Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Kehadiran Pras dirumah Tania


__ADS_3

Keesokan paginya Tania kedatangan tamu, yaitu tuan Sanjaya yang datang begitu pagi untuk menjemput dirinya.


"Tania, kamu sudah siap, hari ini kita akan mengajukan berkas perceraian kamu dan Pras."


"Iya, Tania sudah siap."


Saat itu jawabnnya terlihat mantap, namun didalam hati Tania masih belum siap menyandang status sebagai seorang janda, janda Namun masih perawan.


Tania yang memang sudah bersiap untuk pergi itu langsung masuk ke dalam mobil untuk pergi ke kantor pengadilan agama.


Tania mantap ke luar dari jendela mobil, dia bersyukur karena hari ini dia masih bisa mnghirup udara di kota Jakarta. dan kembali ke kota kelahirannya saat itu.


Seandainya saja Pras mau mempertahankan pernikahan mereka mungkin Tania akan mencoba untuk menerima kenyataan tentang hubungan Pras dan Tasya.


"Ada apa?" Suara tuan Sanjaya membuyarkan lamunan Tania.


"Tidak ada pa, Tania bersyukur masih bisa menikmati suasana kota Jakarta."


"Papa harap kamu bisa bahagia disini, maaf kan papa karena pernah membuat kamu dalam posisi yang sulit."


"Tidak apa-apa pa, mungkin ini sudah jalannya."


Mobil yang membawa Tania dan tuan Sanjaya berhenti disebuah gedung pengadilan. Tania merasakan susah bernafas, dia merasakan jantungnya berdetak dengan kencang, kedua lututnya menjadi lemas.


Momen yang seharusnya membuat dia bahagia karena akan lepas dari Pras, malah membuatnya bimbang dan kacau, Tania mengalihkan pandangannya agar tak terlihat oleh tuan Sanjaya air mata yang tak lagi bisa dia tahan.


"Ayo masuk!"


Dengan ragu-ragu Tania melangkahkan kakinya memasuki ruangan seorang pengacara. Dan memberikan semua laporan gugatan cerai.


Aku hanya terdiam, karena tak menyangka pernikahan yang disembunyikan dari banyak orang, akhirnya malah berkahir seperti ini.


Setelah selesai mengajukan perceraian kepengadilan agama aku dan papa berniat untuk kembali kerumah, papa juga sudah berjanji akan segera mengurus kepindahan kuliah ku ke Jakarta.


Namun saat akan masuk kedalam mobil, aku melihat seperti Om Pras, tapi aku rasa Hanya perasaan ku aja, tidak mungkin Om Pras datang jauh-jauh kesini, apalgi semua urusan perpisahan kami akan di urus oleh papa.


"Tania!" Suara bariton itu menghentikan langkah Tania dan tuan Sanjaya.


"Om Pras!"

__ADS_1


"Pras, sedang apa kamu disini?"


"Saya ingin menyusul papa, bukannya papa bilang akan mengurus perpisahan kami?"


"Iya papa sudah memasukan berkasnya, kamu tinggal menunggu aja hasil nya."


"Tapi kenapa papa melakukan hal itu tanpa meminta persetujuan Pras terlebih dahulu?"


"Persetujuan? bukannya papa sudah meminta kamu memilih Pras?"


"Dan apa kamu lupa kalau kamu dan Tania itu tidak saling mengenal, apalagi saling mencintai."


"Jadi menurut papa ini jalan terbaik untuk kalian berdua, terutama untuk Tania."


"Pa, tapi seharusnya saya lah yang akan mengurus semuanya."


"Kamu hanya akan menerima surat panggilan untuk sidang nanti, dan kamu juga tidak perlu datang, karena itu akan mempercepat sidang." ucap tuan Sanjaya.


Namun Tania saat itu masih diam ditempatnya, melihat kedua pria dihadapannya sedang berdebat, dia mencoba untuk tenang, Tania tidak ingin terlihat lemah dihadapan suaminya.


"Dan kamu Tania, apa kamu lupa dengan status kamu, sehingga bisa pergi begitu saja?"


Namun tak mungkin Tania melakukan hal itu, dia tetap bungkam, mungkin Tania berpikir dengan diam semua akan menjadi lebih mudah.


"Tania ,ayo kita pergi!" ajak tuan Sanjaya.


Dan Tania pun menurut, dia pergi meninggalkan Pras yang masih berdiri dihadapannya, tanpa sepatah kata.


Pras yang melihat Tania pergi pun, langsung menuju ke mobilnya. Masuk kedalam mobil dan mengikuti mobil Tania dan papa nya yang tak berada jauh saat itu.


