Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
rasa yang tak dapat dijelaskan


__ADS_3

"Lebih baik Om Pras kembali ke Amerika" ucap Tania.


Namun saat itu Pras hanya diam, dia seakan terlihat bingung dan tidak tau harus bicara apa.


" Masalah perceraian kita semuanya biar Tania yang urus." ucap Tania lagi.


Namun Pras masih memilih diam, dia menyandarkan tubuhnya ,sesaat Pras memejamkan matanya.


"Sepertinya kamu keberatan saya berada disini." ucap Pras tiba-tiba.


"Anggap saja begitu." jawab Tania Tania menatap Pras.


"Apa pantas, kamu bersikap seperti itu kepada suami kamu?"


"Apa Om lupa ? Hubungan kita hanya sebatas Om dan keponakan."


Pras terdiam, Karen memang dia lah yang selama ini tak ingin menerima pernikahan mereka.


"Besok pagi kita kembali ke Amerika ." ucap Pras sambil berdiri dan pergi keluar menuju teras rumah Tania.


Tania menarik nafas nya pelan, dia bingung dengan sikap Pras saat ini, bukannya dia sendiri yang menginginkan dirinya pergi, tapi kenapa saat ini malah Pras memaksa dirinya untuk kembali.

__ADS_1


Tania bangun dan menuju kamar nya, menutup pintu dan mengungkapkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Ada rasa perih dihatinya yang ia rasakan, namun Tania tidak punya tempat untuk menceritakan semuanya.


Tiba-tiba Tania merasakan ada yang basah di pipinya, dia menangis, ya Tania menangisi nasib hidup nya yang begitu jauh dari impiannya selama ini.


"Ibu, Tania rindu dengan ibu." ucap tania


Dan Tania pun terisak dalam tangisnya, dia saat itu betul-betul membutuhkan ibu nya, andai saja Tania bisa jujur sebenarnya dia Oun tak ingin kehilangan Pras, namun Tania juga sadar kalau Pras tak pernah mengharapkan kehadirannya .


Dan seandainya saja dia terus bertahan maka dia akan lebih terluka dari sekarang ini, Tania takut tidak kuat menghadapinya.


Pras yang tadi berada di teras telah pergi entah kemana, dan begitu juga dengan Tania, seharian itu hanya mengurung diri didalam kamar nya, dia tak ingin bertemu dengan Pras.


Dan sekitar jam 07.00 malam Pras kembali kerumah Tania, dan Pintunya ternyata tidak dikunci Pras langsung masuk dan memanggil Tania, Namun Pras tidak melihat keberadaan Tania disana.


Pras dengan Ragu mendekat ke arah kamar Tania, dan benar saja pintunya terkunci dari luar.


"Tania." panggil Pras.


Namun Pras tak mendapatkan jawabannya, Tania hanya diam , dengan mata yang sembab.

__ADS_1


"Tan, buka pintunya." ucap Pras lagi.


Namun tak juga mendapat respon dari Tania.


"Tan, kita makan malam dulu, saya sudah belikan makan malam untuk kamu."


Namun Tania tetap diam tak ingin menjawab panggilan Pras.


Dan Pras yang tidak mendapatkan jawaban dari Tania pun , menjauh dari pintu kamar Tania dan memutuskan menunggu dimeja makan.


Namun yang ditunggu tak jua keluar, Pras pun memtuskan tetap menunggu, bahkan Pras sudah berpindah ke sofa ruang tamu untuk menunggu Tania.


Jam terus berputar, Bahakan sudah menunjukkan pukul 10.00 malam , namun Tania tak juga keluar, Pras terlihat khawatir dia takut kalau terjadi sesuatu kepada Tania.


Pras mendekat ke arah pintu kamar Tania lagi, dan memutuskan memanggil Tania.


"Tan, kamu kenapa ?"


"buka pintunya Tania, kalau kamu marah karena saya berada disini, oke malam ini juga saya pergi ,tapi tolong buka pintunya Tania."


Tania masih diam, Dan kembali menangis, dia benci dengan keadaan nya saat ini, di satu sisi hatinya dia tak ingin kehilangan Pras, tapi dia juga tak ingin berbagi suami dengan wanita lain.

__ADS_1


akan kah Tania membiarkan suaminya pergi begitu saja ke pelukan wanita lain?


__ADS_2