua kalinya.
"Ibu jangan biarkan dia tenggelam di lautan tanpa gelembung oksigen, biarkan dia disini selama 1 hari dan aku akan membawanya kedaratan!"halang raja Delvano.
Kali ini jika Delvano akan menghalangi ibunya lagi dia tidak akan sempat, akhirnya ibunya Delvano berhasil meletuskan gelembung oksigen yang di gunakan Marie.
"Manusia ini semua karena kamu sendiri, jika kamu tidak ada di sini mungkin kamu tidak akan mati di dalam laut"ucap Ibu Delvano sambil menyilangkan tangannya dengan angkuh dan sombong.
Aku tersenyum dan berdiri dari dudukku. " Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin aku berada di sini aku akan pergi"
"Apa kamu__kenapa kamu tidak merasa sesak nafas dan kenapa kamu bisa berbicara di dalam air?! "ibu Delvano sangat kebingungan, bagaimana bisa manusia biasa berbicara di dalam air. Seharusnya dia sudah merasa sesak nafas dan mati cepat atau lambat jika tidak segera kembali kepermukaan.
Aku tidak ingin menjawab pertanyaan ibu Delvano, aku menghampiri pria yang sudah menyelamatkanku"Terima kasih karena kamu sudah menyelamatkanku, maafkan aku jika aku merepotkan kamu. Aku akan pergi"aku menepuk pundak Delvano sambil tersenyum.
"Tapi luka kamu masih harus ditangani, lukamu masih parah"Delvano merasa khawatir karena di lihat dari ekspresi Marie sepertinya dia menahan rasa sakit yang menyerangnya.
__ADS_1
Baru saja lukanya di balut sekarang sudah basah dan lukanya pun terbuka lagi, aku merobek kain baju yang aku gunakan dan langsung mengikatkan nya di pinggang agar darahku tidak terbuang sia-sia lagi.
"Tidak apa-apa, aku sangat berterima kasih padamu. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa membalas budi padamu tapi aku hanya bisa memberikanmu ini" aku memberikan makanan ikan, bukankan putri duyung masih termasuk ikan dia pasti akan menyukainya.
"Kamu bisa memakannya nanti" aku melambaikan tangan dan mencoba berenang ke atas untuk mencapai permukaan.
Tetapi sebelum pergerakan ku semakin jauh aku terkena serangan dari ibu Delvano"Aku tidak akan membiarkan mu pergi manusia, kamu telah mengetahui rahasia kerajaan kami dan kamu pantas mati! "
Ibu Delvano semakin mendekatiku, badanku kembali lemas ketika terkena serangannya. untung saja aku sudah menyiapkan tongkat ini dari awal, aku mengeluarkan kekuatan dari dalam tongkat yang sudah ku beli dari sistem shop dan itu berhasil mengenai ibu Delvano.
Entah perasaan apa yang dirasakan ibu Delvano tiba-tiba tongkat kekuatan di tangannya terjatuh, tubuhnya bergetar saat melihat Marie.
"Maafkan aku! aku salah yang mulia maafkan aku!" ibu Delvano merasa ketakutan padaku, bukankah ini kesempatan emas ku. Aku tersenyum pada ibu Delvano bukannya itu membuat ibu Delvano ikut tersenyum tetapi malah membuatnya makin bergidik ngeri.
Raja Delvano menghampiri ibunya yang terlihat ketakutan pada Marie, dia merasa aneh bukankah mental ibunya sangat sulit di patahkan, tetapi kenapa sekarang ibunya takut pada Marie yang hanya seorang manusia.
"Aku sudah memaafkan mu tante jadi tenang saja, aku akan kembali kedaratan dan tidak akan kembali ke daerah kalian lagi. Selamat tinggal!"sekarang adalah saatnya aku meninggalkan laut, tubuhku sudah sangat lemas karena terkena serangan tadi aku harus bisa bertahan hingga sampai kedaratan.
*****
Sistem dan Alana sudah menunggu Marie sedari tadi di daratan, sudha seharian ini bahkan sistem tidak bisa tidur karena tiba-tiba Marie menghilang entah kemana. Alana juga kemarin sudah mendapat pengobatan sehingga sekarang sudah pulih.
"Ayah ibu kenapa belum datang-datang, aku takut ibu kenapa-napa"ucap Alana khawatir ekspresinya sekarang sangat sedih, jika harus kehilangan Marie dia tidak akan bisa.
Marie sudah berhasil mengambil hatinya, bahkan sangat menyayanginya bagaikan ibu kandung sendiri.
Sistem tidak bisa berkata apapun, jujur saja dia juga sangat khawatir pada Marie tetapi untuk saat ini dia hanya bisa menunggu Marie kembali. dia percaya Marie masuh hidup karena belum ada tanda Marie mati saat mengerjakan misi hanya saja tidak tahu keberadaan Marie saat ini.
__ADS_1