
Pras masih menunggu Tania didepan pintu kamar nya, Namun pintu kamar Tania belum juga terbuka.
"Oke Tan, kalau memang kamu merasa terganggu dengan keberadaan saya disini, saya akan pergi." ucap Pras.
Dan Karen tidak mendapatkan jawaban dari Tania, Pras pun memutuskan untuk benar-benar pergi, karena dia juga sadar kalau selama ini dia lah yang tidak ingin menerima Tania.
Dan rasanya tidak pantas jika saat ini dia memaksakan kehendaknya kepada Tania, namun begitu Pras melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah Tania, handphone nya berdering.
Pras menatap layar ponselnya, dan tidak ada nama penelpon nya, Pras mengabaikan begitu saja.
Namun kembali nomor yang sama menghubungi dirinya, Pras dengan Ragu menjawab telepon tersebut.
"Hallo" ucap Pras ragu.
"Hallo sayang, Akhirnya aku bisa menghubungi kamu, kamu dimana sekarang?" tanya suara yang berada di seberang telpon.
Pras terdiam, dia hafal betul itu suara siapa, suara wanita yang sedang dihindarinya berpa hari ini, ya siapa lagi kalau bukan Tasya, dia lupa kalau Tasya pasti tidak sebodoh yang dia pikirkan.
Tidak mungkin Tasya membiarkan saja nomor nya diblokir, Pras masih terdiam ditempat nya.
"Hallo sayang, kamu kenapa diam saja?" tanya Tasya.
"Aku sudah mencari kamu kemana-mana, kamu harus segera kembali ke Amerika aku sangat merindukanmu." Ucapnya lagi.
Namun Pras masih membisu, dia tidak tau harus bicara apa pada Tasya.
"Pras, apa kamu sudah tidak bisa mendengar Akau lagi, kamu dimana seorang, aku akan segera menyusul kamu ke Jakarta."
"Tasya, kamu tidak perlu menyusul Aku ke Jakarta , malam ini juga Aku akan kembali ke Amerika." jawab Pras sedikit emosi.
__ADS_1
"Kalau begitu aku kan menemui kamu sekarang, kamu ada dimana?"
"Apa maksud kamu?"
"aku sekarang berada di Jakarta Pras, dan beritahu Aku dimana kamu sekarang?"
"Apa kamu di Jakarta?"
"Kamu kenapa begitu kaget, apa kamu sedang menemui wanita lain disini?"
"Apa maksud kamu bicara begitu?"
"kalau kamu bukan ingin bertemu wanita lain, kenapa kamu pergi tanpa memberitahu aku, dan kenapa kamu juga memblokir nomor ku Pras?"
"Aku hanya butuh waktu."
"Butuh waktu? Untuk apa Pras?"
"Pras, dari dulu aku sudah katakan ,kalau aku tidak ingin terikat dengan pernikahan , aku sudah bahagia dengan yang terjadi sekarang."
"Tapi Sya, aku ingin punya seorang istri bukan hanya seorang pacar."
"Sejak kapan kamu seperti ini Pras, dulu kamu tidak pernah mempermasalahkan hal ini."
Pras terdiam, dia bingung dengan perasaannya saat ini entah kenapa untuk saat ini Pras merasakan kalau perasaan mulia pudar pada Tasya, tapi kenapa, Pras belum mendapatkan jawabannya.
Dan tanpa Pras sadari, tak jauh dari tempatnya menelpon Tania sedang berdiri dengan mata yang sembab ,menatap ke arah Pras.
Dan pada saat Pras membalikkan tubuhnya dia sedikit terkejut melihat keberadaan Tania.
__ADS_1
"Tania!" ucap pras.
"Tania? Apa kamu sedang bersama keponakan mu disana Pras, dan kenapa kamu tidak cerita sama aku?" tanya Tasya yang masih belum mematikan telponnya.
"Tasya, tidak semua hal harus aku ceritakan sama kamu." ucap Pras emosi.
"Pras sejak kapan kamu bicara sepeti itu sama aku?"
Namun bukan jawaban yang Tasya dapatkan, Pras malah mematikan Telponnya.
Pras berjalan mendekat ke arah Tania.
"Syukur lah Tan, akhirnya kamu mau keluar dari kamar, kamu kenapa menangis?" tanya Pras melihat mata Tania yang begitu sembab.
"Om kembali lah kepada Mbak Tasya, dan hiduplah seperti dulu bersama nya "
setelah bicara Tania langsung berbalik masuk kedalam rumah, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Pras.
"Tania, apa kamu sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini?" tanya Pras.
Tania membalikkan tubuhnya menghadap Pras.
"Om , seharusnya pertanyaan itu om tanya kan pada diri om sendiri, apa Om menginginkan pernikahan ini?"
"Om tidak bisa menjawab kan?"
"Om, Tania hanya gadis miskin yang terjebak dengan pernikahan ini, yang mungkin menurut Om tidak akan pernah pantas untuk mendampingi Om, apalagi menggantikan posisi Mbak Tasya."
"Tania, sekrang bukan Masalah menginginkan atau tidak, tapi kita sudah dipertemukan oleh takdir dalam ikatan pernikahan."
__ADS_1
"Itu tidak cukup om untuk mempertahankan hubungan ini, hubungan yang tidak pernah om dan juga Tania harap kan." ucap Tania disela tangisnya .
Tania berjalan masuk dan meninggalkan Pras sendirian, akan kah Pras pergi dan kembali kepada Tasya? Yang saat ini juga sudah berada di Jakarta.