Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
42.Pov Robert


__ADS_3

"Tidak bisa aku tidak akan membiarkan Marie, aku harus keluar dari dalam sistem ini ketempat Marie"


Sistem ingat jika rumahnya mempunyai keterhubungan dengan tuannya jadi dia bisa langsung ke luar ke tempat Marie berada saat ini.


Akhirnya sistem memutuskan untuk keluar dari dalam rumah dengan tujuan untuk membawa Marie pulang.


"Aku akhirnya menemukanmu" gumam sistem dengan sura kecil, dia memerhatikan rumah yang Merie pakai untuk beristirahat.


Sistem berfikir sebenarnya ini rumah siapa, gak mungkin Marie di culik oleh orang asing kan. Pasti Marie mengenal orang yang mempunyai rumah ini.


Tetapi sistem tidak ingin mencari tahu dulu, yang terpenting adalah membawa Marie pergi dari sini.


Sistem menggendong Marie untuk di bawa ke luar rumah, dia tidak bisa memasukkan Marie ke dalam sistem karena akan terdeteksi oleh tuannya.


Sistem hanya bisa menghela nafas, diam-diam sistem mulai melangkah keluar melalui pintu kamar yang sedang Marie tempati.


Marie masih tidak sadar jika dia di gendong oleh seseorang sangking lelapnya dia tertidur.


Sistem sudah keluar dari pintu kamar dan bergegas ke pintu keluar, sistem tidak perlu mencari lagi pintu keluar karena dia bisa melihat seluruhhh dimana tata letak rumah yang besar seperti ini.


"Apaan benar-benar orang dalam rumah ini tidak menyadari?"gumam sistem dengan sura yang sangat kecil sambil melihat sekitar dengan waspada.


Sistem membuka pintu pelan dan akhirnya dia bisa keluar, tinggal melewati gerbang saja semua selesai.


"Siapa yang berani merebut Marie dariku!" teriak seorang pria tampan langsung menghampiri sistem.


Dalam tidurku tiba-tiba aku mendengar suara teriakan yang memekakkan telinga, aku terbangun dari tidurku.


Sistem belum menjawab dan melihat Marie yang sudah mulai sadar dari tidurnya.


"Robert kamu kenapa?" tanyaku bingung, aku merasakan seseorang menggendong ku.


Aku mendongak untuk melihat siapa yang menggendong ku, aku terkejut ternyata sistem yang menggendong ku untuk keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ai?! kamuu menjemputkuu" mataku berkaca-kaca aku kira sistem tidak tahu keberadaanku dimana.


"Serahkan Marie padaku!" Tiba-tiba Robert kembali berbicara, dia tidak berniat mendengar omong koksong dari kedua orang yang ada di depannya.


"Kamu mau apakan Marie! dia adalah pacarku jadi aku berhak untuk membawanya pulang?!" tanya sistem tidak ingin menyerahkan Marie, dia menatap Robert dengan tatapan dingin ternyata rumah ber-aura hitam ini adalah milik Robert yang notabenya adalah saingan dalam percintaannya dengannya.


Setelah tau semua ini, sistem tidak akan memberikan kesempatan pada Robert walau hanya untuk berbicara sebentar, karena sepertinya orang yang ada di depannya ini berbahaya.


"Tidak akan aku apa-apain aku hanya menginginkan dia menjadi istriku dan membuat perjanjian" jawab Robert dengan entengnya membuat sistem geram.


Aku yang mendengar percakapan hanya bisa geleng-geleng kepala, Menikah dengan Robert hanyalah hal mustahil. Karena aku hanya mencintai sistem aku tidak akan menikahi siapapun kecuali orang yang menggendong ku saat ini.


"Aku menolak! aku tidak ingin menikah denganmu Robert aku mencintai sistem selamanya jadi maaf aku benar-benar minta maaf" ucap ku dengan raut wajah tidak suka. Kenapa ucapan Robert terkesan seperti paksaan agar aku bisa menikahinya.


Robert masih menatap sistem dengan dingin "Marie ikuti saja kataku dan jangan keras kepala! kamu harus menikah denganku sekarang juga" Robert merebut Marie dari gendongan sistem.


