Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
70.Rencana


__ADS_3

Sistem memberhentikan mobil di depan area eskrim mixue. Semua orang memperhatikan mobil yang sangat mahal, ada beberapa yang tidak tahu tentang mobil yang di pakai sistem jadi mereka tidak terlalu peduli.


Mereka kira yang keluar adalah bos besar yang sudah berumur sekitar 40-50 tidak di sangka yang keluar dari dalam mobil adalah anak muda.


"Ayo aku akan membelikan kalian eskrim sepuasnya asal kalian jangan berlebihan" sistem tersenyum bahagia saat berbicara dari luar mobil.


Mereka berfikir anak muda ini tidak mungkin mempunyai mobil paling mahal di dunia dia pasti hanya membantu orang tuanya menyupir. Terlihat jelas dari wajah sistem yang amat senang karena akan membelannakan orangtua nya eskrim.


Aku dan Alamat keluar dari mobil, Alana menghampiri ayahnya dan kembali memegang tangannya.


"Bener ya Ayah Alana boleh makan eskrim sepuasnya" ucap Alana senang.


Mereka semua yang mendengar anak kecil cantik dan imut berkata Ayah pada anak muda yang membawa Rolls-Royce ini berarti anak muda tersebut benar-benar orang kaya, beberapa orang mematung karena masih tidak percaya.


Sistem mengusap kepala Alana lembut"Tentu tapi jangan berlebihan ya gak boleh"sistem menggendong Alana di tangannya.


"Berarti nona ini adalah istri dari tuan tampan itu ya, astaga irinya" beberapa perempuan dari keluarga kaya juga mulai berbisik. Marie bisa mendengar ucapan mereka semua karena terlalu terang-terangan mereka berbicara di depanku.


"Jika boleh aku menjadi istri yang kedua pun gak papa, simpanan tuan muda juga tidak apa-apa"ucap salah seorang temannya yang membuat Marie ingin memarahi kedua perempuan yang tidak tahu diri.


Sistem menepuk bahu Marie agar sabar dia tau perasaan Marie saat para perempuan berbicara seperti itu.


Aku hanya menghela nafas dan berusaha menetralkan emosiku, aku dan sistem langsung memasuki restaurant eskrim mixue tanpa mempedulikan orang-orang lagi.


"Ayah aku mau yang ada kerupuknya" Alana menunjuk menu eskrim yang ada kerupuk di bawahnya.


"Mau berapa sayang? " tanya sistem.


Alana mengangkat dua jarinya, satu telunjuk dan juga jari tengah.

__ADS_1


"Kalau Marie mau berapa?" tanya sistem mengalihkan pandangannya pada Marie.


"Satu ajah deh yang ada bulet-bulet kecil itu namanya apa deh?" aku tidak tahu apa yang berada di bawah eskrim, bentuknya bulat kecil dan lumayan banyak tetapi rasanya enak.


"Oh itu namanya boba, mau yang itu?" tanya sistem sekali lagi untuk memastikan.


Aku hanya mengangguk, sistem menyuruhku dan Alana menunggu di tempat duduk yang berdekatan dengan kaca yang memperlihatkan dunia luar.


"Ibu, makasih ibu udah mau merawatku, rela mengangkat aku jadi anak ibu padahal aku cuma seorang pengemis yang kotor dan bau" ucap Alana sedih mengingat kehidupannya, semua orang menjauhinya karena ia adalah seorang pengemis.


"Jangan bilang gitu, se kotor-kotornya Alana, kamu hanya seorang anak kecil dan ibu harus merawatmu supaya menjadi anak yang sukses dan berbakti, kelak kamu harus menurut pada ibu ya " Aku tersenyum sambil mencubit pipi Alana gemash.


Ternyata Alana adalah seorang gadis yang pintar di umur 5 tahun dia sudah bisa membaca cukup lancar tanpa mengeja, entah siapa yang mengajarinya bakat Alana harus di kembangkan.


