
Pagi itu setelah keduanya sarapan, Tania pun hanya duduk diteras rumah nya, walupun dia tau Pras tidak pernah mencintai dirinya, namun dia juga harus ingat kalau dirinya masih menjadi istri Sah dari Pras.
Pras yang melihat Tania pun ikut duduk diteras, namun Tania masih menatap lurus kedepan, tak ingin perduli dengan Pras disamping nya.
"Kamu sedang apa?" tanya Pras.
"Tidak ada." jawab Tania dan Kembali diam.
"Kapan kamu akan kembali ke Amerika?"
"Tania tidak akan kembali lagi, karena tempat Tania disini ,di jakarta."
"Tapi kamu lupa kalau suami kamu masih di Amerika?"
Tania diam, apa yang Pras sebenarnya inginkan darinya, apa memang ingin menyiksa dia dengan kelakuannya dan juga hubungannya dengan Tasya?
Namun saat itu Tania hanya bertanya pada hatinya sendiri ,dia tak ingin mengatakan apapun, apalagi memang dia sudah memutuskan untuk bercerita dari Pras.
"Apa bisa dia hari lagi kita kembali?"
"Tempat Tania disini."
Keduanya pun sesat terdiam, Pras tau pasti Tania tak akan ingin kembali bersama nya, Dan sebenarnya untuk apa dia ingin membawa ramai kembali, Tasya pasti akan sangat marah.
Tasya? Pras baru teringat kalau dia pergi ke Jakarta tanpa memberi tahu Tasya, pasti saat ini Tasya sedang mencari dirinya.
Pras bangun dan masuk kedalam untuk mengambil handphone nya, dia ingin menelpon bik Siti , dan bertanya tentang keadaan disana.
Pras Kembali duduk disamping Tania, sambil menghubungi nomor bik siti, dan tak berapa lama nomor yang ditelpon oleh Pras pun menjawab panggilan darinya.
__ADS_1
"Hallo tuan!" terdengar suara bik Siti dari seberang.
"Hallo bik, bagaimana keadaan dirumah?"
"Baik tuan, hanya saja kemarin non tasya datang dan marah-marah karena tidak bisa menemui tuan."
"Ya sudah biarkan saja."
"Tuan, apa sudah bertemu dengan non Tania?" tanya bik Siti.
"Sudah bik, apa Bibik ingin bicara dengan Tania?"
"Apa boleh tuan?"
"Tentu saja "
Pras pun merubah panggilannya , supaya bik Siti bisa video call, karena sepetinya Pras bisa melihat kalau Tania juga merindukan bik Siti, dan begitu sudah tersambung lagi, Pras langsung memberikannya kepada bik Siti.
Namun Tania tidak langsung mengambil handphone nya, Sampai akhirnya Tania mendengar suara bik Siti yang memanggil namanya.
"Non Tania, bibik rindu." mata wanita paruh baya itu nampak berkaca-kaca.
Tania pun memang begitu rindu dengan bik Siti, langsung saja mengambil handphone dari tangan pras.
"Bibik, Tania juga rindu." jawab Tania matanya juga ikut berkaca-kaca.
"Bagaimana non apa non tidak akan kembali lagi kesini?"
"Maafkan Tania ya bik, tapi kan bibik tau tempat Tania Disini bik di Jakarta."
__ADS_1
"Non, apa sudah dipikirkan semuanya?" tanya bik Siti lembut.
Tania terdiam, karena sesungguhnya kalau dia punya pilihan dia tak ingin mengakhiri rumah tangganya yang baru seumur jagung, namun Tania juga tidak ingin menyiksa dirinya sendiri.
"Loh non Tania kenapa nangis? apa Bibik salah bicara ?"
"Enggak bik, Tania hanya rindu dengan bibik saja."
"Kalau rindu kenapa tidak kembali?" tanya Pras.
Namun Tania tak memberikan jawaban, dia kembali diam.
"Non, ada suara tuan Pras, apa tuan masih disana?"
"Iya, bik."
"Mana tuannya non?"
"ini bik." Tania mengarahkan handphone ke arah Pras agar bik Siti bisa melihat Pras.
Namun bik Siti kembali memanggil Tania, dan Tania Mencoba untuk menampakkan wajahnya disana, dan tanpa meraka sadari Karena bik Siti terus meminta keduanya untuk terlihat paras dan Tanak tak menyadari kalau mereka begitu dekat.
"nampak kan bik?" tanya Tania.
"Sudah non." bik situ tersenyum ke arah mereka berdua.
"Ternyata non sama tuan cocok ya, ada kemiripan." ucap bik Siti.
Sontak Tania dan Pras saling tatap, dan merak malah menjadi semakin dekat, bahkan Pras dan Tania bisa merasakan hembusan nafas satu sam lainnya, Dan sesaat keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
Bahkan saat itu bik Siti telah mematikan handphone nya , karena sebenarnya bik Siti sengaja ingin tuannya berdekatan, agar mereka menyadari kalau mereka berdua memang sudah saling mencintai.
Namun bik Siti hanya seorang pengurus rumah tangga, dia tak bisa mencampuri urusan tuan nya terlalu jauh. bik Siti tersenyum sendiri dan berharap keduanya bisa terus bersama.