Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Bahagia dan air mata


__ADS_3

Tania saat ini fokus pada kesembuhannya, dan semua persiapan resepsi pernikahan Pras lah Yang mempersiapkannya.


Seminggu pun berlalu setelah Tania keluar dari rumah sakit. Dan hari yang ditunggu-tunggu oleh mereka pun tiba.


Tania hari itu sudah dirias dengan sangat cantik, ini adalah untuk kedua kalinya Tania mengenakan baju pengantin, namun bedanya hari ini dengan senyuman di wajah nya.


Dan dia benar-benar menjadi seorang pengantin, disandingkan dengan suaminya bagaikan raja dan ratu.


Acara resepsi pun disiapkan disebuah hotel, dan tentunya dihadiri oleh keluarga besar Pras dan juga kerabat dan kolega dari keluarga mereka. Kecuali Tasya, Pras Malah berharap tasya tidak tau kalau dia akan mengadakan pesta pernikahan.


sekitar jam 09.00 pagi Tania pun dijemput untuk menuju hotel dimana rangkaian acara akan dilaksanakan.Pras ingin momen ini menjadi sangat berkesan untuk semua yang hadir.


Tania yang mengenakan sebuah gaun berwarna merah muda, memancarkan aura kecantikannya yang luar biasa. Menghipnotis setiap mata yang memandangnya, begitu juga dengan Pras terlihat tak berkedip menatap wanita yang telah dinikahinya, Namun baru kali ini Pras sadar kalau gadis yang dinikahi nya begitu sangat cantik.


Tanpa ragu Pras langsung menyambut tangan Tania, Dan banyak mata uang menatap kagum ke arah mereka berdua, pasangan yang cantik dan tampan, terkecuali seorang yang sedang berada tak jauh dari tempat Tania dan Pras berdiri.


Ekspresi penuh keterkejutan terlihat di wajah nya, bagaimana tidak gadis yang sangat dicintainya saat ini sedang bergandengan tangan dengan pria lain. Siapa lagi kalau bukan Danil.


Danil masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia berjalan mendekat kearah sepasang pengantin yang saat itu sedang bersalaman dengan para tamu.


"Tania, Apa-apaan ini?" tanya Danil.


Namun Tania masih diam, menatap ke arah Danil yang terlihat emosi. Namun lain hal nya dengan Pras yang menanggapi semuanya dengan tenang.


"Apa yang kamu lihat sekarang, adalah kenyataannya." jawab Pras.


"Apa maksud Om, bukankah Om telah menikah?"


"Iya tentu saja, dan ini adakah istri Om."


"Tidak mungkin Om, permainan apa ini?"


"Kamu harus tahu Daniel inilah kenyataannya yang selama ini Om dan juga kakek kamu sembunyikan."


Danil menetap ke arah Tania meminta penjelasan untuk semua yang telah terjadi, namun Tania hanya menunduk tak mampu menatap mata Daniel yang saat itu penuh amarah dan kekecewaan.


"Sekarang jawab pertanyaan aku Tania, Apa benar semua yang Om pras katakan kalau kamu lah yang telah menikah dengan ompres beberapa bulan yang lalu?"


Tania memberanikan diri mengangkat kepalanya dan menatap mata Daniel, yang sangat itu terlihat berkaca-kaca karena dipenuhi oleh rasa kecewa.


"Maafkan Tania!"


"Katakan semuanya Tan, apa yang terjadi? "

__ADS_1


"Apa mereka memaksa kamu untuk melakukan semuanya?"


"Aku masih ingat betul, saat itu ibu kamu baru meninggal saat Om Pras menikah."


"katakan kalau itu bukan kamu Tania."


"Maaf kan Tania sekali lagi Danil, Tapi inilah kenyataannya kalau tanyalah yang telah menikah dengan om kamu."


"Tapi kenapa kamu merahasiakan pernikahan ini , apa sebenarnya yang terjadi Tan?"


"Semua baik-baik saja tidak ada yang memaksa Tania."


"Kamu jangan bohong Tan."


"kamu lihat kan sekarang Tania baik-baik saja dan tania bahagia."


"Katakan Tan, siapa yang memaksa kamu untuk menikah.


"Tidak ada, dan Tania lah yang ingin menikah dengan Om Pras "


"Tapi kenapa Tan? Dan kenapa kamu tidak menceritakan apapun sama aku."


