Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Akhir Dari sebuah kisah


__ADS_3

Pras menatap tajam ke arah pengacara yang saat itu sedang berada disana. kalau bukan berpikir akan bahaya untuk kebebasannya ,mungkin Pras akan menghajar pengacara tersebut.


"Mas harus tenang!" pinta Tania .


Dia bisa melihat kalau suaminya sedang sangat emosi dengan kejadian itu. Namun jika Tania membiarkan maka itu akan berdampak buruk pada Pras.


"Mas silahkan duduk!" perintah polisi.


Dan saat itu Pras, langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan seorang polisi. Mereka pun meminta penjelasan dari Pras, tentang apa.yang terjadi.


Namun Pras tetap pada pendiriannya bahwa dia tidak melakukan apapun terhadap Tasya, apalagi sampai menghamilinya.


"Tolong jangan mempersulit jalannya pemeriksaan ,karena itu bisa membuat mas Pras berada di jeruji besi."


"Tapi saya bicara apa adanya dan kalau bapak tidak percaya silakan hadirkan pelapor di sini."


"Maaf, tapi saya yang akan mewakili pelapor dan pelapor tidak bisa hadir di sini." jawab seorang laki-laki yang merupakan pengacara Tasya.


"Tapi saya hanya ingin bertemu Tasya."


"Dan juga pak, saya ingin menuntut balik Tasya dalam hal ini."


Pras pun saat itu mulai menjelaskan apa yang terjadi dengan Tasya ,Pras mengatakan bahwa Tasya melakukan semua ini karena dia ingin menikah dengan pras , sedangkan Pras telah memiliki istri.


jadi karena keterangan ras yang terus menolak pernyataan Tasya membuat polisi harus tetap menghadirkan pelapor di kantor polisi, sebelum semua permasalahan ini dibawa ke pengadilan.


Dan jika Tasya menolak hadir maka dipastikan bahwa laporan Tasya dianggap batal, karena tidak memiliki bukti yang kuat.


Dan tak berapa lama Tasya pun terlihat hadir ke kantor polisi , bahkan saat itu berbarengan dengan papanya Pras dan juga seorang pengacara.


"Pak saya papanya Pras, saya ingin anak saya dibebaskan karena dia tidak bersalah."


"Kita harus lakukan pemeriksaan dulu terhadap kedua belah pihak baru bisa ditentukan bersalah atau tidak."


Dan Tasya yang baru datang, langsung duduk dengan santai di sampingnya Pras tanpa ada rasa bersalah.


"Sekarang cabut laporan kamu dari kantor polisi ini!" pinta Pras, dengan tatapan tajam.


namun Tasya seakan tak peduli, dia hanya tersenyum ke arah Pras dengan senyum sinisnya.


"Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memiliki kamu maka tidak siapapun bisa memiliki kamu Pras."ucap Tasya pelan.


"dan Aku pastikan kamulah yang akan mendekam di penjara ini."balas Pras juga dengan suara pelan.


"Kita lihat aja siapa yang akan menang hari ini." tambah pras lagi.


Ditengah perdebatan mereka, Tania hanya diam memperhatikannya. Dia tidak ingin ikut campur apapun Masalah nya. Seandainya saja Pras tidak pernah meminta Tasya untuk menikah, mungkin saat ini Tania menjadi orang yang paling bersalah atas apa yang terjadi.

__ADS_1


Tapi selama ini Tania sudah memberikan Pras dan tasya kesempatan untuk bersama, namun Tasya malah menolak Pras, dan setelah Pras menerima pernikahan mereka, malah tania hadir dan meminta Pras menikahi dirinya.


Tania tidak habis pikir dengan pemikiran Tasya, apa yang sebenarnya wanita itu inginkan, kenapa saat ini dia malah ingin bersama Pras, setelah semuanya baik-baik saja.


"Mbak tasya, tolong berikan bukti-bukti yang menyatakan kalau pria yang bernama Pras ini menghamili mbak!" pinta polisi.


"Pak, Saya Hanya ingin laporan saya diproses, dan semua Maslaah ini akan kita selesaikan di pengadilan."


"Tapi mbak Tasya, kami tidak bisa proses jika tidak ada barang bukti."


"Dan kami tidak bisa melakukan penahanan terhadap saudara Pras."


"Bapak ini jangan Plin-plan, bapak sudah membawa surat penangkapan."


"Iya benar, tapi kami tidak bisa menahan siapapun tanpa ada barang bukti."


"Berikan bukti kalau Mbak Tasya telah dihamili oleh klien saya." ucap pengacara Pras.


"Berupa hasil tes kehamilan, Dan juga bukti-bukti yang lain."


Tasya saat itu terlihat gundah, memang Tasya tidak pernah terpikir akan hal itu, apalagi tes kehamilan, dan kenyataan nya dia memang tidak punya bukti apapun yang bisa menyudutkan Pras, kecuali video asusila dirinya dengan Pras selama ini.


Namun apa itu bisa dijadikan bukti, atau malah akan menjadi aib untuk dirinya sendiri juga, karena terlihat jelas, kalau disitu tak ada paksaan dalam hubungan keduanya.


