Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
77.Pemeriksaan Golongan Darah


__ADS_3

Akhirnya aku sampai juga di permukaan aku bisa bernafas lega, ternyata quest kali ini cukup membahayakan nyawa untung saja ada pria baik yang berani menolongku.


Aku berenang ke arah tepi laut, bajuku sekarang basah semua sepertinya aku harus membeli baju ketika sudah sampai nanti.


Sistem seperti melihat seseorang yang sedang berenang menuju arahnya, jika di lihat lebih jelas lagi orang tersebut seperti Marie.


Aku mendongak kan kepala saat sudah sampai dipinggir, tidak di sangka aku akan bertemu sistem dan Alana.


"Ibu, apakah ini ibu" Alana menangis berlari ke arah Marie.


"Sayang sudah jangan nangis nanti di liat orang malu" aku mengelus kepala Alana.


Sistem juga dengan raut wajah khawatir menghampiri Marie, keadaan Marie sangat berantakan dan juga memperihatinkan.


Darah dari pinggang Marie mulai terlihat meneteskan darah lagi,sistem menangkap sebuah cairan berwarna merah yang keluar dari sekitar pinggang Marie.


"Marie kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya sistem dengan panik.


"Tidak apa-apa untunglah ada kalian aku bisa tenang sekarang" ucapku saat pandanganku sudah kembali buram seperti ingin pingsan lagi.


Akhirnya aku pingsan di tempat. "Ibu, ibu kenapaa?!" teriak Alana panik.


Sistem dengan sigap menggendong Marie yang seperti ingin kehabisan darah, dengan cepat dia berlari ke arah mobil. Alana juga ikut berlari mengikuti sistem.

__ADS_1


Alana menangis sesegukan, dia takut terjadi apa-apa pada Marie untuk saat ini. "Sayang jangan nangis ibu pasti akan baik-baik saja, baiklah" ajak sistem untuk ikut naik menemani Marie di bagian belakang mobil.


Setelah Alana naik sistem dengan kecepatan cukup tinggi menjalankan mobil, walau sudha beberapa kali ingin menabrak kendaraan lain dia tetapi mengebut di karenakan jarak rumah sakit dari ancol cukup jauh. Terlebih lagi Marie membutuhkan pengobatan dengan segera, perasaannya sangat kacau untuk saat ini. Waktu kemarin jika sistem membantunya mungkin Marie tidak akan seperti sekarang.


Sudah terlambat untuk menyesal, sekarng hanya bisa berharap Marie bisa sembuh dan semoga Marie tidak kehabisan darah saat sampai di rumah sakit.


Sistem sudah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya, mereka sampai di rumah sakit besar. Sistem langsung menggendong Marie danenyelesaikan Administrasi pengobatan Marie.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk menyembuhkan dia dokter! " ucap sistem pada dokter yang akan menangani.


"Tuan tenang saja, kami akan menangani pasien sebisa mungkin tuan bantu berdoa saja" dokter menenangkan sistem.


Alana memeluk sistem dan akhirnya mereka menunggu di depan ruang rawat Marie.


Dokter yang memeriksa Marie keluar dari ruang pemeriksaan, sistem berdiri dan langsung menghampiri dokternya "Bagaimana dokter apa Marie baik-baik saja?" tanya sistem dengan raut wajah sangat khawatir.


"Nona Marie saat ini kekurangan darah dan dia perlu transfusi darah golongan O, apa salah satu dari keluarganya punya?" tanya dokter pada sistem.


"Sa__saya keluarganya tetapi golongan darah saya tidak cocok dengannya. "jawab sistem jujur.


Dokter menoleh ke arah anak kecil yang hanya diam saat mendengarkan pembicaraannya. Karena memang Alana tidak mengerti bahasa Indonesia.


" Bagaimana dengan golongan darah anak ini? apa sudah pernah periksa golongan darahnya?"tanya dokter lagi pada sistem.

__ADS_1


Sistem melihat Alana yang kebingungan"Sepertinya belum dok coba anda periksa saja saya mengizinkannya"ucap sistem pada sang dokter.


Sistem mendekatkan dirinya pada Alana"Sayang nanti kamu akan di cek darah, jika golongan darah kamu sama dengan ibu kamu bisa menyelamatkan ibu, jadi ikuti arahan dokter ya nak"pesan sistem pada Alana.


Alana hanya mengangguk dan tersenyum, akhirnya ada kesempatan dimana dia bisa menyelamatkan sang ibu tercinta.


Dokter membawa Alana ke laboratorium untuk memeriksa golongan darah Alana"Kamu jangan takut ya, dokter hanya akan mengambil sedikit sempel darahmu"ucap dokter tersebut sambil menyuntikkan pada Alana.


"Dokter ngomong apa? aku gak ngerti"Alana berbicara menggunakan bahasa Perancis dan itu berhasil membuat dokter kebingungan.


"Apa nak, kamu ngomong apa barusan?" tanya dokter pada Alana.


"Dokter aku sama sekali gak ngerti omonganmu" jawab Alana lagi.


Kebetulan sekali assisten dokter yang bisa menerjemahkan bahasa mendengarnya"Dia berbicara bahasa Perancis jadi wajar kklau kamu tidak mengerti, dan dia juga tidak mengerti ucapanmu"ucap assisten dokter tersebut.


"Apa? bahasa prancis? anak itu orang negara prancis?" tanya dokter bertubi-tubi pada Asisten nya.


Jika anak kecil ini orang prancis lantas kenapa tuan yang di depan sangat lihai berbahasa Indonesia apa dia juga suka belajar bahasa negara lain seperti assisten nya ini?


πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Lanjut?? gasken..

__ADS_1


__ADS_2