
"Lebih baik, kita pulang kerumah untuk beres-beres." ucap Tania.
"kalau begitu kita kembali ke hotel."
" iya mas."
Keduanya pun pergi dari taman dan kembali ke hotel, dan langsung bersiap-siap untuk kembali kerumah Tania.
Tanpa buang-buang waktu Pras langsung membawa Tania untuk pulang kerumah, dia berharap bisa segera pergi dari sana.
Mobil Pras pun berhenti di halaman rumah Tania, mereka langsung turun dan menuju ke teras rumah. akan tetapi betapa terkejutnya pras dan juga Tania karena ternyata di sana sudah ada Tasya yang menunggu mereka.
Karena terlalu senang dengan persetujuan Tania untuk pindah , pras sampai lupa dengan Tasya.
"Kamu disini?" tanya Pras kaget.
"Iya, Aku di sini menunggu kalian."
"Kamu terlihat begitu terkejut Pras."
"Apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?"
"tentu saja."
"Apa mau kamu?"
"Aku mau kamu menikahiku hari ini juga."
"Apa? Omong kosong apa ini?" Pras terlihat kaget.
"Bukankah kamu ingin menikahiku dan hari ini aku sudah setuju." jawab Tasya santai.
"Kamu ingin mempermainkan pernikahan Tasya?"
"Sekarang ini aku sudah memiliki istri dan kamu pasti tahu itu."
"Aku tidak perduli Pras, dan aku bersedia menjadi istri kedua untuk kamu Pras."
"Jadi kamu dan Aku akan terus bisa bersama dan hidup seperti sebelum-sebelumnya."
"Kalau kamu ingin punya anak kamu tinggal punya anak saja bersama Tania."
"jangan bicara sembarangan, aku sudah tidak berniat untuk menikahi kamu lagi."
"Benarkah?"
"Kalau begitu aku akan sebar semua video tentang hubungan kita selama ini."
"Kamu jangan mengancam ku Tasya."
"Itu bukan sebuah ancaman."
"Jadi ini apa?"
"Itu hanya kesepakatan."
"Kesepakatan macam apa itu."
"Aku sudah tidak ingin membahas apapun tentang kita aku sudah katakan hiduplah dengan kehidupan kamu sendiri."
__ADS_1
"Begitu mudahnya kamu pras bicara seperti itu, kamu lupa dengan semua kenangan manis kita?"
"Maaf Aku tidak ingin membahas apapun lagi."
"Lebih baik kamu pergi dari sini karena tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan hubungan kita sudah selesai."
"Plak!" Sebuah tamparan keras pun mendarat di pipi sebelah kanan pras, Tasya terlihat sangat emosi Dia seakan menunjukkan kalau dia tidak menerima apa keputusan pras saat itu.
Pras pun terlihat kaget mendapatkan sebuah tamparan di pipinya, begitu juga dengan Tania namun Tania saat itu merasa tidak bisa berbuat apapun. karena mungkin itulah hasil yang telah ditanam Pras selama ini.
"Mbak Tasya, tolong jangan berbuat kasar."
"Diam kamu Tania, ternyata diam-diam selama ini kamu telah merebut milikku."
"Maaf mbak, tapi Tania tidak tahu apa-apa."
"Apalagi tentang hubungan Mbak dan juga Mas pras."
"Yang Tania tahu Tania menikah dengan seorang yang berstatus lajang saat itu."
"Apa kamu tiga jijik Tania memiliki suami bekas dari ku?"
"Setiap sorang punya masa lalu Mbak ,tapi bukan berarti kita tidak memberinya kesempatan untuk berubah."
"Pandai sekali kamu bicara."
"Aku tau pasti karena kamu butuh hartanya Pras makanya kamu mau menikah dengan Pras kan?"
"Kamu lihat diri kamu itu, tidak sebanding dengan kehidupan Pras yang jauh bergelimang harta."
"Tania sama sekali tidak mengharapkan harta apapun."
"Namun saat ini Tania bersama dengan suami Tania ,karena memang itulah keputusan yang dulu pernah Tania ambil."
"Aku tidak akan membiarkan kamu dan juga pras bahagia, lihat saja!"
"Aku percaya jodoh itu akan selalu bersama."
Pras terdiam menatap kearah Tania, dia tidak pernah menyangka kalau istrinya ternyata bisa sedewasa itu. Pras meraih jemari Tania dan membawanya masuk ke dalam rumah meninggalkan Tasya yang sedang dipenuhi dengan emosi.
