Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Rahasia pernikahan ku


__ADS_3

Akhirnya malam ke tiga ibunya meninggal pun telah berlalu, Namun Tania masih merasakan kesedihan yang luar biasa, apalagi Suasana rumah nya yang mulai sepi dari para pelayat.


Hidup Tania terasa hampa, Tak ada lagi tempat dirinya mengadu segala cerita hidup, tiada lagi penyemangat dikala merasa lemah. Semua telah hilang bersama kepergian ibunya.


Tania terduduk disebuah kamar kecil, kamar yang selama ini digunakan ibunya untuk beristirahat, barang-barang ibunya yang masih tertata dengan rapi.


Semua itu membuat hati dan jiwa Tania semakin kehilangan, Tania terdiam memejamkan matanya, untuk menguatkan jiwanya yang sangat rapuh.


Setelah puas berada dikamar ibunya Tania pun menuju kamar nya untuk beristirahat, matanya mulai lelah karena beberapa malam ini sama sekali belum bisa terpejam.


Tania benar-benar tidak menyangka kalau ibunya akan pergi secepat ini, padahal Tania telah mengorbankan masa depannya demi kesembuhan ibu.


Namun ternyata takdir malah memisahkan dirinya dan ibu, dan saat itu Tania baru tersadar tentang pernikahan, ya dirinya telah menikah dengan orang asing itu.


Tania menyandarkan tubuhnya di tempat tidur tua dikamar nya, menarik nafas berat, dalam hati Tania berharap dia kan dilepaskan dari ikatan pernikahan dan bisa kembali hidup normal seperti sebelum nya.


Malam itu Tania hanya mentap langit-langit kamar nya, dia tak bisa memejamkan matanya, dia gelisah tentang apa yang akan terjadi dengan dirinya esok hari. Dan sampai kapan dia dibiarkan sendiri.


Bgaimana jika tuan Sanjaya datang dan menjemput dirinya, berarti dia akan mulai merasakan kepedihan dalam hidup nya, hidup berdampingan dengan seorang pria yang pantas dijadikannya kakek itu, dan tak memiliki perasaan, begitulah yang tergambar dipikiran Tania malam itu.


Keesokan paginya, jam masih menunjukkan pukul enam pagi, namun Tania sudah kedatangan tamu, Tania mendengar berulang kali ada orang memanggil namanya,Tania pun bergegas keluar dari kamar nya dan melihat siapa yang datang pagi-pagi begini.


Setelah membuka pintu Tania pun begitu terkejut, karena tuan Sanjaya lah yang datang kerumahnya pagi itu. Tania masih berdiri terpaku ditempat nya.


Dia seakan sedang bermimpi buruk, padahal Tania bersyukur seandainya saja tuan Sanjaya tak pernah datang kerumah nya.


"Tania!" Panggil tuan sanjaya membuyarkan lamunan Tania."


"Iya tuan!"


"Bersiaplah kamu akan ikut saya!"


"Tapi tuan saya!"


Belum sempat Tania menyelesaikan perkataannya tuan Sanjaya sudah memotong nya.


"Jangan pernah membantah, segera berganti pakaian!"


Perintah tuan Sanjaya, sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi baju santai untuk Tania.


Melihat tatapan dingin dari tuan Sanjaya, Tania pun tak ingin membantah lagi, apalagi setau Tania tuan Sanjaya adalah suaminya.


Tania masuk kedalam dan mengganti bajunya, Tania hanya merapikan rambutnya saja, dia bahkan tak memoles wajah nya.


Tania meraih koper usang yang ada di kamarnya, memasukkan barang-barang milik nya, buku-buku nya dan juga foto ibunya, namun saat sedang sibuk mengurusi barang nya, Tania begitu kaget melihat tuan Sanjaya sudah berada dikamar nya.


"Kamu tidak perlu membawa baju-baju usang milik mu, saya sudah menyediakan semua keperluan kamu."


"Tapi tuna ini adalah barang-barang berharga milik saya."


Tania menunjukkan buku-buku dan juga album foto ibu dan dirinya.


"Biarkan mereka saja yang mengurus semuanya , lebih baik kita menunggu di mobil."


Tania pun akhirnya menurut, dan membiarkan bodyguard tuan Sanjaya yang mengurus semua barang yang akan dibawa Tania.


Tak berapa lama Tania melihat dua orang bodyguard tuan Sanjaya yang membawa dua kotak yang berisi barang-barang milik Tania.

__ADS_1


Setelah barang-barang itu masuk bagasi mobil, mobil pun mulai meninggalkan rumah milik Tania, meninggalkan semua kenangan dirinya dan ibunya.


