Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Perdebatan Antara Ayah Dan Anak


__ADS_3

Pemakan ibu Tania telah selesai, Tania masih belum beranjak dari pemakaman ibunya, bahkan saat itu hujan telah turun, Tuan Sanjaya masih Kokoh ditempatnya berdiri, dia seakan tak mengenal Tania.


Danil yang saat itu juga hadir disana, mendekat ke arah Tania dan ingin membantunya, namun dicegah oleh kakek nya.


"Biarkan saja, itu bukan urusan kita."


Danil yang saat itu mendengar perkataan kakek nya pun marah, dia tak menyangka kalau kakek nya bisa menjadi orang yang kejam seperti itu. Danil tetap ingin menolong Tania, namun kedua tangannya langsung dipegangi oleh kedua lelaki yang berbaju hitam yang merupakan anak buah dari kakek nya.


Danil menyentakkan tangan keduanya, dan pergi dari sana, dia berpikir untuk apa dia disana, kalau sama sekali tidak berguna untuk Tania.


Danil pun memutuskan pulang menggunakan taksi, dan begitu sampai dirumah dia melihat mobil mewah paman nya terparkir di halaman depan.


Danil masuk kedalam dan langsung menuju lantai dua, di bahkan tak menyapa orang-orang yang ada di ruang tamu rumah nya.


Mama yang melihat tingkah anak nya yang berbeda pun langsung menegur Danil.


"Sayang, kamu dari mana?"


Danil masih diam dan berniat untuk tetap naik kelantai atas menuju kamar nya, namun suara papa nya yang meninggi membuat nya berhenti.


"Danil kembali kamu kesini, siapa yang mengajari kamu tidak sopan dengan orang tua?"


Papa begitu marah, dan karena memang Danil bukan lah tipe yang suka melawan dengan orang tua dia adalah anak yang penurut danil turun kembali ke hadapan papa dan mama nya.


"Sayang, kamu kenapa basah-basahan begini?"


"Diluar hujan ma."


"Mama tau, tapi sejak kapan kamu jalan kaki sampai kehujanan?"


Danil diam, karena memang itu bukanlah sebuah pertanyaan, namun sindiran dari mama nya.


"Dari mana kamu?" Tanya papa lagi.


Namun kali ini suaranya tak lagi seperti tadi, sedikit lebih tenang, walaupun tetap terdengar begitu dingin.


"Danil dari pemakaman orang tua temannya Danil pa, ma."


"Siapa yang meninggal sayang?"


"Ibunya Tania ma."


"Tania yang siswi terbaik disekolah kamu itu?"


"Iya ma, sekarang Tania tidak punya siapa-siapa lagi."


Saat bicara dengan orang tuanya, Danil terlihat menahan kesedihannya, dia seakan bisa merasakan apa yang saat ini Tania alami.


Dan disamping papa dan mama nya ,Danil melihat pamannya pras pun terlihat mengeluarkan handphone nya, dan disana ternyata banyak sekali panggilan dari papa nya tuan sanjaya, yaitu kakek Danil.


Namun pras seakan tak perduli kembali menyimpan handphone nya dan mengambil kesimpulan kalau yang meninggal adalah ibu dari Tania gadis yang tak ia kenal ,Bahkan tak pernah melihat wajah nya, namun telah dinikahinya secara Sah.

__ADS_1


Danil yang memang saat itu mengenakan baju basah pun minta izin untuk ke kamar nya, dan begitu juga dengan Pras dia juga ingin kembali ke apartemen milik nya.


Namun belum sempat Pras beranjak dari sana, dia melihat kedatangan papa nya , wajah Pras pun terlihat semakin dingin, seakan sedang terjadi perang di antara keduanya.


"Mau kemana kamu?"


"Kembali ke apartemen!"


"Ada hal apa kamu datang kemari?"


"Aku hanya ingin bicara, besok aku kan kembali ke Amerika."


"Apa maksud kamu, apa kurang semua fasilitas yang papa berikan, sampai kamu harus kembali keluar negeri?"


"Aku sudah terbiasa hidup disana, aku juga punya bisnis disana."


"Disini juga banyak bisnis papa yang bisa kamu kelola, papa ini sudah tua, papa sudah lelah mengurus semua ini."


"Pa, nanti juga akan ada Danil yang bisa meneruskan semua perusahaan papa, berikan aku kebebasan."


"Kebebasan kamu bilang? Apa selama ini kurang kebebasan yang papa berikan, sampai-sampai kamu lupa untuk pulang dan mengunjungi papa?"


Kedua orang tua Danil yang melihat perdebatan tersebut pun meninggalkan papa dan juga adik nya Pras diruang tamu.


"Pras, saat ini kamu telah menikah, sampai kapan kamu seakan tak perduli dengan wanita yang telah kamu nikahi"?


"Papa lupa, aku menikahi wanita itu Karena paksaan dari papa, bahkan aku sendiri tidak tau seperti apa wanita itu."


"Tapi pa, aku punya kehidupan ku sendiri, aku punya pilihan sendiri, apa papa tau aku juga memiliki kekasih."


"Kekasih yang hanya akan membuat kamu jatuh ke lubang penuh kegelapan itu?"


Suara kakek terdengar bergetar ,dan tiba-tiba kakek memegang dada nya yang terasa sakit, karena terlalu emosi dengan putra bungsunya.


Pras yang melihat papa nya hampir tumbang pun dengan refleks segera menopang tubuh nya, dan memanggil bodyguard yang selalu bersama papa nya.