Dan Tasya yang merasa diabaikan oleh Pras pun terlihat benar-benar marah, dia pergi dari rumah Tania dalam keadaan sangat emosi. Entah hal apa yang akan dilakukannya nanti.
"Sayang, lebih baik kamu segera bersiap-siap."
"Kita akan pergi dari sini siang ini juga."
"Tapi mas, Bagaimana dengan papa."
"Kamu jangan khawatir ,semua sudah Mas jelaskan kepada papa Dan papa juga sudah setuju."
"Ya sudah mas, Tania bereskan barang-barang yang akan Tania bawa dulu."
"Ya sudah mas bantu biar cepat selesai."
Semua barang sudah disiapkan, siang itu Tania dan Pras sudah bersiap-siap untuk pergi. Namun belum sempat mereka masuk ke dalam mobil tiba-tiba sebuah mobil polisi berhenti di halaman rumah Tania.
Tania sedikit merasa heran, Ada apa mobil polisi datang ke rumahnya perasaan tidak ada yang melapor apapun kepada polisi. begitu juga dengan Pras dia tidak merasa punya masalah dengan Tania.
Ditengah kebingungan mereka tiba-tiba saja polisi berjalan mendekat ke arah Pras dan juga Tania.
__ADS_1
"Selamat siang mas!"
"Selamat siang." jawab Tania dan pras bersamaan.
"Maaf apa ini benar dengan saudara pras?"
"Iya saya sendiri." jawab Pras
"Mohon maaf Mas, saat ini mas harus ikut bersama kami."
"Ada apa ini memangnya salah saya apa?"Tanya Pras.
"kami membawa surat penangkapan kepada saudara Pras."
"Atas tuduhan ingin lari dari tanggung jawab setelah menghamili seorang perempuan."
"Maaf pak, tapi saya tidak melakukan itu."
"Dan ini istri saya."
"Apalagi di Jakarta ini saya tidak kenal dengan siapapun Bagaimana saya bisa menghamili anak orang."
"Tapi laporan ini dibuat oleh Mbak Tasya."
"Tasya?"
"maaf pak ini pasti salah paham."
"Nanti Mas bisa jelaskan di kantor polisi."
"Tapi pak saya tidak ingin ikut ke kantor polisi karena saya tidak bersalah."
"Kami bisa memaksa dan melakukan kekerasan kepada mas Pras jika mas menolak."
"Nanti Mas bisa melakukan pembelaan di kantor polisi silakan hubungi pengacara mas kalau Mas merasa tidak bersalah." ucap polisi.
"Mas bagaimana ini?" tanya Tania terlihat panik.
" Kamu bawa mobil kita mengikuti mobil polisi."
"Tania akan hubungi papa dulu."
"iya."
Pras pun masuk kedalam mobil dan diapit oleh dua polisi. Pras terlihat begitu gundah, kali ini iya benar-benar menyesali telah mengenal Tasya, Pras tidak menyangka kalau Tasya sampai tega memfitnah dirinya.
Memang selama ini mereka berhubungan dan itu atas dasar suka sama suka, Dan tidak benar jika Tasya saat ini sedang hamil karena pras tahu betul itu.
Namun selain itu pras tidak bisa melakukan apapun untuk membela diri , Dia terpaksa ikut sambil di perjalanan pras menghubungi pengacara nya untuk meminta pertolongan.
Karena saat ini pengacara Pras berada di luar negeri maka dia meminta tolong agar pengacaranya menyiapkan pengacara lain yang ada di Jakarta untuknya."
Pras tidak ingin mendekam di penjara hanya karena kebodohan Tasya, Pras berharap semua masalah ini akan selesai dengan cepat dan dia akan membawa Tania pergi sejauh-jauhnya.
Pras juga berniat untuk menuntut Tasya, karena telah mencemarkan nama baiknya.
mobil yang membawa Pras pun sampai di kantor polisi begitu juga dengan mobil yang dikendarai oleh Tania.
Tania langsung menyusul Pras masuk ke dalam kantor polisi. dan di sana ternyata sudah ada seorang pengacara yang merupakan pengacaranya Tasya yang membuat tuntutan terhadap Pras.
__ADS_1
Namun akan kah Pras bebas dari tuntutan dan bisa pergi meninggalkan Jakarta?
*Terimakasih untuk semua yang sudah setia mengikuti novel author๐๐๐.*