"Pak saya memang tidak membawa bukti hasil tes kehamilan saat ini, tapi besok saya akan bawa itu."


"Dan akan kita proses kembali saat bukti itu ada."


"Bapak tidak bisa seenaknya begitu."


"Begini saja, silahkan mbak Tasya melakukan tes kehamilan."


"Dan jika hasilnya positif maka klien kami tidak bisa mengelak lagi." kembali pengacara Pras memberikan perintah."


Tasya terlihat mulai panik, namun lain halnya dengan Pras yang terlihat santai. karena Pras tahu kalau semua itu tidak benar. cara menanam pras tahu betul siapa Tasya, tidak mungkin perempuan itu mau hamil.


Menikah saja dia tidak mau, begitulah pikir pras saat itu, makanya Pras mulai terlihat santai, Pras berharap semuanya bisa diselesaikan hari itu juga, karena dia akan bawa Tania pergi dari sana setelah keluar dari kantor polisi.


"Tapi saya tidak membawa alat tes kehamilan." jawab Tasya terlihat gugup.


"Ini!" pengacara Pras memberikan sebuah alat tes kehamilan.


Papa pras tersenyum miring, tidak sia-sia iya menyewa pengacara dengan mahal, ternyata pengacara yang ia pilih adalah pengacara yang cerdas.


"Silahkan mbak melakukan tes kehamilan."


"Ini adalah alat terbaik, dia akan mampu mendeteksi kehamilan walaupun baru dua Minggu."

__ADS_1


Tasya begitu terlihat gelisah, dia tak mampu lagi mengelak mau tidak mau dia harus melakukan tes tersebut. Dan seorang polwan langsung mendekat ke arah Tasya dan mengantarkannya menuju kamar mandi.


Tasya yang sudah berada di dalam kamar mandi terus mondar-mandir dia bingung harus melakukan apa, iya benar-benar telah salah langkah , dia ingin menjebak Pras tapi malah dirinya sendiri yang terjebak.


"tok tok tok!" suara pintu diketuk dari luar.


Membuat Tasya kaget bukan main, dia mulai ketakutan sendiri, bagaimana jika Pras malah marah kepadanya.


"Mbak tolong keluar dari dalam kamar mandi!"


Namun Tasya tak jua keluar, polwan yang tadi menunggu diluar pun mendobrak pintu kamar mandi, karena Tasya tak kunjung keluar.


Tasya terkejut dan mundur beberapa langkah kebelakang, dia terlihat sangat takut, apalagi dia memang tidak kenal dengan siapapun di Jakarta.


Dia datang ke Jakarta untuk mencari Pras yang pergi tanpa memberitahukan dirinya.


"Ayo mbak ikut saya."


"Bagaimana hasilnya ." tanya seorang polisi.


"Maaf komandan, sepertinya dia sama sekali tidak melakukan tes." jawab polwan.


"Apa maksud Mbak Tasya ingin permainkan polisi?"


"Saya ingin menuntut balik terhadap saudari Tasya." ucap Pras.


"Dengan tuduhan pencemaran nama baik tanpa adanya bukti apapun."


Tasya yang mendengar akan hal itu langsung berlutut di hadapan Pras ,memohon ampun agar tidak dilaporkan oleh Pras. Namun bukan Pras namanya jika tidak melakukan apa yang dia katakan.


Setelah membuat laporan balik Pras meninggalkan kantor polisi dan membawa tanya dari sana, dia tidak peduli lagi dengan Tasya yang meraung-raung memohon ampun kepadanya.


Pras sudah terlanjur kecewa dengan kelakuan Tasya. padahal selama ini Pras selalu membela Tasya di hadapan papanya. semua urusan Tasya akhirnya diserahkan kepada papa dan juga pengacara mereka.


Pras membawa Tania kembali ke rumah dan mengambil barang-barang mereka untuk berangkat ke Bandung. Pras tak lagi mengulur-ngulur waktu untuk pindah dari Jakarta, dia tidak ingin hal buruk terjadi pada dirinya dan juga tania.


Pras dan Tania memulai kehidupan yang baru di Bandung, melupakan semua masa lalunya bersama Tasya, dan melupakan awal kisah cintanya dengan Tania.


Yang ingin Pras lakukan saat ini hanya membahagiakan Tania memulai kehidupan yang baru bersama. Dan Tania.


"*tidak semua cinta yang dijodohkan itu buruk,


karena setiap Cinta itu bukan berasal dari sebuah hubungan yang disebut dengan pacaran, karena cinta itu hadir dengan saling mengenal saling berbagi dan saling menyayangi."


"Dan setiap manusia memiliki masa lalu yang buruk tapi ingatlah tidak ada salahnya memberi kesempatan untuknya menjadi lebih baik lagi menatap masa depan yang lebih indah."


❤️* ***Selesai*** *❤️

__ADS_1


****😍😍* Terimaksih Autor ucapkan untuk semua yang telah setia mengikuti author dan mencintai karya-karya Author , Love you All.😍😍😍.*


__ADS_2