Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
87.Ingin Melamar Kerja


__ADS_3

Akbar tersenyum dan memperkenalkan dirinya"Aku akbar dan di sampingku ini cowok yang super duper dingin dia adalah Deni ketos di sekolah ini"ucap akbar memperkenalkan dirinya.


"Ketos?" tanyaku sambil mengangkat sebelah alis.


"Oh kakak gak tau julukan ketos ya, memang sih ini cuma lebih singkat ketos itu ketua OSIS" jelas Akbar pada Marie.


Aku yang mengetahui jika Deni ini adalah ketua OSIS sedikit mendapat pencerahan, akhirnya aku bisa tau harus menarik hati orang yang mana kareta tidak perlu dicari lagi dia sudah muncul tepat di depanku.


"Oh jadi Deni OSIS kalo kau sendiri?" tanyaku menunjuk pada Akbar.


"Aku tidak menjadi OSIS karena aku tidak tertarik tapi aku tidak kalah menarik dari Deni kok" jawab Akbar dengan percaya diri.


Deni hanya bisa memutar bola matanya malas, sahabatnya ini mulai melancarkan aksi memikat perempuan. Jujur Deni yang melihat Akbar seperti itu sedikit mual ingin muntah tetapi tidak bisa di keluarkan dari dalam perutnya.


"Apa aku bisa meminta Whatsapp kalian berdua?" aku berusaha meminta Whatsapp dari kedua pihak agar mereka merasa adil.


Akhar merasa Marie sangat menarik, jarang sekali perempuan yang mengambil inisiatif dengan sendirinya.


Dengan senang hati Akbar memberikan nomor HPnya, tetapi tidak dengan Deni.


"Huh kenapa aku harus memberikan nomorku padamu" ucap Deni membuang muka ke arah samping.


Aku tidak habis pikir ternyata tidak semudah itu menaklukan hati manusia dingin seperti Deni.


"Baiklah aku tidak akan memaksa"ucapku sambil bersedekah dada.


Deni yang sebelumnya membuang muka kembali melihat Marie" Ka__kamu tidak memaksaku?"Marie merupakan orang pertama yang tidak memaksa kehendak Deni. Cukup terkejut karena Marie adalah orang pertama yang tidak seperti wanita pada umumnya.

__ADS_1


"Tentu saja jika kamu tidak mau memberikan yasudah" jawabku dengan ekspresi datar, aku mengucapkan Terima kasih pada Akbar yang sudah bersedia memberikan nomor WhatsApp nya padaku.


"Kak tunggu, cowok yang sedang menunggumu di sana apakah pacar kakak?" tanya Akbar sambil menunjuk ke arah sistem yang sedang menatap Akbar dan Deni dengan tatapan mengintimidasi.


Aku melihat ke arah sistem, terlihat jelas sistem cemburu jika aku berbicara dengan laki-laki lain dan itu sangat terlihat lucu.


"Pftt__bukan dia hanya temanku" aku terpaksa tidak mengakuinya karena demi menyelesaikan quest aku tidak boleh mengakui sistem sebagai pacarku.


Walau sistem tau semua ini hanya untuk menyelesaikan quest tetapi rasanya dia ingin sekali marah pada Marie.


Sistem masih bisa mengontrol perasannya, antara marah dan sakit semuanya bercampur menjadi satu.


"Oh aku kira dia pacar kakak, soalnya tatapan dia tajam sekali"Akbar sedikit brgidik ngeri seperti melihat aura hitam di sekitar tubuh sistem.


Aku tahu jika sistem sedang cemburu, tetapi dia juga seharusnya dapat memaklumi jika hal yang aku lakukan demi menyelesaikan quest lalu menyelamatkan Alana dari makhluk yang bernama Alien.


Akbar dan Deni pergi meninggalkan sekolah, aku kembali menghampiri penjaga gerbang sekolah. "Pak aku boleh tanya gak?"


"Tanya apa nona?"


"Aku mau tanya di sekolah ini ada pekerjaan kosong tidak, jika ada aku ingin bekerja disini" ungkap ku pada penjaga gerbang sekolah.


"Sepertinya ada coba nona tanyakan pada guru besok pagi, datang saja lagi lalu pergi kekantor yanga da di sebelah sana"jelas penjaga gerbang sambil menunjukkan arah kantor guru yang berada di bawah.


"Oh baik Terima kasih pak" ucapku dengan perasaan senang, sepertinya 3 hari cukup untuk menyelesaikan misi.


Tetapi aku tidak tahu apakah dalam sehari aku bisa menaklukkan hati anak yang bernama Deni itu. Setelah aku mengetahui sifatnya yang dingin serta acuh tak acuh pasti tidak akan mudah.

__ADS_1


Aku dan sistem kembali ke apartemen untuk beristirahat, sistem memutuskan untuk menyewa apartemen sekitar daerah kebun binatang saja dan soal baju aku akan membelinya beberapa stell.


*****


Alana tersadar dari pingsan nya dia melihat sekitar, pemandangan yang sangat asing serta baru pertama kali ia lihat. "Aku ada dimana?" kepala Alana agak pusing dia memijit pelan di atas pangkal hidungnya agar sedikit mengurangi rasa pusing yang ada di kepalanya.


Alana baru menyadari jika dirinya dikurung di sebuah tabung besar. "Aku dikurung?!" aku memegang sekitar tabung yang terbuat dari plastik serta ada selang besar yang menyambung dari atas tabung. Sepertinya selang yang sengaja dibuat untuk menyalurkan oksigen pada manusia.


"Lepaskan aku siapapun yang mengurungku!" Alana terus memberontak dalam tabung dia menggedor-gedor tabung tanpa mengetahui jika tabung tersebut anti suara apapun yang Alana teriakkan di dalam tabung tidak akan terdengar sampai keluar.


Sosok makhluk yang terlihat seperti bukan manusia muncul di depan Alana, wajahnya sangat menyeramkan mata yang berwarna hitam semua tubuhnya yang kurus bentuk wajahnya bagaikan balon.


"Akkkhhhhh hantuuuu!!" Alana terkejut saat makhluk itu tiba-tiba menatapnyamenatapnya sehingga dia berteriak.


"[Manusia ini sudah sadar]" ucap Alien pada rekan nya dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh manusia.


{Note:Jika ada tanda dalam kurung seperti"[... ]" artinya pembicaraan makhluk yang tidak akan bisa di mengerti oleh manusia}


"[Iyah tunggu semuanya sadar, kita akan memulai eksperimennya]" rekan nya mengangguk saat melihat Alana memang sudah bangun dari pingsannya.


"Me__mereka sedang berkomunikasi?" gumam Alana karena melihat mereka yang memperagakan gerak gerik seperti membicarakan sesuatu.


Alana tidak bisa mendengar pembicaraan mereka diluar karena tabung yang dipakai untuk mengurung Alana kedap suara tidak akan ada yang bisa mendengar suara dari luar tabung atau pun dalam tabung.


Bersambung...


Lanjut?? gasken..

__ADS_1


__ADS_2