
Setelah dipindahkan keruang rawat, Tania masih tertidur, karena pengaruh obat yang belum hilang.
Pras meminta perawat untuk menjaga Tania untuk sementara waktu karena dia ingin pergi keluar.
Pras meninggal Kan Tania dirumah sakit dan pergi untuk menemui Tasya, entah apa lagi Yang akan dibicarakan pras dengan Tasya setelah kejadian tadi.
Pras mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju ke hotel tempat di mana Tasya sedang menginap, setelah mobil Pras terparkir sempurna dia pun berjalan masuk ke dalam hotel menuju ke kamar Tasya.
Pras sama sekali tidak memberitahu Tasya bahwa dia akan datang ke hotel, Pras mengetuk pintu kamar Tasya setelah berada tepat di depan pintu kamar.
Tak berapa lama terlihat Tasya keluar dari dalam kamar dan begitu membuka pintu Tasya tersenyum lebar ,melihat kedatangan Pras.
"sayang, aku tau kamu tidak bisa kehilangan Aku kan?"
"Aku ingin bicara penting sama kamu."
"Ayo, kita masuk dulu."
"Lebih baik kita bicara diluar saja." jawab Pras.
Tasya terlihat kesal dengan sikap Pras, namun sesat dia kembali tersenyum ke arah Pras.
"Masuk lah, kita lebih nyaman bicara didalam."
Pras yang kepikiran dengan Tania yang ditinggalkannya di rumah sakit seorang diri, akhirnya pras menurut untuk masuk ia tidak mau membuang waktu dengan sia-sia.
"Duduk lah dulu!"
"Aku akan ambilkan minum."
"Tidak perlu , aku hanya ingin bicara dengan kamu."
"Pras aku tau, tapi lebih baik kamu duduk dulu aku hanya akan mengambilkan minum."
Tanpa menunggu persetujuan dari pras, tasya langsung pergi untuk mengambilkan minum untuk Pras. Dan tak berapa lama Tasya sudah kembali dengan membawa dua gelas minuman berwarna merah.
" minum lah dulu!"
"Tidak, terimaksih."
"Pras kamu benar-benar berubah, apa hanya untuk minum saja kamu sudah tidak bisa Pras?"
"Aku datang kesini untuk bicara penting sama kamu."
"Dari tadi Aku sudah mendengar apa tujuan kamu datang ke sini."
"Aku hanya minta waktu kamu sebentar."
"Apa kamu sudah tidak punya waktu lagi untuk aku, setelah kamu memiliki seorang istri yang jauh lebih muda daripada aku?"
Pras diam, tidak memberikan jawaban apapun, karena saat ini dipikirannya hanya ada Tania yang sedang terbaring di rumah sakit. Bagaimana jika Tania terbangun tidak melihat siapapun di sana?
__ADS_1
"Tasya, aku mohon sama kamu tolong jangan kamu tanya apalagi menyakitinya."
"Dan tolong kembalilah ke Amerika, biarkan aku dan Tania hidup dengan jalan hidup kami masing-masing."
"lupakan semua yang pernah terjadi di antara kita."
"Apa kamu bilang Pras?"
"lupakan?"
"Semua tidak semudah itu, sudah bertahun-tahun kita bersama apa semudah itu Kamu membuang aku Pras."
"Bukan aku yang membuang kamu tapi kamu sendiri yang tidak ingin bersamaku."
"Bukankah aku sudah pernah minta kamu untuk menikah denganku dan kita bisa hidup bersama dan bahagia?"
"Lalu karena aku menolak , semudah itu kamu meninggalkan aku Pras, setelah Aku menyerahkan seluruh hidupku jiwa dan ragaku untukmu?"
"Maaf kan aku Tasya, tapi ini sudah keputusanku, dan aku sudah berusaha untuk bertanggung jawab terhadap kamu."
"Namun kamu lebih memilih untuk hidup sendiri dan tidak terikat dengan hubungan apapun."
"Sedangkan Aku tidak bisa hidup terus-menerus seperti ini ."
"Aku butuh seorang pendamping yang bisa menjagaku kelak disaat aku tua."
"Omong kosong."
"Tapi selama ini kita berdua tidak pernah merasa keberatan dengan ini kan Tasya?"
"Tapi Aku tidak mau kamu meninggalkan aku Pras."
"Maaf kan aku Tasya tapi untuk saat ini aku sudah mengambil keputusan."
