
Tania akhirnya dengan terpaksa mengikuti ke inginkan Pras memilih sepatu untuk dirinya, walaupun sebenarnya dia sedang tidak butuh sepatu.
Dan saat akan mencoba sepatu Tania duduk disebuah bangku, Dan seorang pelayan toko ingin membantu dirinya mencoba sepatu, namun dilarang oleh pras.
"Tidak usah mbak!"
Pelayan itu pun menatap ke arah Pras, dan Pras yang berdiri tak jauh dari Tania pun mendekat ke sana.
"Sini mbak sepatunya." pinta Pras, nun tentu saja masih dengan sikap datar nya.
Pras langsung mengambil alih sepatu dari tangan pelayan toko tersebut, Dan berjalan ke arah Tania, tanpa bicara apapun Pras pun berjongkok dihadapan Tania dan memasangkan sepatu dikakinya.
Perlakuan Pras itu sontak membuat Tania kaget. Dan langsung bangun dari duduk nya.
"Apa yang mas lakukan, Tania bisa sendiri."
"Duduk lah dengan tenang biar kita bisa pilih sepatu "
"Ya sudah, Tania pilih sendiri aja."
"Jangan membantah."
Tania terdiam, dalam hati dia bertanya ada apa ini? kenapa Pras bersikap begitu, apakah Pras ingin menghancurkan hatinya jauh lebih hancur?
"Kamu kenapa?"
"Tania tidak apa-apa."
Pras dengan santai memasangkan sepatu di kaki Tania. Saat itu Tania sedikit risih karen selama ini belum pernah Pras memperlakukan dirinya sepeti sekarang ini.
Setelah menemukan sepatu yang pas , pra mengajak Tania untuk berkeliling di sana, mencari barang yang Tania inginkan.
Namun Pras hanya capek saja, karena Tania sama sekali tidak ingin membeli apapun, sampai akhirnya Tania berhenti disebuah toko yang didalamnya dipenuhi oleh buku-buku.
__ADS_1
Pras menarik pelan tangan Tania bermaksud mengajaknya masuk kedalam toko, namun belum lagi sempat keduanya masuk kedalam toko, tangan Pras ditarik oleh seseorang, sontak Pras menghentikan langkahnya dan berbalik badan melihat siapa yang menahan lengannya saat itu.
Dan ternyata itu adalah orang yang saat ini paling tidak ingin Pras temui, tapi ternyata keinginannya tidak terkabul.
"Tasya!" Pras terlihat terkejut.
Dengan posisi Pras masih menggenggam jemari Tania, dan Tasya memegang lengan Pras, Sontak Tania pun ikut terlihat kaget dengan kehadiran Tasya.
"Mbak Tasya!"
Namun bukan panggilan Tania yang dijawab Tasya melainkan dia menyela Pras yang masih diam ditempat nya.
"Pantas saja kamu meninggalkan aku, ternyata kamu sedang sibuk dengan keponakan kamu ini Pras?"
Pras masih diam dia tidak memberi jawaban apapun, karena menurutnya tidak ada yang perlu dijawab olehnya.
Tasya berjalan lebih dekat, dan melepaskan genggaman tangan Pras dan Tania.
"Kamu apa-apaan seh Tasya!"
"Aku tau, lalu ada masalah apa?" tanya Pras balik.
"Kamu. Enggak tau Masalah nya apa? Atau pura-pura enggak tau?"
" Aku tidak mengerti maksud kamu , dan hari ini aku sama Tania ingin menghabiskan waktu untuk jalan-jalan."
"Aku tidak perduli, yang penting kamu harus temani aku hari ini." pinta Tasya.
"Aku hari ini tidak bisa." jawab Pras dengan tatapan datar.
Namun Tasya tidak perduli, dia menarik tangan Pras tiba-tiba Untuk menjauh dari Tania.
"Ada apa dengan kamu?"
__ADS_1
"Pras, malam tadi kamu pergi begitu saj meninggalkan aku."
"Sekarang kamu begitu berubah Pras."
"Kamu yang membuat ku seperti ini Tasya."
"Aku? jadi sekarang kamu mau menyalahkan Aku, tentang diri kamu yang mulai menjaga jarak?"
"Sekrang coba kamu pikirkan sendiri, aku sudah mengajak kamu menikah."
"Lalu apa jawaban kamu ?'
"Kenapa sekarang kamu permasalahan itu Pras, kemana kamu selama ini Pras?"
"Aku sadar selama ini aku telah salah Tasya, tapi aku sekarang tau, aku tidak hanya butuh kamu untuk pemuas nafsu saja "
"Tapi Aku juga butuh kamu sebagai istri."
"Tapi aku lebih bahagia sepeti ini."
"Kalau begitu berhentilah bahagia."
"Karena Aku sudah tidak ingin melanjutkan hubungan tanpa status begini."
"Jadi maksud kamu, saat ini ingin mencampakkan aku begitu saja?"
"Itu kamu yang memilih."
Saat kedua nya sedang berdebat, Tania yang sejak tadi menjadi pendengar disana mulai jenuh, apalagi mendengarkan cerita tentang hubungan mereka berdua.
Tania pun akhirnya memutuskan untuk pergi, dia tidak kuat untuk mendengarkan omongan Pras, dia muak, dan Tanpa bicara pada Pras Tania pergi dari sana.
Kalau bisa memilih dia benar-benar tak ingin berada di antara mereka berdua. Namun Tania tak punya pilihan , dia benar-benar terjebak disana, dan saat akan mencari kebahagiaan sendiri, Pras malah tak membiarkan dirinya pergi.
__ADS_1
Dan saat ini di tidak tau, apakah Pras akan luluh dan kembali pada Tasya, dan saat ini Tania juga tak ingin tau apapun.