"Maaf kan Tania sekali lagi Danil, Tania hanya belum siap untuk cerita dengan siapapun."


"Kamu bohong!"


Mata Tania terlihat berkaca-kaca, Tania sadar selama ini dia menikah dengan Pras karena paksaan, namun saat ini Tania sudah menerima pernikahannya. dan dia juga sudah mulai membuka hati untuk suaminya.


Tania Tak ingin lagi membahas masa lalu dia hanya ingin menatap masa depan dan bahagia bersama suaminya, walaupun Tania tidak yakin kalau semuanya akan baik-baik saja.


Namun rasa khawatir itu hilang begitu saja ketika tadi ambil hak cinta di mata Pras. Tania juga akan mewujudkan impian ibunya untuk menjadi seorang yang sukses jadi seorang dosen.


"Danil kamu harus menerima semua."ucap Pras.


"Karena walau bagaimanapun saat ini Tania adalah tante kamu tolong hormati pernikahan kami."


Danil diam dan terpaku di tempatnya, mau tidak mau dia harus menerima kenyataan , kalau orang yang dicintainya telah menjadi milik dari Om nya sendiri.


Sakit, namun Daniel tidak bisa berbuat apa-apa dan dia akan ikut bahagia jika memang Tania benar-benar bahagia.


mungkin takdir memang sudah begini adanya dia tidak berjodoh dengan Tania, namun seakan takdir membuatnya di posisi yang sulit harus melihat Tania bersama dengan Om nya sendiri.


Apa Danil akan kuat, 3 tahun dia mencintai Tania dalam diam, Bahkan dia sempat kehilangan jejak Tania setelah lulus SMA, namun saat dipertemukan dia harus menerima kenyataan kalau Tania telah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


Perlahan Daniel mendekat ke arah om Pras , Dan memeluk nya ,hari ini dia menangis untuk kedua kalinya ,karena harus kehilangan Tania.


"Om , Danil titip Tania."


"Tolong om jaga dengan baik dan bahagiakan dia."


"Jangan biarkan dia merasa sendiri."


"Karena jika Om menyakiti dia, maka Daniel pastikan Om akan kehilangan Tania selamanya."


"Om janji, akan menjaga Tania dengan baik."


"Maaf kan Om yang selama ini merahasiakan semuanya."


Dan setelah melepaskan pelukannya nya Danil pun menatap Tania, kali ini Daniel tidak mampu berkata apa-apa, mungkin dia harus mengorbankan cintanya demi keluarganya.


"Semoga kamu selalu bahagia Tania!"


"Dan Kamu harus ingat sampai kapanpun aku akan selalu ada untuk kamu."


"Tania yakin, akan ada cinta yang lain, yang jauh lebih baik dari Tania untuk kamu Danil."


"Bukalah hati kamu untuk perempuan lain di luar sana."


"Terimakasih telah mencintai Tania selama ini."


"Maaf kan, karena Tania tidak mampu membalas cinta kamu."


Danil pun pergi meninggalkan acara resepsi pernikahannya Tania, Daniel tidak mampu untuk menghadapi semua ini.


Acara hari itu terus berjalan dengan lancar, dan saat kamu sedang ramai tiba-tiba seorang satpam masuk dan bertemu dengan papa Pras.


Dia melaporkan bahwa di luar ada seorang perempuan yang memaksa masuk dan mengamuk di gerbang. Pras mulai khawatir dia takut kalau yang berada di luar itu adalah Tasya.


Pras mendekat ke arah satpam yang tadi memberi laporan dan bertanya siapa wanita yang berada di luar, dan benar saja menurut satpam perempuan yang berada di luar bernama Tasya.


"Kalian harus halangi dia untuk masuk saya tidak mau terjadi kekacauan di dalam sini." ucap Pras.


"Baik tuan."


Walaupun sudah memberi perintah begitu, namun Pras masih gundah, bagaimana jika Tasya nekat melakukan sesuatu.


Pras berpikir mungkin lebih cepat dia membawa Tania pergi dari Jakarta itu lebih baik ,dia tidak ingin kalau sampai Tasya menyakiti Tania sedikitpun.

__ADS_1


Tapi Pras juga bingung karena dia belum bicarakan masalah kepindahan mereka kepada Tania, Pras khawatir kalau Tania menolak pergi dari Jakarta.


Entah apa rencana yang akan pras lakukan untuk bisa membawa Tania pergi dan menjauh dari Jakarta.


__ADS_2