Yang dipanggil terlihat datang dengan tergopoh-gopoh, begitu juga dengan papa dan mama Danil yang saat itu mendengar teriakan dari Pras, walaupun Pras tak pernah akur dengan papa nya, namun untuk nya papa adalah orang tua nya.


Papa Danil segera menelpon dokter untuk memeriksa keadaan tuan sanjaya , dia juga terlihat panik, karena walaupun papa nya orang yang tegas dan keras kepala, namun papanya adalah orang yang telah merawat dia dan Pras sejak ibunya meninggal dunia.


Setelah kedatangan dokter dan memeriksa keadaan tuan Sanjaya, dan ternyata dia hanya kecapean dan memicu tekanan jantung nya.


Semua bernafas lega, Karena tuan Sanjaya baik-baik saja, malam itu Pras mengurungkan niatnya kembali ke apartemen, dia menunggu papa nya siuman.


Dan benar saja setelah siuman ,tuan Sanjaya langsung mencari Prasetya, dia meminta putra bungsunya itu untuk menemui dirinya.


Pras menarik nafas panjang, dia mencoba untuk mengendalikan emosi saat bicara dengan papa nya, dia juga tak ingin hal buruk terjadi pada papa nya.


Setelah mengetuk pintu, Pras langsung masuk dan melihat papa masih terbaring ditempat tidur, tuan sanjaya pun memberikan isyarat kepada sopir pribadinya, yang juga merupakan asisten nya untuk meninggalkan dirinya dan Pras.


"Pras papa ingin bicara dengan kamu."

__ADS_1


"Katakan!"


"Pras, saat ini Tania hidup sebatang kara,dan kamu lah yang seharusnya bertanggung jawab untuk kehidupan Tania."


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu harus membawa Tania bersama kamu, walau bagaimana pun Tania adalah istri sah kamu, dan kamu harus bertanggung jawab sebagai suami."


"Tapi aku akan kembali ke luar negeri, Dan belum tentu dia mau ikut bersama ku, apalagi kami sama sekali tak saling kenal."


"Pras ,orang bisa saling mengenal, bahkan saling mencintai jika telah hidup bersama."


"Tapi pa!"


"Pras, papa lakukan ini karena papa ingin kamu memberikan papa cucu, dan papa juga tidak tau sampai kapan papa akan bertahan hidup."


"Papa pasti akan baik-baik saja."


"Pras, umur tak akan ada yang tau, papa bisa pergi kapan saja, kamu lihat Tania, dia telah kehilangan kedua orang tuanya."


Pras terdiam, dia tau bagaimana rasanya tidak punya ibu, apalagi tidak memiliki keduanya, akan tetapi dia bingung harus berbuat apa, karena memang Pras tak pernah mencintai wanita yang disebut bernama Tania, jangan kan mencintai mengenalnya pun tidak.


Alasan Pras setuju menikahi Tania adalah karena ancaman papa nya , yang akan mempersulit semua bisnis nya, dan juga kondisi papa yang dijelaskan dokter bisa menurun dan drop kapan saja.


Walupun dirinya tak pernah akur dengan sang papa, namun untuk Pras papa nya tetap penting, hanya mungkin cara Pras menyayangi papa nya berbeda dengan orang lain.


"Kalau kamu ingin kembali keluar negeri, bawa lah Tania bersama kamu, dan tolong penuhi impian ibunya, kuliah kan dia di universitas ternama sampai Dia bisa menjadi seorang yang sukses!"


"Tapi pa, kenapa tidak papa saja, dia pasti akan menyusahkan ku diluar negeri."


"Papa yakin tidak, dia adalah gadis yang pintar, perlahan papa yakin kamu akan mencintainya, dan perlakukan dia dengan baik."


"Tapi pa."


"Setelah papa sehat papa akan kembali ke Yordania, papa titip Tania sama kamu."


Pras pun kembali diam, dia mengusap wajah nya dengan kasar, Pras nampak frustasi, bagaimana nanti jika dia membawa Tania ke Amerika, bagaimana dengan Tasya, pasti dia akan marah besar.


Apalagi kalau Tasya tau, dirinya telah menikah di indonesia. Namun saat itu Pras tak bisa melawan papa nya, dia tak ingin gegabah yang bisa berdampak buruk pada kesehatan papa nya.


Setelah selesai berbicara dengan papa, Pras pun pergi untuk kembali ke apartemen, sepanjang perjalanan Pras terlihat gusar, dan yang jelas sangat kesal dengan keputusan papa nya.


Dan dia juga bingung bagaimana cara membawa wanita bernama Tania itu bersama nya, bahkan bagaimana jika Tania malah berpikir kalau dia akan menculik nya.


Pras pun merasa begitu bodoh, menikah namun tak pernah melihat wajah mempelai wanita nya, dan kenapa juga papa nya tak pernah memberikan buku nikah yang telah ditanda tangani oleh nya, dan seakan papa nya menyembunyikan wajah istrinya dari dirinya.


Pras pun berpikir apakah wanita itu sangat jelek ,sehingga papa nya takut untuk menunjukkan nya pada Pras.


Namun lain hal nya dengan Pras , Tania yang telah kembali kerumahnya ,terus saja menangis ,bahkan dia seperti kehilangan nyawanya, untung nya ada banyak tetangga yang baik dengan Tania, setelah para pelayat pulang merekalah yang menemani Tania.


Namun bagaimana kelanjutan kehidupan Tania setelah ini, akan kah Tania bersedia untuk ikut dengan orang yang telah menjadi suaminya, ataukah memilih untuk tetap tinggal dirumah nya?

__ADS_1


__ADS_2