
Pras terlihat semakin kesal dengan Danil, berani sekali Danil menyuapi istrinya. Dan Pras tiba-tiba bangun dan berjalan melewati samping Danil, dan dengan sengaja Pras menyenggol lengan Danil yang sedang makan.
Dan alhasil makanan Danil tumpah mengenai celana Danil. Pras pun berhenti dan berbalik lagi ke samping Danil .
"Danil, maaf tidak sengaja."
"Enggak apa-apa Om, tidak masalah."
"Sekali lagi Om minta maaf."
"Iya Om."
"Tan, aku ke toilet dulu ya."
"Iya."
Dan begitu Danil pergi ke toilet, Pras langsung duduk diposisi danil tadi. Dan Pras kali ini duduk menghadap ke arah Tania. Namun Tania masih menatap lurus kedepan.
"Kita pulang sekarang!"
"Enggak, Tania mau nunggu Danil."
"Danil itu bukan siapa-siapa kamu Tan."
"Iya Tania tau, tapi dia lebih baik dari orang yang memiliki hubungan dengan Tania."
Kali ini Tania menatap ke arah Pras, Pras bisa melihat kalau Tania saat itu sedang emosi, namun bukan Pras namanya jika tidak memaksakan kehendaknya.
"Aku tidak perduli, yang penting kamu ikut Akau pulang sekarang."
"Enggak, Tania masih mau disini."
"Kamu lupa kalau kamu itu istri orang, untuk apa menunggu laki-laki lain."
__ADS_1
"Istri yang tidak pernah dianggap?"
"Cukup Tania, jangan membuat aku marah."
"Silahkan saja, bukannya memang Om selalu marah kan?"
"Memang seharusnya Tania panggil begitulah, karena saat pertama Tania dibawa ke Amerika, aku diperkenalkan sebagai keponakan."
"Dan akan terus begitu kan?"
Pras terdiam, dia tau selama ini telah salah , namun Pras melakukan hal itu karena dia tak ingin hubungan pernikahan nya dengan Tania diketahui oleh orang lain.
Begitulah yang ada dibenak Pras saat itu, walupun sebenarnya itu terlalu egois ,namun Pras merasa memang belum siap untuk membongkar semuanya.
"Kalau Om ingin Tania menjauh dari Danil, Om juga harus meninggalkan mbak Tasya, apa Om bisa?"
Pras terdiam, dia tidak bisa memberikan jawaban apapun, karena dia memang belum bisa sepenuhnya meninggalkan Tasya. Namun Pras juga tidak ingin kehilangan Tania.
"Lebih baik sekrang kita pulang."
"Apa mau kamu Tania?" tanya Pras, dengan suara mulai terlihat emosi.
"Tania hanya ingin diberi kejelasan Om."
"Tania ini bukan boneka, yang bisa Om permainkan perasaan nya."
"Kita bicara dirumah."
"Tania enggak akan pergi sebelum Danil kembali kesini."
Namun Pras seperti kehilangan kendali, dia menarik tangan Tania dan membawanya keluar dari restoran, Tania terus berusaha melepaskan tangannya, namun Alhasil malah pergelangan tangannya yang sakit.
Tania meringis kesakitan, namun Pras saat itu seakan tidak perduli. Pras langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat, dan menarik Tania untuk ikut masuk.
__ADS_1
Sesampai didalam taksi baru Pras melepaskan pergelangan tangan nya Tania. Dan Tania memegang pergelangan tangannya yang terlihat memerah.
Tania menatap lurus kedepan dengan mata berkaca-kaca. dan begitu juga dengan Pras, dia menatap lurus kedepan, bahkan Pras tak menyadari kalau tadi telah menyakiti tangan Tania.
Taksi terus berjalan menuju kerumah Tania, dan begitu taksi berhenti, Tania langsung turun tanpa bicara sepatah kata pun .
Tania berjalan setengah berlari menuju kamar nya, dia masuk kekamar dan menelungkup kan tubuhnya ke atas tempat tidur.
Tanpa bisa dicegah air mata Tania sudah membasahi bantal nya, dia benci dengan semua yang terjadi dalam hidup nya.
Terdengar suara dering handphone dari Tania, namun Tania membiarkannya begitu saja.
Pras masuk dan melihat pintu kamar tania yang tidak tertutup rapat, Pras ingin masuk namun mengurungkan niat nya, dia memutuskan duduk diruang tamu dan menyandarkan tubuhnya.
menatap ke arah kamar Tania, namun Pras bingung kalau pun dia menemui Tania dia juga tidak tau harus bicara apa.
Hari sudah mulai gelap , namun Tania masih belum keluar dari kamar nya. Pras pun memberanikan diri untuk melihat Tania dilamarnya, Dan Pras melihat Tania sedang berdiri di jendela kamar nya, menghadap ke arah luar.
Pras berjalan masuk dan berdiri tepat di samping Tania, Pras menarik nafas pelan, berusaha untuk menguasai dirinya sendiri agar tidak emosi.
"Maaf kan aku Tania."
"Aku tau Aku salah."
Tania masih diam, matanya mulai berkaca-kaca lagi, dia rasanya tidak ingin bicara apapun saat itu.
Dan perlahan Pras bisa mendengar Isak tangis dari Tania, Pras menatap gadis disampingnya yang masih menatap lurus kedepan.
"Tan, tolong jangan menangis."
Namun bukannya berhenti menangis Tania malah semakin terisak. Pras malah menjadi bingung, selama ini bersama Tasya dia tidak pernah melihat Tasya menangis.
karena Tasya adalah wanita yang tidak peduli dengan apapun, untuknya hanya mengejar kebahagiaan dirinya saja.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi setelah kejadian hari ini di mall dengan hubungan Tania dan Pras?