Tujuanku saat ini adalah menyekolahkan Alana hingga ke jenjang yang lebih tinggi.


"Pasti bu aku akan selalu berbakti pada ibu" Alana tersenyum senang.


"Terima kasih Ayah" Alana mengambil eskrim Mixue dari tangan sistem, dan langsung memakannya.


Aku juga langsung memakan eskrim Minum cukup lahap, karena sudah terlalu lama aku tidak merasakan eskrim Ter-faforite ku lagi.


Beberapa menit kami semua selesai memakan eskrim dan memutuskan untuk kembali ke rumah, besok aku dan sistem akan membawa Alana pergi jalan-jalan.


*****


"Wah ini ternyata rumah ibu dan Ayah?" tanya Alana merasa kagum, karena baru pertama kali Alana akan tinggal di rumah Minimalus bercorak klasik.


Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, meskipun kami satu rumah tetapi aku dan sistem tidak melakukan apapun.

__ADS_1


"Iyah sayang bagaimana menurutmu, apa kamu suka jika akan tinggal disini?" tanya sistem pada Alana dengan senyumannya.


"Tentu saja Alana sangat senang" jawab Alana bersemangat, dia memasuki rumah dan melihat dalam rumahku yang begitu klasik. Juga rumahku lumayan luas jadi tidak masalah jika aku menyetok mainan anak-anak untuk Alana.


"Apa kita bertiga akan tidur bersama?" tanya Alana saat sudah di dalam rumah.


"Tidak mau bagaimanapun ibu dan Ayah bukanlah suami istri sungguhan, aku hanya ibu angkat mu dan dia hanya ayah angkat mu" jelasku tidak ingin Alana salah faham terhadap hubunganku dan sistem.


"Jadi kita tidur terpisah, tapi jika Alana ingin atidur bersama ibu tidak apa-apa ingin tidur bersama Ayah juga tidak apa-apa. Alana tinggal pilih saja" ucapku lagi dan mengelus kepala Alana lembut.


Anak sekecil ini tidak akan mengerti apapun, jadi perlu di jelaskan jika aku dan sistem tidak ada hubungan yang spesial supaya di sama depan dia sudah tidak salah paham..


"Ah.. sayang sekali ibu dan Ayah tidak punya hubungan apapun" wajah Alana sedikit sedih karena tidak sesuai dengan harapannya.


Aku tau kenapa Alana bereskpresi seperti itu jadi aku memutuskan untuk mengalihkan topik ke perihal yang lain.


"Besok ibu dan Ayah akan membawamu berlibur ke negara lain, dan setelah berlibur ibu baru akan mendaftarkanmu sekolah" ucapku.


Alana yang mendengar besok akan jalan-jalan bersama pun bersorak dengan ria, hatinya sangat senang jika itu menyangkut kebersamaan antara ibu dan Ayahnya.


Sepertinya Alana suatu saat akan berharap kami menikah, tetapi aku tidak akan mau dengan mudah begitu saja. Karena pikiranku masih banyak yang belum terungkap, aku perlu mengungkap kebenaran suatu saat nanti.


"Yaudah Alana kouta istirahat ajah di dalam kamar, ibu juga lelah ingin istirahat" aku menguap dan menutupnya dengan telapak tanganku, Tiba-tiba saja aku mengantuk dan ingin sekali tidur.


"Baiklah ibu, hari ini aku akan tidur berdua denganmu" Alana menghampiri Marie dan mengikuti Marie saat berjalan ke arah kamarnya.


Saat di kamar aku berencana membuka Instagram sebentar, ternyata followers ku bukannya menurun akibat aku sudah tidak bekerja di perusahaan itu lagi tetapi ini malah kebalikannya sekarang followers ku 15k berarti bertambah sekitar 3 k.


"Oh astaga ini di luar nalarku" setelah menggumamkan kata tersebut aku langsung tidur, karena Alana sudah tidur duluan aku akhirnya bisa menyusul Alana ke dalam blue blean.

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰


Lanjut?? gaskenn..


__ADS_2