Pras terus mengikuti mobil tersebut, dan dia melihat mobil itu memasuki sebuah halaman kecil sebuah rumah , dari jauh Pras melihat papanya yang turun bersama Tania, namun papanya tidak masuk kerumah itu.


Pras masih diam didalam mobilnya, dan tak berapa lama dia melihat mobil papanya pun meninggalkan rumah itu, dan Tania terlihat masuk kedalam.


Pras pun langsung yakin kalau itu adalah rumahnya Tania, dia memundurkan mobilnya sedikit jauh, agar papa nya tidak melihat keberadaan Pras disana.


Setelah papa nya pergi , Pras pun melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah Tania, dia memarkirkan mobilnya begitu saja, Karen emang rumah itu hanya memiliki Hakan yang kecil .


Pras, keluar dari mobilnya dan berjalan mendekat ke arah rumah Tania, Pras sedikit ragu-ragu saat ingin mengetuk pintu. apa yang akan dipikirkan oleh Tania tentang dirinya nanti.

__ADS_1


Pras pun mengurungkan niatnya untuk masuk, dia berjalan ke arah mobilnya, namun baru beberapa langkah Pras berjalan, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, Pras pun berlari masuk kedalam mobilnya.


Kepala dan baju Pras pun basah, dia pun akhirnya berniat untuk pulang saja, karena bajunya basah, dan dia belum berani untuk bertemu Tania.


Namun saat Pras akan menghidupkan mesin mobil dia pun terlihat ragu.


"Aku sudah sampai disini, lebih baik aku bertemu Tania." Pras bicara pada dirinya.


Namun karena hujan semakin deras, Pras pun menunggu hujan reda didalam mobil, alih-alih reda, hujan bertambah deras, sudah satu jam Pras menunggu didalam mobil.


dia pun tiba-tiba ingin ke kamar mandi ingin buang air kecil, tapi dia bingung bagaimana nanti kalau dia pergi dan Tania juga pergi , pasti dia harus menunggu lagi untuk bertemu Tania.


Akhirnya Pras memutuskan kembali turun, Dan.berlari ditengah hujan deras menuju teras rumah Tania, dan tanpa pikir panjang, Pras langsung saja mengetuk pintu rumah Tania.


"Tok, tok, tok!"


Namun Tania belum juga membuka pintunya, padahal Pras sudah kebelet ingin ke kamar mandi, dan Pras kembali mengulang mengetuk pintu, namun belum juga dibuka.


"lebih baik aku masuk saja, kan tidak ada yang akan marah kan Tania itu istri ku." Pras kembali bicara pada dirinya sendiri.


Dan tanpa pikir panjang lagi, Pras pun membiak pintu depan rumah Tania, yang ternyata memang tidak dikunci.


"Teledor sekali gadis ini."


Pras pun masuk kedalam dan berjalan mencari kamar mandi yang ternyata letaknya berdekatan dengan dapur rumah itu.


Dan Pras langsung masuk ke kamar mandi, Dia sedikit heran karena saat itu tidak melihat Tania, tapi dia tidak salah lihat, kalau tadi Tania memang masuk ke rumah ini.


Pras pun memutuskan untuk duduk diruang tamu rumah itu, dan tidak susah untuknya mencari letak ruang tamu, karena rumah Tania itu tidak ada seper empat dari rumahnya di Amerika.


Pras duduk disalah satu sofa, Tampa merasa bersalah masuk kerumah orang tanpa izin saat itu. lama Pras duduk dia pun melihat seorang wanita dengan jubah mandinya dengan rambut yang basah keluar dari sebuah kamar.


Dan ternyata itu Tania, Pras menelan ludah nya, melihat Tania yang Hanya menggunakan jubah mandi yang memperlihatkan pahanya yang mulus.


Tania terus saja berjalan keluar, dia belum menyadari kalau ada orang lain disana, Dan Tania berjalan menuju dapur untuk mengambil airi mineral di kulkas.


Dan Tania berjalan kembali ke arah ruang tamu, betapa terkejut nya Tania ketika melihat ada seorang pria yang sedang membelakangi dirinya, sedang menatap ke sebuah foto yang ada didinding.


" Siapa kamu!" tanya Tania sambil berteriak.

__ADS_1


Dan Pras yang juga kaget, langsung membalikkan tubuhnya, sesaat mereka saling menatap, dan keduanya diam membeku ditempat masing-masing, akan kah Tania mengusir Pras dari sana?


__ADS_2