Tania menatap keluar dari arah jendela, matanya telah basah, begitu perih ras hatinya saat itu meninggalkan tempat dimana dia dibesarkan oleh seorang wanita tangguh yang saat ini telah meninggalkan dirinya untuk selama nya.


Ternyata tuan Sanjaya, menyadari kalau Tania sedang menangis, dia paham apa yang dirasakan Tania, namun apa yang dilakukannya demi mas adeoan Tania, tuan sanjaya tak perduli kalau pun Tania berpikir dia adalah orang yang kejam.


Ditengah keheningan ,tuan Sanjaya pun membuka suaranya,supaya gadis disampingnya tak lagi menangis, dia yang melihat nya saja merasa lelah, apalgi Tania yang terus menangis itu, tuan Sanjaya bisa melihat mata Tania yang begitu sembab, pasti karena terlalu lama menangis.


"Tania, kamu jangan khawatir, rumah ini akan saya rehab lagi dan saya kaan minta orang untukenjaga nya, jadi sudah cukup kamu jangan terus menangis."


Kata-kata tuan saja terdengar dingin dan datar, namun bisa tetap membuat Tania terlihat lebih tenang, Tania memang tak ingin semua kenangan itu hilang, dan masalah merehab ,Tania juga tidak keberatan karena rumah dirinya dan ibu memmeng sudah banyak rusak dan bocor.


Akan tetapi Tania tak memperlihatkan kalau dirinya setuju dengan Perkataan tuan Sanjaya, karena Tania memang tak ingin menyetujui apapun yang dikatakan tuan Sanjaya.


Perlahan Tania melihat mobil yang ditumpangi oleh dirinya itu memasuki parkiran sebuah apartemen. Tania hanya diam saja, dia berpikir positif berarti dirinya. Akan tinggal disini ditempat tinggal tuan sanjaya.


Tania belum menyadari kalau masih ada rahasia besar di balik pernikahannya saat itu, setelah mobil terparkir sempurna, Tania pun turun dari mobil, menatap kagum ke arah gedung yang tinggi menjulang dihadapannya.


"Ayo kita masuk!" Ajak tuan Sanjaya.


Tania hanya menurut saja ikut dan masuk menuju lantai 5, setelah lift yang digunakan mereka terbuka sempurna, Tania pun terus mengikuti kemana arah langkah tuan Sanjaya.


Tuan Sanjaya mengambil handphone nya dan menelpon seseorang, aku tidak tau siapa yang ditelponnya saat itu, yang jelas sepertinya yang ditelpon berad didalam apartemen tersebut.


Setelah menunggu beberapa menit, apartemen itupun terbuka, saat itu aku melihat seorang pria tinggi tegap dan berkulit putih sedang berdiri dihadapan pintu.


Namun dia tak bicara apapunembiarkan pintu terbuka begitu saja dan langsung membalikkan tubuh nya.


Tuan Sanjaya pun ikut masuk kedalam tapi lain hal nya dengan diriku saat itu, aku masih saja berdiri di depan kamar tersebut, tak berani untuk masuk.Dan tak berapa lama aku berdiri bodyguard tuan Sanjaya pun kembali kehadaon ku, minta untuk masuk kedalam.


Sesampai disana, aku melihat pria yang tadi membuka pintu duduk dengan santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Tuan Sanjaya masih terlihat berdiri ,dan juga menatap dingin ke arah pria tersebut, aku bisa melihat perangai mereka yang tak jauh beda.


"Pras!" Panggil tuan Sanjaya.


Ooo, namanya Pras, begitulah batin ku saat itu, tapi siapa Pras itu apa hubungannya dengan tuna Sanjaya. Apalagi yang dipanggil hanya mengalihkan pandangannya, dan sekan tak perduli.


"Ada hal penting apa yang membuat kalian sampai disini?" Tanya Pras dengan suara datar nya.


"Pras, kapan kamu akan kembali ke Amerika?"


"Besok, jam 10 .00 pagi."


Dan setelah itu tuan Sanjaya mengakih kan pandangan ke arah ku, dan memberikan isyarat untuk berada disamping ny, namun pria yang bernama Pras seakan tak melihat diriku Sama sekali.


"Mungkin lebih baik kalian saling mengenal lebih dulu, Prasetya ini adalah putra bungsu saya?"


Ucapa tuan sanjaya."


Mata ku pun membelalak, ya ampun ternyata aku punya ank tiri, bahkan sikapnya tak jauh berbeda dengan papa nya, pikir ku saat itu.