"Dan aku akan menghormati pernikahanku dengan Tania."
"lalu ke mana kamu selama ini Pras?"
"Bukan kah kamu sudah menikah dengan Tania jauh-jauh hari."
"Namun selama ini kamu masih tetap berhubungan denganku , Kenapa kamu tidak memikirkan perasaan Tania?"
"Maaf kan aku Tasya, tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita."
"Aku berharap suatu saat kamu akan bertemu dengan lelaki lain yang jauh lebih baik dari aku."
"Lelaki yang akan menerima kamu apa adanya."
"Yang berpikiran sama dengan kamu Tasya."
"Bahwa pernikahan itu tidak lah penting."
__ADS_1
"Aku harus pergi."
"tidak Pras, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia."
Namun Pras tak perduli dia meninggalkan hotel tempat di mana Tasya tinggal, Pras bahkan tidak menyentuh minuman yang diberikan oleh Tasya.
Dia pergi Dan kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Tania, Pras sebenarnya sedikit khawatir dengan ancaman Tasya, karena pras tahu bagaimana sifat Tasya sebenarnya.
Dia akan melakukan apapun untuk memenuhi semua keinginannya, mungkin kali ini pras harus berpikir keras, Bagaimana caranya menjauhkan Tania dari Tasya bahkan mungkin sejauh-jauhnya.
Begitu kembali ke rumah sakit ternyata di sana Tania sudah bangun, Pras berjalan mendekat ke arah Tania memperlihatkan sebuah senyuman.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang?"
"Tania sudah baik-baik saja ,ini hanya luka kecil."
"Syukurlah, kamu harus banyak istirahat agar bisa cepat pulang ke rumah."
"Iya, Tania memang ingin pulang , Tania tidak betah disini "
"Kita akan pulang setelah dokter mengizinkan."
"Saat ini kamu baru sadar, jangan banyak pikiran ."
Pras menemani Tania, bahkan tidak meninggalkan nya sesaat pun, Pras sedang berpikir apa rencana selanjutnya untuk nya dan Tania .
Pras berencana untuk membawa Tania pergi dari Jakarta, namun tidak juga untuk kembali ke Amerika, Karena Pras berpikir itu pasti berbahaya untuk Tania, jika dia masih dekat dengan Tasya.
Namun Pras bingung , akankah Tania setuju untuk ikut dengannya dan meninggalkan Jakarta tempat di mana dia dilahirkan.
Alasan apa yang harus Pras berikan kepada Tania, agar dia setuju untuk melanjutkan kehidupan mereka di tempat yang lain.
Pras saat ini hanya fokus pada keselamatan Tania ,dan dia tidak ingin Tasya sampai melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada Tania,apalagi pras sudah janji jika Tania sadar dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Tania .
Saat ini Pras sadar kalau Tania adalah tanggung jawab nya mau ataupun tidak dia sudah menikahi Tania.
Dan Pras sebelum membawa Tania pergi dari Jakarta ,dia ingin pernikahannya diresmikan Pras ingin memperkenalkan Tania kepada semua orang bahwa Tania adalah istri sahnya.
Dengan begitu pras juga berpikir bahwa lelaki lain tidak akan berani mendekati Tania lagi setelah tahu bahwa Tania telah memiliki suami.
Pras pun menghubungi papanya untuk membicarakan permasalahan ini, dia keluar dari ruangan Tania agar Tania tidak tahu apa yang akan dibicarakan pras dengan papanya.
Pras menceritakan semua niatnya untuk membawa Tania pergi dari Jakarta ,dan juga niatnya untuk meresmikan kembali pernikahannya dengan Tania.
Dan niat pras itu langsung disambut baik oleh papanya ,papa Pras sangat setuju pras menjauh dari kehidupan Tasya.
Dan papa berjanji akan membantu semua persiapan resepsi pernikahan Pras ,walaupun dulu sudah pernah dilakukan tapi mereka belum perkenalkan Tania sebagai istri Pras.
Hati Pras sedikit lebih tenang ,setidaknya masih ada papa yang akan membantunya untuk bisa menyelamatkan pernikahannya dengan Tania.
tapi akankah Tasya membiarkan pesta pernikahan itu berjalan dengan lancar ? atau rencana apa lagi ya akan dilakukan Tasya setelah tau Pras telah menikah dengan Tania?
__ADS_1