Sistem tidak rela jika Robert akan merebut Marie, dengan cepat dia mengepalkan tangannya dan berusaha untuk meninju Robert tetapi dengan mudah Robert menghindari serangan sistem.


"Oh kamu mau main kekerasan?!" ucap Robert pada sistem, dia sama sekali tidak takut dengan pacar Marie. Karena saat dini sistem berada di kandang harimau.


Aku bergidik ngeri dengan Robert, apa yang sebenarnya Robert pikiran kenapa ingin menikahi ku secara tiba-tiba.


"Kamu kenapa ingin menikahi ku tiba-tiba tolong lepaskan aku" ucapku mulai berbicara lagii, aku meronta agar genggaman tangan ku di lepas oleh Robert.


"Tidak kamu tidak boleh kembalii, kamu harus bersamaku!" ucap Robert masih tidak ingin melepaskan Marie.


*Pov Robert*


Robert bekerja dengan pikiran yang tidak tenang, entah kenapa Marie selalu menghantui pikiran nya terkadang itu membuat Robert frustasi. Robert sudah jatuh cinta dengan Marie, tetapi Marie sudah mempunyai pacar jadi dia tidak bisa berbuat papaun pada Marie.


Dia adalah tipe cowok yang setia dan hangat kepada lawan jenis, jika sudah serius makan Robert akan langsung menikahinya.


Tidak perlu bermain pacar-pacaran lagi dia ingin pasangannya menjadi milik dirinya selamanya.

__ADS_1


"Marie, aku hampir gila memikirkanmu terus padahal aku tahu kamu sudah mempunyai oacar tetapi aku sangat mencintaimu__" ucap Robert dengan lirih.


"Robert tolong buang sampah ke belakang"ucap seorang perempuan yang ternyata adalah staf di perusahaan ini.


Robert hanya mengangguk dan membuang sampah ke belakang.


"Hah sudah lah Robert kamu masih muda tidak boleh terlalu memikirkan seseorang semangatt!" Robert menyemangati dirinya sendiri dan akan kembali masuk kantor.


Tetapi tiba-tina ada suara yang memanggil Robert sehingga membuat Robert menoleh kembali ke tempat pembuangan sampah.


"Siapa yang memanggilku?! " Robert masih mencari orang yang memanggil nya, tetapi hasilnya nihil.


"Aku yang memanggilmu" ucap buku yang terendam sampah buku itu terbang memperlihatkan nya di depan mata Robert sendiri.


"Ha__hantu!! " Robert berlari masuk ke perusahaan dengan nafas yang tercekal, ternyata di siang bolong seperti ini ada hantu Robert menghela nafasnys dengan kasar.


Dadanya masih berdegup tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan, bagi orang biasa buku bisa berbicara dan terbang itu sangat menyeramkan.


Apa lagi di siang hari ada hantu, kenapa hantu tidak takut pada matahari kenapa terang-terangan menampakkan diri di depan Robert.


"Ha__sudah lah aku harus kembali bekerja" Robert sudah lebih tenang dari sebelumnya dia berjalan ke dalam ruang yang menjadi tempat kerjanya sehari-hari yaitu menandatangani dokumen penting yang sudah di siapkan oleh bos.


Hanya beberapa dokumen penting karena Robert sudah adalah sekretaris dari bos perusahaan terkenal itu.


Tok tok tok.


Seseorang mengetuk pintu ruangan kerja Robert dari luar.


"Masuk" perintah Robert, lalu seorang pria tampan memasuki ruang kerja Robert menyerahkan beberapa dokumen yang harus ditandatangani untuk ber konstribusi dalam pemberian beberapa persen saham kepada perusahaan lain yang lebih membutuhkan.


Robert dengan segera menandatangani dokumen tersebut, setelah selesai pemuda itu segera keluar dari ruangan Robert.


Robert berfikir jika bosnya sangat baik, karena bersedia menyerahkan saham untuk perusahaan lain yang sudah hampir bangkrut.

__ADS_1


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Lanjutt? gaskenn..


__ADS_2