
Alana baru menyadari ternyata bukan hanya ada dirinya sendiri yang di kurung tetapi terdapat anak-anak lain yang dikurung juga oleh Alien.
Setengah jam sudah berlalu akhirnya semua anak-anak sudah sadar, alien menghampiri mereka satu persatu.
"[Anak ini bagus bagaimana kalau kita jadikan dia uji coba yang pertama?]" tanya Alien tersebut pada rekannya.
"[Kalau itu terserah padamu saja]" jawab rekannya.
Alien menghampiri Alana yang masih terdiam mengamati sekeliling.
"Kyaaa" teriak Alana ketakutan, Alana berharap akan ada yang menolongnya tetapi sepertinya sangat mustahil.
*****
"Maaf mengganggu kedatangan saya kemari ingin melamar pekerjaan yang ada di sekolah ini" ucapku dengan sopan pada semua guru yang berkumpul di kantor.
Semua guru hanya menatap Marie, seorang guru mengeluarkan suaranya"Oh kamu ingin melamar kerja? tapi di sekolah ini hanya ada lowongan petugas kebersihan apa tidak masalah?"tanya guru tersebut tidak yakin Merie akan mau bekerja menjadi petugas kebersihan, dan lagi parasnya sangat cantik sangat cocok Merie menjadi model saja daripada petugas kebersihan sekolah.
Aku mengangguk, apapun pekerjaannya aku ingin dengan cepat menyelesaikan quest asal berada di sekitar sekolah pasti akan bertemu dengan OSIS kemarin.
"Aku mau asal aku dapat pekerjaan sudah cukup"jawabku pada guru tersebut, sebagain guru sangat heran dengan Marie.
Bagaimana bisa anak muda secantik Merie ingin menjadi petugas kebersihan sekolah, gajinya juga sama sekali tidak besar.
"Baiklah jika kamu menginginkan pekerjaan ini kamu bisa bekerja sekarang, sapu lapangan yang ada di sekolah banyak daun kering yang berserakan"ucap guru tersebut menyuruh Merie memulai pekerjaannya sekarang juga.
Aku mengangguk dengan antusias" Tapi sapu lapangannya di taro mana ya bu?"tanyaku.
"Nanti kamu tanya sama satpam ajah dia pasti tau" jawab guru tersebut, tanpa berlama-lama aku langsung keluar dan menghampiri satpam.
Deni sebagai ketua OSIS yang mendapat tugas melihat Merie yang sedang berbicara sesuatu dengan satpam"Apa yang perempuan itu lakukan, kenapa dia kesini lagi?"Deni bergumam sendiri dia agak bingung kenapa Merie berada di sekolahnya lagi.
Karena Deni sangat penasaran dia memperhatikan Merie yang mengambil sapu lidi untuk membersihkan halaman sekolah.
__ADS_1
Deni yang sedang serius memperhatikan Merie terkejut karena Akbar yang mengagetkan nya.
"Dorr!!"
"Akhhh t*l*l" Deni melompat agak tinggi sedikit menghindar dari Akbar karena kaget.
Akbar ketawa dengan kencang, sangat lucu ketika sang ketua OSIS kaget. Jarang sekali melihat ekspresi lain dari seorang Deni ketos dingin di sekolah, ini merupakan moment langka Akbar cukup menyesal karena keluar tidak membawa HP untuk mengabadikan moment Deni kaget barusan.
Deni merasa kesal langsung memukul Akbar dengan kencang.
"Aduh sakit Den!" Akbar memegangi bagian tubuhnya yang di pukul Deni.
"Lu itu bikin gua kesel tau gak, maen kaget-kagetin gua ajah untung gua gak punya penyakit jantung, Kalo punya mungkin gua udah m*ti gara-gara lu!" umpat Deni dengan geram pada sahabatnya.
"Iyah maaf Den, abis lu serius banget ngeliat apaan sih?" Akbar menoleh ke arah yang Deni lihat hingga terlihat sangat serius.
