Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Media yang tak membawa hasil


__ADS_3

Seorang pria muda yang saat itu berada dihadapan Tania dan Pras pun terlihat heran, melihat mereka berdua. Karena menurut nya Pras dan tania adalah pasangan yang serasi.


Namun kenapa mereka berdua mutuskan untuk bercerai.


"Maaf Tuan, apa alasan Tuan dan nona ingin bercerai?"


Namun keduanya hanya diam, Tania masih larut dalam lamunan nya sendiri.


"Mohon maaf tuan, jika memang tidak ada keputusan untuk mediasi kali ini , maka akan diadakan mediasi untuk kedua kali nya."


"Tidak perlu pak." jawab Tania tiba-tiba.


"Baik lah, sekarang katakan alasan apa yang membuat kalian berdua ingin berpisah?"


"Karena kami tidak saling mencintai" jawab Tania.


Namun Pras masih diam, ada perih yang di rasakan dihatinya saat itu dikarenakan jawaban Tania, namun itu kenyataan yang harus dia terima.


" Tapi usia pernikahan kalian berdua masih terlalu dini, apa tidak ada satu pun alasan yang bisa membuat kalian bertahan?"


kali ini Tania Diam, dia tidak memberikan jawaban apapun, karena sebenarnya dia juga berharap kalau pernikahan nya tidak kandas begitu saja.


Namun Tania tak mungkin bertahan sendiri, sedangkan Pras tidak menginginkan hubungan ini.


"Tuan Pras, apa perceraian ini akan kita lanjutkan?"


"Tidak." jawab Pras spontan.


Tentu saja jawaban Pras pun membuat Tania bingung, kenapa tiba-tiba Pras menolak perceraian mereka.


"Tapi tuan Pras, kenapa perceraian ini tuan daftarkan jika tuan sebenarnya tidak ingin bercerai."


"Saya tau saya salah, tapi saya sudah pikirkan matang-matang, saya akan batal kan perceraian ini."

__ADS_1


"bagaimana dengan nona tania?"


Tania bungkam seribu bahasa, dia tak ingin bicara apapun, dia benci dengan situasi saat ini,kenapa tiba-tiba Pras malah menolak untuk bercerai.


"Maaf nona tania, kalau nona juga setuju berarti ,tidak akan ada sidang perceraian."


"Saya, tidak bisa memberikan jawaban pak."


"Baiklah, kalau begitu kita kan bertemu dimediasi selanjutnya, saya berharap kalian masih bisa memperbaiki hubungan."


Tania dan Pras pun keluar dari ruang mediasi, Dan terlihat papanya sudah menunggu diluar.


"Tania!"


"Pa, Tania ingin pulang saja."


"Bagaimana hasil mediasi nya?"


"Ditunda, dan akan ada mediasi selanjutnya."


"Papa tanya saja dengan Om Pras."


Tania pun pergi mendahului kedua nya, Dan berjalan kejalan raya ,tanpa memperdulikan Pras lagi.


Tania memberhentikan taksi yang keburukan lewat, dan pergi dari sana. Pras yang baru Samapi mengejar Tania pun ternyata kalah cepat, Tania sudah pergi dari sana.


"Pras, apa yang terjadi?"


"Pa, Pras harus mengejar Tania, nanti Pras akan cerita."


Dan Pras pun masuk kesebuah taksi yang baru saja berhenti disana.


"Pak, tolong kejar taksi yang didepan itu."

__ADS_1


"Baik tuan."


Mobil mulai melaju, mengikuti taksi yang membawa Tania, entah kemana Tania akan pergi.


"Pak, tolong lebih cepat!"


"Iya tuan, ini saya sudah cepat."


Namun ditengah perjalanan, Pras malah terjebak lampu merah dan taksi yang membawa Tania entah kemana.


"Maaf tuan kita kehilangan jejak."


"Sial, kemana Tania pergi."


Pras pun mengusap kasar wajah nya, dia bingung harus mencari Tania kemana.


"Pak tolong antar saya ke alamat ini!" pinta Pras.


"Baik tuan."


Dia berniat untuk pulang kerumah saja, mana tau Tania juga sudah pulang kerumah. takdir yang membawa Pras pun berhenti dirumah Tania.


Begitu turun Pras tidak melihat bahwa ada tanda-tanda kalau Tania sudah pulang, dan Pras memutuskan menunggu di teras rumah.


Dan sudah satu jam Pras menunggu belum juga ada tanda-tanda Tania kembali.


"Kemana Tania, aku harus bicara dengan Tania tentang perceraian kita." ucapan Pras.


Pras yang mulai gelisah menunggu Tania pun ,mulai mondar mandir di teras rumah, dan kalau harus pergi mencarinya pun Pras bingung harus mencari kemana, karena dia pun tak begitu hafal kota Jakarta.


Pras menghubungi handphone Tania berulang kali, namun tidak di angkat, Pras mulia gelisah, pikirannya menerawang kemana-mana, dia takut kalau Tania kenapa-kenapa.


Dan akhirnya Pras menarik nafas lega ,ketika melihat sebuah taksi berhenti di depan pagar rumah Tania, Pras yakin kalau Tania yang datang.

__ADS_1


Pras langsung berjalan mendekat ke arah taksi, namun betapa kaget nya Pras, ternyata bukanlah Tania yang datang, lalu siapakah tamu yang berada dirumah Tania saat itu?


__ADS_2