
Saat Tania dan Al sedang asyik bercanda, bahkan Tania terlihat tertawa walupun masih sambil memegangi kepalanya.
Pras yang baru masuk, tiba-tiba aura wajahnya berubah seketika melihat kehadiran Al, dia mendekat ke arah mereka berdua, dan seketika Tania terdiam.
"Saya sudah larang kamu datang ke sini!"
"Saya hanya ingin menjenguk Tania saja, apa ada yang salah?"
Pras lupa kalau disana ada papa nya, dia terlihat begitu emosi melihat ke akraban Tania dan Al.
"Pras, ada apa dengan kamu? Al datang untuk membesuk tania, apa ada yang salah?"
"Tentu saja salah pa?"
"Apa yang salah, Tania bebas bersahabat dengan siapa pun."
"Tapi pa!"
"Sudahlah Pras, biarkan Tania bebas memilih teman, jangan menghalangi dia memiliki seorang teman."
"Tapi pa, mana ada seorang laki dan perempuan berteman!"
"Maaf ,tapi tidak ada salah nya kan? Tania itu masih sendiri dan saya juga ,tidak ada yang akan tersakiti oleh kami berdua ,dan saya juga tidak punya niat jahat sama sekali."
"Lebih baik kamu diam, jangan ikut campur."
Al pun bingung dengan orang yang dipanggil om oleh Tania, Kenapa dia seakan tidak suka Karena dirinya dekat dengan Tania.
Tania yang melihat sudah terjadi keributan ,meminta Al untuk pulang dan datang lagi lain kali.
Setalah Al meninggalkan rumah sakit, tuan sanjaya pun meminta Pras untuk tidak berbuat sesuatu yang membuat Tania kepikiran.
Pras pun mencoba menenangkan dirinya sendiri, keluar dan mencari angin segar diluar rumah sakit, dia sendiri bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dia begitu kesal melihat Al datang kerumah sakit.
Pras pergi ketaman rumah sakit, dan duduk disebuah bangku panjang sambil menyandarkan punggungnya. Pras belum pernah seperti saat ini ada rasa gelisah ,takut dan entah perasaan apa yang saat ini sedang dirasakannya.
"Apa yang terjadi dengan ku saat ini? Kenapa aku seperti terganggu melihat Al dan Tania dekat? Tapi bukankah itu lebih baik!" Pras berdialog sendiri , dia benar-benar bingung, apa saat ini dia mulai menyukai Tania, tapi tidak, Hanya Tasya yang sangat dia cintai.
Setelah kejadian hari ini dirumah sakit, Al tidak lagi datang menjenguk Tania dia tak ingin terjadi keributan antara dirinya dan Pras , namun Al selalu menanyakan kabar Tania melalui handphone.
Dan setelah satu Minggu akhirnya Tania diperbolehkan untuk pulang kerumah karena kondisinya sudah mulai stabil, dan luka dikepala nya mulai membaik.
Tania yang sudah kembali kerumah disambut dengan bahagia oleh bik Siti, Karena memang bik Siti juga sudah rindu dengan tania ,sudah tiga hari ini bik Siti tidak menjaga tania dirumah sakit.
Tania yang baru sampai langsung menuju kemeja makan mencari bik siti disana, dia juga sudah rindu ingin makan masakan bik Siti.
"Non Tania!"
Keduanya berpelukan tak ada yang membedakan mereka antara majikan dan pelayan untuk Tania bik Siti malah lebih dianggap ibu untuk nya.
"Non istirahat dulu dikamar."
"Enggak bik, Tania lapar ingin makan masakan bik Siti."
"Tapi bibik belum selesai masak non."
"Kalau begitu Tania tinggu disini."
"Jangan, non Tania harus banyak istirahat, nanti bibik antar makannya kekamar."
"Tapi Tania ingin makan disini."
__ADS_1
Tuan Sanjaya yang juga baru masuk kedalam ,langsung mendekati Tania ,dan meminta nya untuk istirahat, tapi jawabannya sama saja dia ingin makan masakan bik Siti.
"Tania, kamu istirahat dulu, nanti turun lagi untuk makan."
"Tania mau disini aja pa, sudah lama Tania tidak duduk disini."
Dalam hati Tania berkata, mungkin juga setelah ini tania tidak akan pernah duduk disini lagi. Tania berencana malam ini kan membicarakan Masalah pernikahannya dan Pras, dia ingin secepatnya menyelesaikan semuanya.