"Pras, papa sedang bicara dengan kamu!"


Aku bis merasakan kemarahan tuan Sanjaya yang melihat putra nya tak perduli dengan kehadiran dirinya.


"Pa, apa lagi yang ingin papa bicarakan ,semua sudah kita bicarakan malam tadi, lebih baik papa pulang dan istirahat."

__ADS_1


" Papa datang kesini untuk bicara penting sama kam!"


"Hal sepenting apa seh pa?"


"Lebih baik kalian pulang, aku ingin istirahat, dan kamu ( menunjuk ke arah ledua bodyguard tuan Sanjaya) bawa papa saya pergi dari sini, dan kamu juga , kamu siapa pembantu baru papa ku?"


Haaah, apa pembantu? Memang anak durhaka kamu Pras, beraninya mengatakan aku pembantu , aku ini ibu kamu, aku terus berucap dan memarahi pria bernama Pras itu dalam hati.


"Prasetya, jaga bicara mu!"Tuan Sanjaya, biacra dengan marah setelah mendengar perkataan dari Pras.


"Pa, jaga kesehatan papa jangan terlalu sering marah-marah."


"Pras, bagaimana papa tidak marah ,kalau kamu sama sekali tidak sopan, dia itu bukan pembantu papa, tapi dia adalah Tania!"


"Tania?"


Aku melihat Pras seperti terkejut, apa Pras tidak tau kalau aku telah menika denga papa nya?, Aku kembali membatin melihat pria dihadapan ku saat itu.


Namun dalam hati aku terus berharap agar Anak tuan sanjaya menolak pernikahan kami, dan aku akan diceraikan oleh nya.


Pras yang tadi masih duduk dengan santai pun, berjalan kehadapan ku, mentap ku dengan tatapan yang tak dapat ku Artikan , sampai-sampai agu sendiri bergidik ngeri.


Dan tiba-tiba Pras kembali bicara, yang membuat aku kebingungan .


"Pa, jadi ini wanita yang aku nikahi itu? Ternyata selera papa begitu rendah."


Aku menatap ke arah Prasetya, menatap mata yang bernetra hitam pekat itu, ingin rasanya aku mencakar wajahnya saat itu, namun apa yang dikatakan Pras itu ada benar nya , wanita mana yang rela menikah demi uang.


Tuan Sanjaya yang melihat aku kebingungan pun, meminta ku untuk duduk dikursi yang sama disebelah kanan tuan Sanjaya, dan putranya yang bernama Pras disebelah kiri.


"Lebih baik kalian berdua duduk, papa ingin bicara, aku diam dan tak ingin melawan perkataan tuan Sanjaya, duduk dan kembali diam.


Tuan sanjaya mengeluarkan dua buku kecil yang bertuliskan buku nikah, mungkin dia ingin menjelaskan semuanya pada putranya. Aku hanya diam dan mendengarkan.


"Tania, sebelumnya saya minta maaf, karena mungkin telah membuat kamu berada dalam situasi sulit ini, tapi semua ini saya lakukan untuk kebaikan.


Aku masih tetap diam, seribu bahasa, tatapan ku lurus kedepan.


"Tania, mungkin kamu sedang bingung kenapa kamu saya bawa kesini krumah putra saya, ada satu rahasia yang harus kamu tahu Tania."


Aku dan Pras saat itu masih diam, sampai tuan sanjaya melanjutkan ceritanya.


"Mulai besok kamu akan pergi American bersama Pras."


"Tapi pa!" Pras mencoba membantah.Dengar kan papa bicara!, Tania kamu akan tinggal bersama Pras, Dan akan mengurus dirinya, bimbing dia untuk bisa menjadi lebih baik."


"Tapi tuan kenapa harus saya?" Tanya ku bingung.


"Karena kamu adalah istri sah dari Prasetya !"


"Istri?" Tanya ku bingung.


Kenapa aku tiba-tiba menjadi istri Prasetya, sedangkan Aku menikah dengan tuan Sanjaya, begitu pikir ku.


"Tania, mungkin kamu merasa dipermainkan, akan tetapi kamu harus tau kalau yang telah menikahi kamu adalah putra bungsu saya. Prasetya Sanjaya, bukan saya, dan saya juga bukan orang yang kejam dengan menikahi gadis belia seperti kamu."


"Ja, jadi.. saya bukan menikah dengan tuan? Tapi tuan kenapa tuan melakukan ini semua terhadap saya? "

__ADS_1


Jawab ku terbata, Namun tuan Sanjaya hanya diam, apakah ada lgi rahasia yang disembunyikan dari ku?


__ADS_2