Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Berusaha menenangkan


__ADS_3

Pras akhirnya memberanikan diri merangkul bahu Tania yang sedang berdiri di jendela kamar nya.Membawa Tania bersandar di bahunya.


"Maaf kan aku tania."


"Tapi tolong berhentilah menangis."


"Aku akan perbaiki semuanya, tapi tolong kasih aku waktu."


"Kita makan dulu, kamu Pasti lapar ini udah malam."


Tania masih terdiam, dia bahkan enggan menjawab perkataan dari Pras, Tania tidak ingin diberikan harapan palsu berulang kali oleh Pras.


Pras memegang kedua bahu Tania dan membawanya untuk duduk di atas tempat tidur, namun Tania masih terisak.


Pras membawa Tania ke dalam pelukannya, mencoba menenangkan Tania saat itu.


"Tan, udah nanti kita bicarakan lagi masalah ini lebih baik sekarang kamu makan nanti kamu sakit."


"Tania tidak lapar."


"Lebih baik, Om Pras tinggalin Tania sendirian." pinta Tania saat itu.

__ADS_1


"Tan tolong jangan seperti ini "


Jujur saja Pras saat itu benar-benar bingung, dia tidak tahu bagaimana caranya menenangkan Tania karena selama ini dialah yang selalu di bujuk oleh gadis yang dekat dengan dirinya.


Namun kali ini dia yang harus berusaha untuk membujuk dan agar berhenti menangis, Pras ingin tidak perduli ,namun hatinya memaksa untuk membujuk Tania dan meminta maaf.


Kata yang selama ini paling sulit dia ucapkan kepada siapapun. Namun hari ini Pras harus membuang semua ego nya demi gadis yang telah mengisi hatinya akhir-akhir ini.


Entah dari mana kelembutan hati Pras itu datang , dia seakan dikuasi oleh Tania. Pras mengelus lembut kepala Tania, berusaha membuatnya tenang.


Dan benar saja, perlahan Tania terlihat tenang, Hanay sesekali terisak dalam dekapan Pras.


"Tania, apa kamu yakin tidak ingin kembali ke Amerika lagi?" tanya Pras.


"Enggak Om, Tania Hanya ingin disini saja "


Pras sebenarnya kesal dengan panggilan Tania, tapi dia tak ingin mempermasalahkan hal itu, apalagi kondisinya Tania sedang menangis.


Untuk saat ini Pras juga khawatir dengan Danil yang terlihat mencoba untuk dekat dengan Tania, dan di Amerika juga ada Al yang juga sedang mencoba mendekati Tania.


Mungkin ini adalah jalan satu-satunya untuk dia bisa menjauhkan Danil dan Al dari Tania. tapi bagaimana jika Tasya tidak bisa menerima semua ini?

__ADS_1


Pras larut dalam pikirannya sendiri, dia sampai tak tersadar kalau Tania sudah terlelap dalam dekapan nya.


"Tania!" panggil Pras.


Saat itu di dingin bicara dengan Tania Masalah hubungan mereka, namun Pras terpaksa menundanya, Karena Tania sudah tertidur pulas.


Pras menidurkan Tania di atas bantal dengan benar, mencoba membangun kan nya karena Tania belum makan , tapi Pras juga tidak tega.


"Tan, maaf kalau kamu tidak pernah bahagia." ucap Pras sambil mengelus kepala Tanak pelan.


"Andai Aku bisa jujur sama kamu, aku saat ini mulai takut untuk kehilangan kamu Tan."


"Tapi aku belum bisa jujur sama kamu, aku malah saat ini takut kalau hanya akan menyakiti kamu Tan."


Pras terus bicara pada Tania yang terlihat masih tertidur, namun tanpa Pras sadari ternyata Tania sudah terbangun karena mendengar semua ocehan Pras.


Namun Tania berpura-pura sedang tidur, Tania ingin tau kenapa Pras membatalkan pernikahan mereka, dan kenapa Pras saat ini malah memutuskan untuk tinggal bersama dirinya.


Setelah bicara panjang lebar, dan menyelimuti Tania, Pras pun memutuskan untuk keluar dan masuk ke kamar nya, dia enggan untuk makan sendirian.


Apakah setelah ini Tania akan luluh dan tidak akan meminta Pras untuk pergi?

__ADS_1


__ADS_2