Setelah selesai makan siang, Tania menemui tuan Sanjaya di ruang keluarga, dia ingin bicara.
"Tania, apa yang ingin kamu bicarakan dengan papa?"
"Pa, sebelum nya Tania minta maaf, kalau apa yang Tania katakan saat ini menyakiti hati papa, dan seandainya papa ingin menghukum Tania, Tania akan terima."
"Tania bicaralah, papa tidak akan melakukan apapun tehadap kamu, bukan kah saat dirumah sakit papa sudah janji?"
Tania menarik nafas berat, seharusnya saat ini dia sedang bahagia karena dia bisa menyampaikan keinginannya, apalagi tuan Sanjaya sudah berjanji kan membawanya kembali ke Jakarta.
"Pa, biarkan Tania pergi dari sini, Tania ingin melanjutkan hidup Tania di jakarta."
"Tapi, apa kamu tidak ingin mencoba untuk membuka hati terhadap pras?"
"Pa, Tania sudah coba ,namun rumah tangga itu akan hancur lebur jika yang menginginkannya hanya satu pihak saja."
"Tania, seandainya papa bisa memilih, papa tidak ingin membiarkan Tania pergi dari sini, tapi papa tidak ingin egois ,papa
Tidak mungkin mencegah kebahagiaan kamu Tania."
Mata Tania berkaca-kaca, menatap ke arah tuan Sanjaya, sebenarnya di lubuk hatinya sudah sulit untuk nya meninggalkan rumah itu, dua bulan sudah dia berada disana, dan kalau dia pergi dia akan kehilangan bik Siti, namun Tania juga tidak ingin terlalu jauh mengharapkan Pras, dia takut tersakiti ,bahkan lebih sakit dari saat ini.
"Apa tidak ada satu alasan Pun yang bisa membuat kamu bertahan dirumah ini Tania?"
"Apa kamu tidak ingin menolong papa?"
"Maaf kan Tania pa, tapi mungkin Tania bukanlah jodohnya Om Pras, papa restu lah om Pras dan Tasya, agar Om Pras tidak lagi salah arah dalam hidup nya."
Tuan Sanjaya menatap Tania, mungkin saat ini apa yang dikatakan Tania benar, tapi tuan Sanjaya merasa belum bisa melepaskan Tania untuk pergi, ada air mata disudut mata tua itu.
Tania menyeka air mata pria yang saat ini dipanggil papa, namun terlalu singkat kebersamaan mereka.
"Papa jangan bersedih, Tania berterimakasih kepada papa, telah membantu kuliah Tania selama disini, tania juga minta maaf karena pernah berburuk sangka kepada papa "
"Papa yang seharusnya meminta maaf, kapan rencana nya kamu akan kembali ke jakarta?"
"Jika papa izinkan dalam Minggu ini pa."
"Papa, akan urus tiket untuk penerbangan ke Indonesia,tapi apa papa bisa minta satu hal sama kamu?"
"Katakan saja pa!"
"Izinkan papa untuk terus membiayai kuliah kamu, dan tetaplah menganggap papa itu seorang papa untuk kamu."
Tania, memeluk tuan Sanjaya, dia menangis didalam dekapan pria tua tersebut, beribu terimakasih Tania ucapkan ,ternyata tuan Sanjaya masih mau membiayai hidup nya.
Sepetinya tuan Sanjaya telah menyerah, untuk memisahkan Tasya dan Pras, karena apa yang dia lakukan hanya akan menyakiti tania, namun sampai saat ini tuan Sanjaya belum tau penyebab Tania kecelakaan.
Malam itu dimeja makan tuan Sanjaya Hanya diam, tak ada keceriaan diwajahnya, bik Siti pun khawatir dengan tuan besar yang saat itu terlihat sedang banyak pikiran, Pras juga melihat ada yang lain dengan sikap papa nya malam itu.
Namun Pras, tak ingin menanyakan apapun, dia takut kalau papa nya akan bertanya tentang Tasya, apalagi besok adalah hari terakhir untuk sebulan yang telah tuan Sanjaya sepakati dengannya.