Akbar melihat seorang perempuan kenalan kemarin. "Oh ternyata lu ngeliatin kak Merie sampe seserius itu, lu suka sama kak Merie?" tanya Akbar sedikit tidak suka jika Deni menyukai Merie. Padahal Akbar ingin lebih dekat dengan Merie, setiap kali dia mencoba dekat dengan seorang perempuan sering sekali perempuan minggat karena paras Deni yang lebih tampan darinya.
"Ihh ogah banget gua suka sama Merie, lu tau sendiri kan dari dulu gua gak pernah tertarik sama perempuan mau secantik apapun gua gak pernah tertarik!" elak Deni sambil membuang muka dengan wajah yang sudah memerah, dadanya tiba-tiba saja berdegup kencang ketika Akbar bilang seperti itu. Seperti seseorang yang kepergok karena selingkuh.
"Semoga saja begitu" ucap Akbar sambil tersenyum.
Deni menoleh ke arah Akbar melihat senyumannya, tetapi Deni merasa sedang di ancam untuk tidak menyukai Merie.
"A__apa maksudmu?" tanya Deni bingung.
"Tidak papa" Akbar berlalu meninggalkan Deni yang masih mematung karena bingung.
Dipikirannya bertanya-tanya apa Akbar sedang mengancam atau dia menginginkan aku tidak menyukai Merie? Padahal sangat mustahil jika Denj menyukai Merie lagipula Deni adalah cowok yang menginginkan sosok perempuan yang bersikap dewasa bukan perempuan cantik.
Akbar dengan senang hati membelikan Merie minuman di kantin, setelah membeli minuman dia langsung kembali untuk memberikan minuman pada Merie.
Dia melihat Merie yang masih menyapu halaman dengan semangat. "Halo kakak" sapa Akbar saat sudah mendekati Merie.
__ADS_1
"Oh Halo Akbar, kamu ngapain kesini bukankah masih jam pelajaran?" tanya ku bingung.
"Gak papa lah bolos sedikit demi melihat kakak, lagian juga bentar lagi istirahat kok" jawab Akbar tersenyum.
"Haha kamu bisa ajah bar"
Akbar menjuljrkan tangannya memberikan minuman yang dibelinya tadi"Ini buat kakak, minumlah pasti kakak haus kan"ucap Akbar.
"Eh kamu sampai membelikan ku minuman? gak usah kok gak papa" aku menolak minuman yang di berikan Akbar aku tidak ingin merepotkan anak sekolah yang pastinya diberikan uang untuk diri mereka pribadi membeli jajan.
"Kakak tenang saja, terimalah aku sudah rela-rela beliin kakak minuman masa di tolak" Akbar kembali menyidkrkan minumannya.
Aku hanya menghela nafas walaupun memang aku tidak ingin menerima minuman dari Akbar tetapi mau tidak mau aku akan mengambilnya. Aku takut Akbar menyesal telah membelikan minuman untukku. Jika memang tidak merepotkan dia tidak ada salahnya aku menerima minuman darinya.
Aku mengambil minuman yang ada di tangan Akbar"Baiklah terimakasih kamu sudah membelikan ku minuman ini"ucapku sambil tersenyum.
Aku melihat minuman kaleng yang saat ini aku pegang, aku belum pernah meminum minuman seperti ini"Bagaimana cara aku meminun ini"aku menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Hah? kakak seriusan gak tau cara minum minuman kaleng?" tanya Akbar dengan heran, bukankah sekarang sudah zaman modern kenapa masih ada saja orang yang tidak mengetahui cara minum minuman kaleng.
"Kakak tnggal buka dari sini saja, kakak tarik kesamping" ucap Akbar memberi arahan.
Aku hanya mengikuti arahan Akbar ternyata benar bisa terbuka kaleng nya. "Oh begitu ya ternyata cara bukanya, makasih ya" aku langsung meneguk minuman kaleng di tanganku.
Rasanya enak juga, rasa strawberry tetapi agak berbeda dengan minuman biasa.
"Seperti nya tenggorokanku serasa ada sesuatunya saat meminum ini, ini minuman apa?" tanyaku.
"Ini soda dengan rasa strawberry" jawab Akbar.
Pantas saja agak berbeda ternyata dicampur dengan soda, ini adalah pertama kalinya aku meminum soda lumayan enak juga.
Lanjut?? gasken..
__ADS_1