Keesokan paginya, Pras yang ingin berangkat ke kantor pun ditahan oleh tuan Sanjaya, dia ingin bicara dengan Pras, dan pagi itu juga tania sudah mempersiapkan barang yang akan di bawa ke jakarta, Tak ada satu pakaian pun yang ia bawa, Karena Tania merasa itu bukanlah miliknya.
__ADS_1
Bahkan Tania mengganti handphone nya dengan miliknya yang lama, dia Hanya akan membawa miliknya yang sebelumnya dimilikinya di jakarta dulu.
Pras, duduk disamping papa nya, diruang tamu rumah nya, dia masih belum Berani berbicara.
"Pras!" Suara serak terdengar dari mulut tuan Sanjaya.
"Apa yang ingin papa bicarakan?"
"Bagaimana ,kapan kamu akan menikahi Tasya?"
Pras terdiam, dia bingung apa yang akan di katakannya kepada papanya saat itu. Papa nya pasti akan memaksa dia untuk meninggalkan Tasya jika tau Tasya menolak menikah dengan nya.
"Kenapa kamu diam?"
"Pa, Tasya belum siap untuk menikah."
"Apa belum siap? Pras umur kamu itu sudah seharusnya menikah, apalagi yang kalian tunggu, papa ingin menimang cucu sebelum papa mati."
"Papa besok akan kembali ke Jakarta, dan mungkin ini sudah jalan yang kamu pilih Pras, sekarang kamu akan bertahan dengan Tasya atau memilih bersama Tania?"
"Kenapa sekarang papa meminta ku untuk memilih, bukankah papa yang sudah memilihkan Tania menjadi istri ku?"
"Iya ,tapi papa salah, papa ingin memberikan yang terbaik untuk kamu Pras, namun papa mengorbankan kebahagiaan orang lain, papa salah."
"Tapi pa, semua sudah terjadi ,apa lagi yang harus kita bicarakan?"
"Papa Hanya meminta mu memilih."
"Pa, aku sangat mencintai Tasya, dan Aku juga tidak mungkin meninggalkan Tania,bagaimana dia akan menyandang status janda diusianya yang baru 19 tahun itu."
"Papa yakin , banyak lelaki lain yang siap merubah status Tania."
"Tapi pa!"
"Papa sudah dapat kan jawaban, papa besok akan mengurus semuanya di jakarta, papa berharap kamu bisa bahagia dengan Tasya,
Anggap saja papa telah khilaf selama dua bulan ini memaksakan kamu dan Tania bersama."
Belum sempat Pras memberikan jawaban, tuan Sanjaya sudah pergi meninggalkan ruang tamu, tinggal Pras yang saat ini sedang bingung dengan perasaannya, dia seperti tidak rela kalau akan menceraikan Tania, dan dia pun tidak terbayang bila Al yang akan mengantikan dirinya disisi Tania.
Pras, menuju garasi dan mengambil mobilnya untuk ke kantor, namun dikantor Pras malah tidak fokus pada pekerjaan nya, dia pun memutuskan untuk pulang kerumah dan begitu sampai dirumah, dia melihat rumah begitu sepi.
Bahkan bik Siti tidak terlihat, dia keluar dan menuju ke tempat security berada.
"Pak kemana semua orang kenapa sepi?"
"Tuan tidak tau, kalau tuan besar akan kembali ke Jakarta?"
"Kembali ke jakarta? Tapi kenapa papa tidak memberi tahu saya."
"Saya juga tidak tau tuan, tapi tadi saya juga melihat non Tania membawa koper."
"Tania?"
"Iya tuan."
Perasaan Pras tidak enak, dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke airport, dia tidak ingin terlambat dan papa nya dan Tania akan kembali ke Jakarta.Selama perjalanan handphone terus berdering, namun Pras tak perdulikan itu dia Hanya berpikir bagaimana caranya bisa sampai di airport dengan cepat.
Di airport, Tania dan tuan sanjaya sedang duduk dikursi tunggu penumpang, karena pesawatnya akan berangkat sekitar 20 menit lagi,Tania terlihat Hanya diam, menatap lurus kedepan, dia tidak menyangka akan secepat ini bisa Kembali kejakarta, Namun sayang nya, saat ini Tania malah merasa tidak bahagia, padahal itulah yang dia harapkan,
Akankah hari ini menjadi akhir dari kebersamaan nya dengan pras? Ataukah Tania akan batal kembali kejakarta?
__ADS_1